KAISAR : The Untold Story

KAISAR : The Untold Story
Zafiry Di Masa Lalu


Zafiry, sekitar tahun 1821 – 1822.


Albert The Wizard menatap layar yang terbuat dari lempengan kaca, saat ini refleksinya menampilkan situasi-situasi dunia yang terjadi di zaman itu. Dahinya mengernyit tanda ia tidak berkenan akan sesuatu hal.


“Tuan Penyihir,” Luis, pelayan manusianya masuk dari pintu dan menyeringai tidak enak.


“Gempar...” gerutu Albert.


“Maafkan saya Tuan,”


“Sekali lagi kamu terbangkan burung besi ke pemukiman warga, kamu saya penjara,” desis Albert.


Luis yang menganggap masuk penjara berarti makan enak dan libur beberapa hari, hanya mengernyit. Lalu mengangguk.


“Penjara di dalam kolam buaya,” tambah Albert.


Luis langsung ternganga, impiannya untuk bisa libur buyar seketika, “Jangan Tuan! Aku bisa mati! Aku bukan siluman!” raung Luis.


“Luis... burung besi yang kau terbangkan itu namanya drone. Teknologi menggunakan material yang belum ada di dunia. Kita bisa mendapatkan bahannya berkat para siluman menggali tanah lava. Manusia belum mencapai peradaban ini. Kalau benda itu sampai muncul di umum, semua akan kaget dan mengira itu UFO. Kalau militer sampai tahu dan mendapatkan rangkaiannya, dunia bisa dilanda Perang Dunia karena saling menuduh, jelas ya sampai sini?”


“Perang Dunia itu apa Tuan?”


“Perang antar manusia memperebutkan kekuasaan, pemicunya bisa jadi emas dan tanah,”


Luis memiringkan kepalanya karena tidak mengerti.


Sejak ia yang seorang manusia masuk ke dalam kubah Zafiry, ia melihat berbagai hal-hal aneh. Bangunan yang tingginya menyentuh langit, kuda dari besi yang bisa terbang, makhluk-makhluk raksasa, dan yang paling memukau adalah emas di sana-sini.


Karena itu manusia yang diizinkan masuk ke Zafiry diharapkan tidak seenaknya keluar dari kubah karena menjaga supaya semua yang di dalam kubah tidak menimbulkan kegemparan dunia.


“Jadi... ada apa dunia hari ini?” tanya Albert sambil menyeruput kopinya.


“Hem... Napoleon dipenjara,”


“Semua sudah tahu itu,”


“Ditemukan tambang minyak di Amerika,”


“Oh, manusia yang kemarin kita berikan koordinat tambangnya menggunakan Californium ya?”


“Iya, dia tanya sih, apa maksud ‘standard’ yang tertera di sana,”


“Aku menulisnya karena tambang itu sebenarnya standard, tidak terlalu dalam tapi tidak cepat habis,”


“Katanya mau ia namakan usahanya dengan nama Standard Oil,”


“Terserah saja. Aku heran kenapa minyak bisa sangat populer di dunia, padahal anti-materi lebih efisien,”


“Mana kutahu, Tuan,”


“Oh iya, benar juga,” Albert menarik kursinya dengan telekinesis, “Kolera semakin merebak di India, tolong ajukan permohonan bantuan untuk mereka, ke Raja,”


“Albert! Aku harus mendiskusikan beberapa hal!” Sang Raja menyeruak masuk ke laboratorium, Albert tersedak kopinya karena kaget, Luis langsung bersujud.


“Luis, sudah kubilang tidak usah bersujud, aku bukan Tuhan!” desis Raja sambil menarik Luis supaya berdiri dengan cakar besarnya. Singa Tundra Raksasa bermata Biru itu memiliki suara tegas yang bergema. Kalau bicara membuat kaca bergetar.


“Ma-maaf Yang Mulia,” Luis sangat gugup dan ketakutan.


“Yang Mulia, Kolera-”


“Kuizinkan, apa pun pengajuanmu,” ujar Sang Raja memotong ucapan Albert. Baginya semua rekomendasi Albert adalah hal yang baik dan memang perlu dilakukan.


Sambil berubah jadi manusia dan duduk di kursi di depan Albert ia menatap Sang Penyihir dengan serius. Pakaiannya tampak berkilau ditempa cahaya lampu. Suitnya terbuat dari material yang dapat menyesuaikan ukuran anggota tubuh saat menjadi Singa dan saat menjadi Manusia.


“Kurasa kalau aku minta izin menikah dengan Agha, kau pun akan setuju?” pancing Albert.


“Aku setuju saja, Kalau Cyril mau melepasnya. Tapi kau akan menghadapi Conrad,” Raja mengangkat bahunya.


“Lepas dari mulut Harimau, masuk ke tenggorokan serigala, tragis sekali kisah cintaku,” gumam Albert.


“Sebenarnya itu yang akan kudiskusikan. Kosongkan ruangan!” sahut Sang Raja ke semua orang yang berada di laboratorium.


“Ya, Yang Mulia?” tanya Albert sambil melipat kedua tangannya untuk menyangga dagunya, dengan santai menanggapi Raja Zafiry.


“Conrad mengajukan lamaran atas Agha,” desis Sang Raja, serius menatap Albert.


Si Penyihir langsung muram, “Kurasa aku tidak dapat kesempatan ya...”


“Bukan hanya kau, Conrad pun tidak. Agha menolaknya mentah-mentah,”


“Begitu?” Alis Albert tampak naik, “Kenapa? Dia dicintai seorang Pangeran,”


“Agha begitu tergila-gila akan Cyril. Dia bahkan merapal mantra pemikat,”


“Mantra pemikat dari mana?”


“Dia dapat dari dukun di Afrika, karena katanya kalau minta bantuanmu pasti ditolak, karena kau sendiri... ya kau tahu lah perasanmu padanya,”


“Jangan bilang-bilang Cyril tentang perasaanku. Cukup kau saja yang tahu, Yang Mulia,” Albert mewanti-wanti.


“Iyaaa, kubawa rahasiamu sampai ke liang lahat,”


“Liang lahat yang mana? Tradisi kita kremasi untuk siluman,”


“Hm... kubawa sampai aku masuk guci,” ralat Sang Raja.


Albert menghela nafas, “Mengenai mantra pemikat itu...” Si Penyihir tampak mengutak atik layar CGInya dan menekan tuts-tuts yang bertebaran di udara. “Hari Selasa jam 4 pagi, bukan ya? Aku membunuh Roh Jahat yang menyusup masuk ke sini, dan pengawalku menyita boneka lumpur yang ditanam di dalam pot di kamar Cyril,”


“Heh? Aku lupa tepatnya hari apa, yang jelas belum lama ini. Agha sampai bersujud minta maaf ke Cyril,”


“Dasar Agha... apa bagusnya sih Harimau Hitam Judes itu...” gerutu Albert.


“Kau lebih judes,”


“Ini ketularan Cyril, dari 24 jam hariku, 15 jamnya kuhabiskan dengannya. Sisanya aku di lab. Kadang aku juga ditarik ke kamar untuk menemaninya tidur dan dia mengobrol sampai pagi, entahlah dia bicara apa kutinggal tidur saja,”


“Persahabatan kalian malah membuatku curiga,”


“Aku juga curiga padanya,” balas Albert sambil mengatupkan rahangnya.


**


Malam itu diliputi keheningan. Suara jangkrik yang bersahutan, angin hangat berhembus pelan, pohon-pohon mengobrol dengan pelan, para manusia berjalan perlahan ke rumah masing-masing untuk bersiap istirahat.


Di luar kubah raksasa Zafiry, Dunia sedang ramai. Revolusi Industri sedang marak, setiap rumah membuat perkakas. Di kala manusia menemukan sebuah benda yang bisa menangkap cahaya dan merefleksikannya menjadi gambar di atas kertas, Zafiry sudah merekam semua kejadian dengan hologram. Dan manusia bilang itu sihir.


Itu bukan sihir. Hanya ilmu Kimia dan Fisika menjadi satu.


Makanan enak sedikit dibilang sihir, benda tak dikenal terbang di angkasa disangka alien.


Albert berjalan dengan santai sambil melempar-lempar tongkat sihirnya ke udara. Ia sudah capek dengan hati yang tak kunjung berbalas, cinta pertamanya kandas karena Sang Pangeran.


Malam ini sebenarnya ia diundang ke kamar Pangeran Cyril untuk minum wine dan membicarakan mengenai Mafia yang mulai merebak di kalangan manusia.


Namun karena sakit hati gara-gara Agha, ia tidak mengindahkan undangan itu.


Berat rasanya berhadapan dengan Pangeran Cyril saat ini.


Sejenak ia menghirup udara malam dengan rakus untuk menangkan hatinya.


Lalu ia mengernyit.


Wangi nectar.


Segera ia merapal mantra penangkis.


“Aow!!” Putri Orion terjatuh dari atas pohon.


Albert menoleh ke arah suara sambil menggelengkan kepalanya, “Orion, kau menyerangku dengan feromon di tempat umum,”


Ular besar hitam raksasa itu menjelma menjadi gadis yang sangat cantik, yang tersenyum jahil padanya.