KAISAR : The Untold Story

KAISAR : The Untold Story
Olena Menetas


“Kau pikir aku tidak bisa membedakan antara kamu dengan Albert?” dengus Orion.


Sosok Albert di depannya perlahan berubah kembali menjadi Valent. “Kamu hebat juga, Ori,”


“Lagipula, gaya bicaramu yang sinis itu langsung membuka kedok, Albert pria yang lebih lembut. Mungkin karena masa lalu kalian berbeda,”


“Bisa dibilang, kalau kutelusuri dari ingatannya, Albert tidak pernah kelaparan dan mendapatkan pendidikan yang layak. Lagipula relasinya adalah kerajaan,”


“Bagaimana dengan kehidupanmu?”


“Aku tidak kenal ibuku, Princess. Dari bayi sampai usiaku 18 tahun, aku hidup di bunker, dilatih secara militer untuk jadi agen rahasia. Bersama kakak-kakakku. Usia 20 tahun, aku melamar ke Velladurai, menyamar jadi tukang bersih-bersih dan angkut barang. Jenazah Kirana, ibu Adinda, adalah mayat pertama yang kuangkut, waktu itu usia Adinda sekitar 7-8 tahun,”


“Kalian berdua malang sekali...” gumam Orion sambil membelai pipi Valent.


“Hm,” Valent mengusap kepala Orion, seperti yang sering dilakukan Albert dulu, “Siapa kamu yang bicara mengenai kemalangan? Kehidupanmu bahkan jauh lebih miris, Tuan Putri,”


“Gabriel...”


“Apa?”


“Aku tidak suka kalau kau memukul bokongku,”


Valent terkekeh dan mencium bibir Orion.


“Ah, sebelum kita lanjutkan dengan menodai kamar baru Kaisar, aku mau bilang satu hal,” Valent melepaskan ciumannya.


“Apa? Kutebak dulu, pasti bukan hal baik,”


Valent menyeringai tidak enak “Besok pagi kita bertiga ikut Xavier ke tempat Abizar Azzarro,”


Pekik Orion sambil merentangkan tangannya ke udara, “Masalah lain lagi!”


**


Malam itu, Valent menuju ke basecamp, dimana kakaknya menginap. Beberapa anak buahnya juga berjaga di sana. Jumlah mereka ada 12 orang.


Setelah memarkir mobilnya, Valent berjalan menuju ke titik yang kira-kira berada di tengah-tengah pabrik.


Kaisar mengikutinya dalam wujud manusia sambil mengutak-atik ponsel barunya, “Kau yakin akan melakukan hal ini,” tanyanya ke Valent.


“Yakin,”


“Ini dan Dulu berbeda, aku sudah memperingatkanmu ya. Apalagi besok pagi kita akan bertemu dengan Conrad,”


“Justru karena besok pagi kita akan bertemu dengan Conrad plus Ayahku, maka ini harus dilakukan sekarang. Pacarmu sudah kau beritahu?”


“Sudah,”


Valent berdiri di pintu masuk pabrik, itu area tengah-tengah yang diukur sudah termasuk parkiran dan halaman belakang. Letak pabrik ternyata tidak persis di tengah lahan. “Aku dulu bisa menyelubungi Zafiry, sekarang aku pasti juga bisa, ini belum ada 1% dari area Zafiry,”


“Chasingmu sudah berbeda dengan yang dulu,”


“Di nadiku mengalir darah The Greatest, ini lebih baik lagi kan?”


“Sepertinya sifat sombongmu itu juga berasal dari The Greatest,”


“Sssst! Aku mau konsentrasi,” desis Valent sambil menarik nafas dan memejamkan matanya. Pena Albert berubah menjadi tongkat, anak buah dan keluarga Michael menyaksikan semuanya.


“Kalau butuh tenaga tambahan, aku ada di sini,” kata Kaisar sambil bersandar ke kusen pintu.


“Aku tidak butuh tenaga tambahan Raja Kucing,”


“Kalau di Zafiry kau sudah dipenjara karena memanggilku Kucing,”


“Oh, maaf, aku lupa. Lupa menambahkan dengan kata Kucing Garong,”


“Punyamu pernah digigit lebah karena pipis sembarangan,” desis Kaisar dengan mimik wajah biasa saja.


Valent membuka matanya dan menatap Kaisar dengan pandangan mengancam “Itu Albert, bukan aku,” geramnya.


Kaisar hanya terkekeh,“Itu aib tujuh turunan,”


“Kalian mau terus bicara atau kugantikan saja, bapak-bapak?” tanya Orion yang duduk di kap mobil Valent dengan pandangan malas-malasan.


“Ssst! Aku mau konsentrasi,” desis Valent sambil kembali memejamkan mata.


Yang saat ini dilakukan oleh Valent adalah membuat selubung tak kasat mata yang akan melindungi pabrik basecamp mereka menjadi tidak terdeteksi apa pun. Dibutuhkan energi yang sangat besar, sebenarnya. Untuk membuat selubung gaib itu.


Di Zafiry, yang membuat selubung gaib adalah Albert dibantu oleh sekitar 5 orang ahli sihir lain. Saat salah satu ‘pagar’ runtuh, selubung gaib itu akan melemah dan dapat dimasuki oleh orang yang bukan penghuni.


Syarat agar penghuni dapat keluar-masuk adalah, saat penciptaan selubung, mereka semua harus berada di ‘dalamnya’.


Atau...


Saat salah satu dari pencipta selubung mengizinkan.


Valent membisikkan kata itu, dan seketika tubuhnya terangkat ke udara oleh angin yang menyelubunginya. Valent tertutup oleh semacam tornado yang terjadi di dalam ruangan.


Namun karena ilmunya sebagai manusia belum mumpuni, walaupun ia dibantu oleh Albert dari dalam dirinya, angin itu tidak stabil dan malah cenderung terjadi badai lokal di dalam pabrik.


Menerbangkan benda-benda di sekitar mereka, dan semuanya berteduh di balik perabot-perabot berat.


Kecuali Kaisar yang tetap kokoh berdiri di pinggir pintu dan sibuk dengan ponsel barunya.


“Booos? Kau bisa pelankan sedikit laju anginnya tidaaaak?!” seru Luis dari bawah.


“Jangan ganggu konsentrasiku, Luis,” gumam Valent yang ada di atas, matanya masih terpejam dan tangannya terentang.


“Ya tapi kau bisa menerbangkan Ivy dan Lily Boss, Kasihan mereka bisa trauma!” seru Luis lagi.


“Masukan saja mereka ke mobilku, beratnya bisa 1.217 kg, itu Pagani Hypercar, Luis,”


“Kau yakin?! Kok mobilmu bergoyang juga?!” Luis tampak tidak yakin.


“Itu kata salesmannya,” desis Valent masih cuek.


“Masalahnya mobilmu jauh di ujung sana, saat kami ke arah sana sudah pasti diterbangkan angin, Boss!” seru Luis lagi.


Orion berjalan ke arah mereka dan berubah menjadi ular hitam.


Keluarga Michael langsung berteriak ketakutan.


“Tenang, sayang. Aku akan melindungimu dari angin,” Ekor Orion yang setajam belati, menjadi selembut sutra saat menyentuh pipi anak-anak Michael. Menenangkan mereka dan meraih mereka ke dalam lingkaran tubuhnya, di antara sisiknya yang sebenarnya sangat beracun.


“Wah, wangi madu...” desis Lily senang. Ia tampak nyaman dan bahkan berani memeluk tubuh ular Orion.


“Aku tidak pernah mengira Hatred Orion ternyata secantik ini,” desis Michael masih takjud melihat sosok Orion.


Angin itu semakin besar tiupannya, sehingga Orion juga agak limbung.


“Auntie Ori... aku takut,” rengek Ivy sambil memeluk Orion. Beberapa orang juga tampak bersembunyi di belakang Orion.


“Sebentar lagi,” seru Valent dari atas.


“Kau dengar itu? Aku disebutnya Auntie loh!” seru Orion tampak berbinar.


“Dia juga panggil Minerva Auntie,” desis Valent.


“Tapi Minerva memang bibi mereka,”


“Kau juga akan segera jadi bibi mereka,”


“Apa itu lamaran tak langsung?” desis Orion.


“Duh, aku malas kalau didesak terus loh,” keluh Valent. Tapi bibirnya membentuk seringai.


“Pasangan Konyol,” gumam Kaisar pelan sambil membuka platform video


Tiupan angin itu semakin besar, dan menerbangkan salah satu kursi di sana. Kursi itu menyenggol peti besi yang didalamnya ada telur Olena, lalu menjatuhkan peti itu ke lantai.


BAMM!!


Peti itu berdebam kencang ke lantai, gemboknya terlepas, dan telurnya menggelinding ke luar.


Sialnya, telur itu juga terangkat oleh angin ke udara.


Gallard yang melihat itu langsung berlari ke arah telur, dan menangkatnya dengan tubuhnya, berusaha menyeimbangkan berat telur dengan tubuhnya, namun ia sendiri juga malah terangkat ke udara.


Angin tiba-tiba berhenti.


Gallard jatuh ke lantai.


BRAKK!!


Posisinya saat adalah bagian punggung lebih dulu, Dengan telur di atas perutnya.


Angin berhenti.


Valent menapak tanah.


Selubung tercipta sempurna.


Dan


KRAKK!


Telur Olena retak.