
Shit!! Gue mikir apa si? nikah nikah !!!' batin ku yang sudah mulai berfikir melantur. Dia bilang apa? Hadiah?
"What? Dalam rangka apa?" Tanya ku. Morgan hanya diam.
"Drrrttt...." Handphone ku bergetar. Ku ambil handphone ku dan melihat siapa yang mengirim pesan singkat itu. Morgan nampak melihat ke arah handphone ku. Tertera nama Fla di sana.
"Kalo udah ketemu kakak gue, jangan lupa ucapin Happy birthday! Dia udah gak muda lho! udah 28 Tahun. Hihih. Jangan bilang kalo gue kasih tau umur dia yaa. 🤫😆"
Aku menelan ludah ku sembari menaruh handphone ku kembali ke tas kecil yang ku pakai. Morgan masih berada 5cm di hadapan ku. Ia menatap ku dalam.
'mampus! telat ngasih taunya! gue gak tau kalo dia ultah sekarang!!' batin ku mengaduh. Apa yang harus aku katakan? Untuk menelfon atau mengirim pesan singkat meminta tolong kepada fla agar dia membelikan ku hadiah ulang tahun morgan pun sudah tidak mungkin. Aku sudah tidak bisa berkutik sekarang. Apa yang harus aku lakukan??
'Harusnya sih ini work! tapi, coba aja lah.'
"Cuppppssss..." Aku mengecup lembut bibir morgan. Entah mungkin dia kaget atau bagaimana terhadap kelakuan ku yang tiba-tiba ini. Kalau bukan karena aku lupa menyiapkan hadiah untuknya, aku tidak akan berbuat seperti ini dengannya.
'Hah? kenapa Ara nyium gue dengan suka rela?' batin morgan kebingungan.
Lama kelamaan, morgan melanjutkan aksi ku. Ia memainkan lidahnya 👅. Aku merasa nyaman dengan yang morgan lakukan. Tidak ada perasaan takut terhadap morgan. Aku nyaman~
'kenapa dia gak berontak sama sekali?' batin morgan bingung.
Setelah beberapa saat, Aku hanyut dalam permainannya. Tiba-tiba kakak datang dari dalam rumah.
"Ahhh ngapain sih loe??!!!" panik ku yang takut kakak melihat kejadian tadi. Kakak tiba-tiba tersenyum jahil setelah mungkin melihat sekejap morgan mencium ku tadi. Salah! Aku yang mencium morgan.
"Lanjut..." Ledek kakak lalu masuk kembali ke dalam rumah. Aku kesal dengan morgan!!
"Loe tuh ya!! Gue malu tau gak di liat kakak!!! Ngapain sih loe nyium gue segala?"
"Bukannya kamu yang nyium saya duluan?" Tanya morgan sontak membuat panas telinga ku. Aku sangat malu dengan perkataan morgan.
"Hmmmpp!!" Aku membuang pandangan ku sembari melipat kedua tangan ku. Terdengar Morgan tertawa kecil.
"Heheh.."
"Gak usah ketawa deh loe!" sinis ku. ia semakin tak bisa menahan tawanya. Ia mendekat kembali ke arah telinga ku.
"Terimakasih.. ciumannya." Gumamnya membuat sekujur tubuh ku bergetar. Aku langsung mengalihkan pandangan ku ke arah kaca mobil. Ia semakin pandai membuat ku tersipu. Aku menoleh kembali kepadanya yang sudah pindah ke posisi biasa ia menyetir mobil.
"Jalan kek! udah jam berapa nii?!!" Bentak ku. Morgan menengok ke arah jam tangan yang ia pakai. Jam tangan yang unik. Talinya seperti kulit aseli berwarna cokelat. Jam tangan dari swis ini tampaknya cukup membuat aura morgan yang cool menjadi bertambah damage nya. Cocok juga ditangan morgan. Tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil.
'Thor! Apaan sih malah mikirin si dosen idiot itu? Gue lagi males tau gak. ganti topik woy!!' Bentak ara pada author yang nampaknya terus menerus memuji sosok morgan. Yaa siapa yang tidak terkesima dengan sosoknya? Author saja sampai meleleh membayangkannya. ðŸ˜ðŸ˜
"Okey. kita jalan."