Dosen Idiot

Dosen Idiot
Episode 39


"Kamu bisa menolak kalau kamu keberatan." Ucapnya. Apa yang akan morgan tanyakan pada ku? Aku sama sekali tidak paham dengan kondisi perasaan ku saat ini. Apa yang sebenarnya terjadi? Aku sendiri tidak tahu.


Suasana menjadi lebih canggung. Aku sudah kehabisan kata. Entah apa lagi yang akan aku katakan. Perasaan ku tidak menolak dan logika ku pun sedang pro dengan perasaan. Aku sama sekali tidak membenci dia.


"Kamu.."


"Kamu..."


"Mau..."


Apa yang akan ia katakan? Aku ingin sekali memukul kepalanya itu. Kenapa dia mendadak jadi gagap?


-MORGAN MAIN-


"Kamu..."


"Mau..."


'Aduh.. kenapa saya jadi panas dingin begini sih? Tinggal ngomong aja susah banget!!' Batin ku merasa terganggu. Sikap rancu ini muncul lagi. Aku tidak pernah seperti ini lagi sejak saat itu. Saat aku menyatakan perasaan ku pada meygumi. Sudah lama waktu berlalu. Sekitar 10 tahun yang lalu.


'Ungkapin aja sih! Dia juga belum tentu terima'


"Kamu.. Mau.." Aku langsung merogoh saku celana ku untuk mengeluarkan permen. Aku menyodorkannya pada ara.


"Permen 🍬?" Terlihat ara yang langsung berubah wajah menjadi merah. Auranya langsung berubah menjadi seram. Nampaknya ia sangat marah. Kenapa aku harus menawarkan permen padanya? Omong kosong apa ini?!! Aku ke sini untuk menyatakan perasaan ku padanya!


"Gue benci sama loe!!!!" teriaknya kemudian berlari pergi ke pintu kamar kemudian membuka kunci dan berhambur ke luar ruangan. Aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku tidak mampu menahan perasaan kesal ku. Aku tidak bisa menyatakan perasaan ku padanya. Tapi, kenapa dia sepertinya marah pada ku? Aku sudah bilang padanya untuk menolaknya jika dia tidak mau. Bukan berarti untuk marah dan meninggalkan ku.


-ARA MAIN-


'Tega banget dia ngomong gitu ke gue?!!!' Batin ku yang terus menerus meluapkan emosi. Entah kenapa ucapannya itu membuat aku kesal. Bukan itu yang ku harapkan!! Bukan ucapan itu yang aku inginkan.


Aku berjalan menuju ruang tamu.


"Greeebbb" Seseorang menahan tangan ku. Ku lihat memanglah morgan yang menahan ku.


"Ish lepasin gue!!" Bentak ku yang berusaha melepaskan tangan ku dari tangannya.


"Eh kenapa nih?" Tanya kakak yang memang sudah dari tadi menunggu di ruang tamu. Aku tak kuasa menahan amarah ku. Seakan-akan aku ingin membelah lautan. *buseh.. becanda ya gaes 😆.


"Lepasin!" ucap ku. Morgan melepaskan tangan ku. Aku melipat kedua tangan ku.


"Apa si nih? Kenapa coba kalian?" Tanya kakak. Aku mendengus kesal.


"Kakak tanya aja noh sama DOSEN yang satu ini." jawab ku dengan menekankan kata dosen sembari melotot ke arah morgan. Aku membuang pandangan ku.


"Kenapa sih gan kenapa?"


"Loh.. Coba tanya adik loe deh. Kenapa dia marah pas gue tawarin permen? Kan awalnya sudah saya tekankan. Kalau dia gak suka, dia boleh nolak. Tapi bukan berarti dia harus marah sama saya dong??" Jelas morgan. Aku masih saja kesal dengan ucapan morgan.


"Ya tapi loe gak harus gitu dong!! Bukan itu yang gue mau denger. Gue udah serius dengerin apa yang mau loe bicarain! Loe malah nawarin permen!!"


"Trus apa yang mau kamu dengar?" tanya morgan. Aku yang semula kesal menjadi berubah bingung. Sebetulnya aku kenapa? Aku ini kenapa????? Morgan tidak salah apa-apa. Aku yang salah susah terbawa suasana. Aku malu dengan mereka berdua.