
""Baiklah
""Lakukanlah sesuai ke inginanMu.
""Aku selalu sabar menunggunya.
""Tetapi ingatlah..
Bastian berjongkok lalu berbisik pelan ketelinga istrinya.
""Kewajibanmu sebagai istri harus tetap sayang lakukan.
Ucapnya sambil mengigit daun telinga Ivona dan langsung pergi dari sana. Dengat raut wajah yang begitu senang setelah berhasil menggoda istrinya.
Ivona mematung..wajahnya bak kepiting rebus.
Telinga bekas gigitan Ba Xi'an terasa panas dan merah..
Ivona ingin memaki Ba Xi'an.
Ternyata pria itu telah kembali ke singgasana.
Ivona di perintahkan ibu suri untuk duduk di sebelah Ba Xi'an membuat pria itu semakin bagaikan di awan awan.
Jika dia yang memerintahkan istrinya itu duduk di sampingnya maka istrinya itu akan mempunyai seribu alasan untuk menolak.
Ba Xi'an melihat neneknya seakan bilang
""Terimakasih Nenek.
Sang nenek tersenyum dan langsung membuat Ba Xi'an bungkam.
""Ckkk..ingatlah untuk membayarnya ucap ibu suri dengan senyum yang tak pernah pudar dari wajah tuanya semenjak cucu menantunya itu kembali.
Sementara Ba Xi'an menampilkan raut wajah datarnya. Neneknya itu sungguh perhitungan.
Di aula itu panjang kali lebar sang Kaisar Phoenix memberikan wejanganya untuk para utusan.
Kaisar Phoenix bahkan langsung menentukan pernikahan ulang Putra dan menantunya.
"Satu Minggu lagi kita akan melakukan ulang pernikahan Putra Mahkota dan calon Permaisuri kita yang salama ini menjadi selir kelima. Ucap Kaisar begitu antusias.
Ivona ingin mengucapkan sesuatu tiba-tiba Permaisuri berbicara dengannya.
""Apa kamu sehat-sehat saja Nak?
""Kenapa kamu bisa menjadi Putri Mahkota kerajaan Giok?
""Apakah disana kehidupanmu dan cucuku aman?
Sederetan pertanyaan yang segaja di lontarkan Permaisuri untuk Ivona. Membuat Ivona binggung untuk menjawab yang mana.
""Ibu..bertanyalah satu-persatu istriku jadi kewalahan menjawab pertanyaan ibu yang banyak itu.
Ucap Ba Xi'an sambil memegang tangan Ivona yang tiba-tiba menjadi dingin.
""Lihatlah ibu...istriku bahkan ketakutan. Ba Xi'an seakan menunjukkan tangan istrinya yang sudah dingin.
Permaisuri merasa jengkel melihat tingkah Putranya itu. Padahal dia hanya ingin berniat membantu Putranya itu.
Ternyata dunia Putranya itu sedang di kelilingi oleh dunianya sendiri sehingga Dia tidak menyadari tindakan sang ibu.
""Baiklah masih banyak waktu untuk kita bertemu dan mengobrol ringan .
Ucap Permaisuri sambil tersenyum.
Bahkan senyumnya tidak pernah pudar sedari tadi.
Saat ini dirinya telah di limpahkan berkat oleh Dewa Agung.
Menantunya telah kembali
Cucunya yang tidak di sangka-sangka akan kembar kini hal itu terjadi dan saat ini dia mempunyai dua cucu yang sangat tampan dan menggemaskan.
Dengan tak berperasaan BA XI'AN mengatakan kepada utusan itu untuk bubar dan tak di ijinkan menginap di kamar Istana yang sudah jauh-jauh hari di sediakan.
padahal Matahari sudah mulai terbenam.
Semua orang yang di aula itu mengerutu.
""Ckk... apakah dia takut kita ganggu?
Ucap Kaisar Matahari. Dia ingin menjumpai Ivona sebentar untuk mengingatkan janjinya yang ingin menyembuhkan Permaisurinya. Tetapi hal itu di urungkan karena wajah Putra Mahkota itu sudah mode Harimau.
""Apakah dia takut istrinya ku ambil. Ucap Putra Mahkota Bulan.
""Aduuuhh...
""Pantatku terasa kebas. Ucap guru pertama.
Akademi Kultivator.
Dua Murid utamanya yang ikut ke perjamuan itu memapah sang guru.
""Ckk...menyususahkan saja jika Kakek Tua ini sudah ikut. Gerutu guru ketiga
""Kau...
""Apakah kau tidak sadar bahwa kau juga sudah tua .
Wanita itu hanya bisa memutar bola matanya malas.
""Walaupun aku sudah tua aku masih kuat dan energik ucapnya sambil melenggang pergi meninggalkan guru pertama yang sudah mau meledak.
Dengan serangkaian peristiwa yang terjadi di aula Istana kini Ivona merasa tenang. Saat ini dirinya telah merilekskan tubuhnya dengan cara berendam dengan air hangat di campur dengan aroma kesukaannya. Tubuhnya lelah selama dua hari ini.
""Krek
Dengan wajah polosnya Ba Xi'an menaiki tempat tidur anaknya.
Untung tempat tidur Putranya itu besar dan panjang sehingga dapat menampung tubuhnya yang tinggi itu.
""Ayah kenapa kesini?
Tanya Ba Xi'O curiga.
""Ayah juga ingin tidur dengan Putra ayah ini.
Ucap Ba Xi'an sambil mengusap-usap surai hitam Putra sulungnya.
"Tapi aku tidak ingin tidur dengan ayah. Jawab Lie Zhu datar.
""Ckk...kenapa rupa kamu tidak mirip dengan ibu saja seperti adikmu?
""Kenapa kamu harus mirip dengan Ayah?
""Kenapa ayah? Lie Zhu merasa tak terima.
""Ayah tidak suka...
""Ayah sukanya anak-anak ayah mirip dengan ibumu. Wanita tercintaku. Ucapnya bangga.
Kedua Putrannya bersiap acuh tak acuh. Mereka sudah tak terkejut lagi melihat kekonyolan sang ayah.
"Krekk..
Pintu kamar mandi terbuka dan tampaklah sosok wanita berparas cantik yang sudah menggunakan jubah tidurnya.
Ivona belum menyadari kedatangan Ba Xi'an. Ivona sibuk mengeringkan rambutnya.
Para pengawalnya telah di suruh pergi ke rumah yang telah di belinya sebelumnya.
Hanya Jing mi yang mendampingi Ivona.
Selesai Ivona mengeringkan rambutnya. Ivona langsung menuju tempat tidur.
Kedua Putrannya itu sudah sedari tadi merengek minta di peluk.
Ivona terkejut melihat sosok berbadan tinggi di tempat tidur itu.
Bahkan dengan santainya Ba Xi'an menepuk tempat tidur kosong di samping kanannya.
""Ke..kenapa kau disini?
IVONA bertanya sedikit gugup.
Dia tau jika suaminya itu sedang menunggu menerkamnya.
Apalagi sekarang suaminya itu sudah rada gila.
""Datanglah kesini..
"Jangan berdiri di situ.
"Nanti kamu kedinginan.
"Lagian kenapa kamu mandi malam-malam
""Untuk selanjutnya sayang tidak di perbolehkan untuk mandi malam. Ucapnya posesif.
Mulut Ivona sudah berkedut mendengarkan serentetan ucapan Ba Xi'an
"Anak-anak kita sudah lama menunggu.
"Dan aku juga sudah lama menunggu sayang siap mandi.
""Bluss.
""Wajah Ivona sudah merah bak kepiting rebus.
Selama ini Ivona sudah mengeraskan hatinya supaya tidak mudah luluh terhadap pria itu.
Ternyata. Hatinya telah berkhianat hanya mendengar sedikit kata-kata manis yang keluar dari bibir pria itu. Ivona bahkan sudah menganggap Ba Xi'an sudah lewat hilang kewarasannya.
Ivona merangkak ketempat tidur dengan sedikit was-was. Harimau yang di sampingnya sudah bersiap menerkamnya.
Ivona membelakangi suaminya.
Bahkan Dia heran kenapa posisi tidur mereka harus bersama.
Ivona yakin suaminya itu telah mengatur posisi tidur kedua Putranya.
""Kenapa bukan kau saja di ujung sana dan Ke dua Putra kita di tengah.
""Aku tidak ingin kau jatuh.
Walaupun tempat tidur yang di tempati Putra sulungnya di batasi dinding Ivona yakin itu hanya akal bulus Ba Xi'an.
Ba Xi'an menegeringkan rambut Ivona yang masih basah.
"Jangan mandi malam-malam. Itu tidak bagus.
Ucapnya kembali sambil tangan besarnya sibuk mengeringkan rambut panjang Ivona dengan kain kecil.
"Ivona hanya mengangguk-angguk
Sukamulah batinya.