
Bukan cuma itu di sepanjang jalan juga akan berdiri tenda-tenda kerajaan yang membagikan makanan ke pada semua orang dengan gratis.
Semua masyarakat sangat antusias dan berbondong-bondong menerima makanan itu. Mereka tidak pernah menyangka akan mencicipi hidangan istimewa kerajaan.
Ivona saat ini sudah di dandani cantik oleh para pelayan ibu suri dan Permaisuri. Mereka sangat senang mendandani wanita tercinta Putra Mahkota itu.
Sosok wanita cantik itu kini berubah menjadi sosok seperti Dewi kecantikannya bisa meruntuhkan kerajaan.
Pantas saja laki-laki dingin itu bisa luluh dan sangat mencintai istrinya.
Ivona merasa keberatan saat menggunakan jubah kebesarannya. Matanya saat ini masih mengantuk berat.
Baru saja subuh tadi dirinya tertidur.
Para pelayan langsung datang berbondong-bondong mengacaukan mimpi indahnya.
Ivona ingin memaki para pelayan itu tetapi mereka juga tidak bersalah dan hanya menjalankan perintah.
Sementara Pria yang di sampingnya hanya menatapnya dengan senyuman tampanya seakan menertawakan penderitaan sang Istri.
Ba Xi'an yang melihat wajah cemberut istrinya kini harus membujuk wanita itu. Ba Xi'an memandikan istri tercintanya tanpa di bantu dan di ganggu oleh para pelayan yang sudah berjejer rapi di depan pintu kamar mereka.
Bahkan Ba Xi'an memijit-mijit badan Ivona dan keningnya untuk merilekskan tubuh istrinya.
Setidaknya istrinya itu sedikit bugar.
Setelah apa yang dilakukan oleh suaminya barulah Ivona mengendurkan wajah ketatnya. Kini badanya sedikit rileks.
Akibat sentuhan tangan panjang suaminya yang sesekali mengodanya.
Jika bukan netra birunya yang menyala-nyala menatap tajam mata legam itu Dia yakin suaminya itu akan kebablasan.
Setelah selesai Ivona di permak menjadi cantik Ivona di tuntun oleh pelayan ana dan pengawal Jing mi ke Istana Utama.
Bahkan Ba Xi'an mengancam pengawal pria Ivona. Jika mereka sempat mendampingi istrinya ke Istana utama maka Dia akan menghukum mereka.
Karena Ba Xi'an tidak ingin mata para pengawal pria istrinya itu jelalatan apalagi semua pengawal Ivona adalah sosok pria-pria tampan kecuali kakek Elang Tua melihat itu Ba Xi'an merasa was-was dan harus siap siaga.
Ivona melangkahkan kakinya ke aula . Disana telah berjejer semua utusan kerajaan. Selama satu Minggu ini mereka menginap di Paviliun tebing tinggi milik Istana Phoenix.
Para petinggi kerajaan itu membungkuk hormat saat wanita yang akan menjadi nomor satu di kerjaan mereka telah hadir.
Dari singgasana sana Ba Xi'an telah menunggu Ivona dengan detak jantung yang sudah bergemuruh.
Setelah Ba Xi'an menerima penurunan jabatan Ayahnya. Kini dirinya telah menduduki singgasana yang sudah di serahkan Ayahnya.
Hari ini Ba Xi'an sudah menjadi Kaisar Phoenix. Penyerahan posisi itu tidak membuat penghuni aula itu gempar karena selama ini juga Putra Mahkota itu sudah menduduki posisi itu secara tidak langsung.
Dulu Ba Xi'an masih menolak menduduki singgasana dan baru saat inilah Putra Mahkota itu tidak menolaknya karena istrinya hari ini akan di angkat dan di nobatkan sebagai Permaisuri.
Ba Xi'an dengan semangat empat lima langsung menduduki kursi panas itu.
IVONA telah tiba di hadapan suaminya. Ba Xi'an sungguh tidak rela melihat kecantikan wanitanya itu yang dapat menghancurkan kerajaan bahkan menghancurkan hatinya sendiri.
Bahkan semua mata penghuni aula itu tidak berkedip saat sosok Dewi itu melewati mereka.
""CK..Kaisar baru itu menang banyak. Punya istri cantik dan kuat lagi. Batin Kaisar Bulan.
""Mereka lebih cocok.
Ucap hewan Sucinya membuat Kaisar muda itu memutar bola matanya malas. Dirinya tidak asing lagi saat hewan sucinya itu selalu menghianatinya.
""Tutup matamu.
"Lihat air liurmu bahkan menetes.
Cibir hewan Spritual Yuan membuat Yuan gelagapan mengusap mulutnya. Sementara kedua temanya menahan tawa.
Mereka bertiga telah main-mainan hewan suci mereka.
Mereka hanya bersikap pasrah menerima perlakuan kekanak - Kanakan hewan suci mereka.
Ivona. Telah memberi salam kepada mantan Kaisar Phoenix, ibu Suri dan Permaisuri.
Dan saat ini giliran Ba Xi'an yang menerima hormat Ivona. Ivona yang tidak pernah melakukan hal seperti itu kepada suaminya kini hari ini akan menjadi pengecualiannya.
""Salam kepada yang Mulia Kaisar. Semoga Dewa Agung senantiasa memberkati yang Mulia. Ucap Ivona lancar. Sementara jantung Ba Xi'an sudah bertalu-talu menerima salam istrinya itu seperti menerima ungkapan Cinta dari istrinya yang membuat kebahagiaan di hatinya tiada Tara.
Ba Xi'an maju dan mengambil Mahkota Permaisuri yang sudah di lapisi oleh Sisik naganya itu.
""HARI INI ADALAH HARI YANG BERSEJARAH DI KERAJAAN PHOENIX MILIKKU.
"AKU AKAN MENGANGKATMU.
"WAHAI IVONA BA ALEKSIA
"JADILAH ISTRI SAH KU
" DAN ISTRI SATU-SATUNYA YANG KU CINTAI SEUMUR HIDUPKU.
"WANITA YANG AKAN MENDAMPINGIKU SEUMUR HIDUP
"MENCINTAI KU, MERAWAT KU SERTA SETIA KE PADA KU SEUMUR HIDUP.
"MELAHIRKAN DAN MEMBESARKAN KETURUNANKU DENGAN PENUH CINTA DAN KASIH SAYANG.
"MENJADI PERMAISURI KU,
"PERMAISURI KERAJAAN KU YANG MENDAMPINGI KU DALAM SUKA DAN DUKA DALAM MENJALANKAN KERAJAAN INI MENJADI KERAJAAN YANG LEBIH BERJAYA, AMAN DAN TENTRAM
" DAN MENJADI RATU DI SELURUH KERAJAAN INI.
Ucap Ba Xi'an dengan lantang dan bergema di seluruh aula itu membuat penghuni itu merasa merinding mendengar kata-kata pria dingin Kaisar baru itu.
Bahkan penghuni luar yang ada di luar Istana itu menari- nari saat suara Kaisar baru itu mengikat suci untuk istrinya dan untuk kerajaanya. Semua burung besar di angkasa turut mengelilingi Istana itu membuat semua orang semakin terkagum-kagum dengan berkat Dewa Agung dalam menyaksikan acara Sakral Kaisar baru BA XI'AN.
Ba Xi'an meletakkan Mahkota di kepala istri tercintanya itu dengan lembut. Sementara Ivona sudah merasa patah pada lehernya saat Mahkota itu bertahta di atas ke palanya sesuatu yang hangat dan familiar menyelimuti seluruh tubuhnya dan tiba-tiba Ivona merasakan badanya ringan tidak seperti pertama kali memakai Mahkota itu.
Ba Xi'an menuntun Permaisurinya duduk di sebelah kirinya.
"Kamu sungguh sangat cantik sayang.
Bisik Ba Xi'an memuji sang istri.
Pipi Ivona bersemu merah membuat Ba Xi'an tersenyum gemas.
Acara demi acara telah di mulai.
Ba Xi'an dengan telaten menyeduh teh untuk Ivona dan sesekali akan menyuapi Ivona dengan makanan kecil yang ada di atas meja.
Semua perlakuan hangat yang di tunjukkan Kaisar baru itu membuat penghuni aula itu memutar bola matanya malas. Mereka akan menyantap hidangan itu dengan di suguhi adegan romantis dari pria yang sedang di mabuk cinta itu.
""Ckk..bahkan sikap lembut Putramu kalah dari mu. Cemoh Permaisuri.
"Kau cemburu?
Tanya mantan Kaisar yang tidak peka.
Sementara mantan Permaisuri itu hanya bersiakap acuh tak acuh dengan ucapan suaminya.