
Yang tak lain istri Putra Mahkota kerajaan fantasi.
"Apakah kau masih punya keberanian mengajak yang Mulia bernegosiasi?
"Bukankah seharusnya kau menuruti perintahnya.
"Apakah kau jadi bodoh setelah menjadi istri dari laki-laki lemah itu.
Jing mi langsung menjawab perkataan adiknya matanya menatap nyalang adik angkatnya itu.
Semua orang diam membisu saat kata-kata pedas itu di ucapkan pemimpin hewan suci.
Mereka juga tidak berani melawan ataupun berkutik.
Menghancurkan satu kerajaan mungkin hal yang mudah bagi pemimpin hutan Spritual itu.
"Yang Mulia mohon ampuni hamba dan istri hamba.
Ucap Putra Mahkota sambil bersujud.
Dia tau kesalahannya dan kesalahan istrinya yang menikah tanpa izinya. Bahkan Putra Mahkota itu saat ini hampir pingsan saat menyadari identitas sosok wanita bercadar itu.
Semua orang disana terbelalak saat laki-laki yang berwibawa itu bersujud dan memohon belas kasihan Ivona.
"Siapa sebenarnya wanita ini.
"Kenapa kedua rubah itu begitu menghormatinya.
Batin guru pertama.
Saat suasana dia ula itu hening
Semua hewan suci yang ada di aula itu berbondong-bondong berbaris rapi di depan Ivona. Mereka ingin memberi hormat kepada sang Ratunya.
"Salam hormat untuk sang Ratu Dewi Phoenix.
"Maaf kami tidak bisa lagi menahan diri untuk tidak datang menghadap kepada Ratu.
Ucap seluruh hewan suci yang ada di aula itu.
Suara hewan suci itu sangat menggemparkan seisi aula.
Aura yang mereka keluarkan sangat dominan dan kuat.
Semua orang yang ada di aula hampir pingsan.
Mereka kini tau siapa sosok wanita muda bercadar hijau.
Dia Ratu sang hewan suci.
Seorang Kultivator yang mempunyai jiwa Phoenix.
Secara sadar mereka juga ikut menyembah tak terkecuali sang Kaisar Phoenix.
Sang Kaisar dan Permaisuri terkejut batin.
Mereka selama ini tidak menyadari bahwa ada seorang Kultivator yang mempunyai jiwa Phoenix.
"Ting"Tong.
Bunyi lonceng di menara suci berbunyi saat aura jiwa Phoenix dari tubuh Ivona keluar.
Burung Phoenix itu terbang mengelilingi semua penghuni aula.
Seakan memberikan berkatnya kepada para Manusia itu.
Sekuat tenaga Ivona menahan keterkejutannya.
Dia ingin menghentikan aksi burung Phoenix. Tetapi Burung PHOENIX itu melarang dan berbica kepadanya.
"Ratu kerajaan didirikan oleh leluhur yang mempunyai jiwa Phoenix dulu.
"Untuk itu sudah saatnya kita menampakkan diri kita Ratu.
Ucap Phoenix sambil terbang melayang-layang di udara.
Aula itu hening semua masih bersujud.
"Berdirilah.
Titah Ivona.
Semua penghuni di aula kerajaan Phoenix itu bernafas lega mereka mengira sosok bercadar itu akan menghukum mereka satu-persatu mengingat sosok itu sangat pendendam dan juga kejam.
"Aura yang Mulia itu sungguh berbeda dari yang lain.
Bisik guru ketiga dan di angguki yang lain.
Ketiga pemuda yang masih terdiam bak orang linglung langsung mengerti kenapa hewan sucinya begitu menghormati sosok wanita yang bercadar hijau.
Jangan hewan sucinya mereka juga sangat menghormati wanita itu.
Dia seorang Kultivator yang memiliki jiwa Phoenix.
Lambang dari kerajaan mereka.
Seketika mereka mengutuk diri mereka masing-masing yang hanya menonton saja saat wanita itu di permalukan di sebuah restoran beberapa bulan yang lalu.
Jika mereka lebih cepat mengetahui identitas wanita itu. Maka mereka sendirilah yang menghukum habis orang-orang yang mencoba menghinanya.
Disisi lain Ba Xi'an yang masih duduk di singgasana mengerutkan keningnya.
Aura rubah tiga tahun yang lalu sempat terciumnya di kamar istrinya saat istrinya melahirkan.
Seketika pikiranya melayang saat ada aura Phoenik di tubuh Putranya.
Mata legam Ba Xi'an melebar saat sosok laki-laki kecil yang duduk di samping Ivona juga memiliki jiwa Phoenix.
Dia memperhatikan fitur wajah anak itu.
BA Xi'an kembali terkejut saat sosok itu sedikit mirip dengannya.
Matahari telah kembali bersinar sudah lebih satu hari mereka menghadiri perjamuan itu. Mungkin inilah perjamuan yang paling lama dan yang paling menggemparkan menurut mereka sepanjang mereka hidup.
Zhang sangat terharu dengan pencapaian Ivona terhadap kerajaanya yang seumur hidupnya tidak pernah di bayangka olehnya.
Selama ini dirinya hanya bisa menikmati nasi sekali sehari..
sekarang seluruh masyarakat kerajaannya akan bisa menikmatinya tiga kali sehari. Dan Dia bisa membeli bibit padi itu untuk di tanam di tanah kerajaan Giok.
Selamanya kehidupan masyarakatnya tidak akan membuat hari-harinya cemas lagi seperti hari-hari dan tahun-tahun sebelumnya.
""Terimakasih yang Mulia. Bisik Zhang bergetar. Bahkan air Mata haru telah mengalir dari kedua pipinya.
""Ckk... cengeng. Cibir Jing mi.
Adik angkatnya telah kembali ke puncak hutan Spritual. Tidak tanggung-tanggung bahkan dia ikut memasukkan Putra Mahkota fantasi yang merengek ikut di hukum.
Jing mi baru sadar laki-laki yang menurutnya lemah itu ternyata mempunyai cinta yang besar untuk sang adik.
Zhang terkekeh lalu menghapus air matanya sedikit kasar karena malu.
""Mudah-mudahan dengan hadiah dari Kaisar Phoenix dapat membuat kehidupan masyarakat sejahtera.
Ivona berucap tulus. Dan di angguki oleh pengawal yang lain.
" Pulang dari sini sebaiknya kau menginap dulu di kediaman yang baru di beli Lie zoo dan Lie zii. Pinta Ivona.
""Baik yang Mulia. Zhang mengangguk
Semuanya memang sudah di atur Ivona. Dia tidak ikut lagi kekerajaan Giok.
Karena Ivona ingin memantau langsung perkembangan Putra bungsunya. Zhang hanya bisa mendukung semua yang di putuskan Ivona.
Semua orang di aula itu sedang menikmati hidangan yang di sediakan Istana dengan lahap.
Mereka sesekali akan melirik Ivona.
Bahkan tubuh mereka akan bergetar sendiri saat Ivona membalas tatapan Mereka.
Mereka juga telah kehabisan energi saat melihat permainan Ivona.
Dan mengetahui identitasnya
""Bukankah Putri Mahkota kerajaan Giok telah berjanji akan menceritakan kisah hidupnya.
""Kenapa Putri Mahkota di panggil j*****?
"Maaf aku hanya mengatakan yang kau katakan sebelumnya.
Ucap selir kedua secara tiba-tiba
membuat seisi ruangan itu seketika menghentikan aktivitasnya.
Mereka tidak menyangka wanita itu mempunyai seribu nyawa dan berani menyinggung wanita terhormat mereka.
Sementara selir kedua tidak memperdulikan tatapan sinis yang begitu meremehkanya.
Selir kedua sekarang sedang bahagia-bahagianya.
Saat ini cuma dia seorang selir Putra Mahkota. Otomatis gelar Permaisuri akan menjadi miliknya.
Dia tersenyum puas.
Tanpa mengotori tanganya Sudah ada tangan yang lain membantunya.
Senyumnya tidak pernah pudar saat selir pertama sudah tidak bisa membela dirinya lagi.
""Walaupun kau sudah membantuku. Aku juga akan tetap mempermalukan mu.
Batin selir kedua dengan seringai puasnya.
Dia tidak takut sekalipun wanita itu mempunyai jiwa Phoenix.
Dia tidak menyukai wanita bercadar itu. Karena wanita itu sangat Kuat dan dia yakin di balik cadarnya itu tersembunyi kecantikan yang luar biasa seperti gosip yang di dengarnya.
"Aku tidak ingin membahasnya lagi karena mulutku sudah pegal dan badanku juga lelah. Jawab Ivona santai.
"Kauu... selir kedua merasa marah dan geram. Wanita itu telah melanggar janjinya.
""Kenapa?
"Kau begitu penasaran dengan hidupku?