Cinta Sang Dewa Dingin

Cinta Sang Dewa Dingin
EPISODE. 119


Yu Jie dan Jing Huli juga pergi dari sana,


Mereka juga tidak ingin kena sasaran yang maha benar itu.


"Hufft, Lelah juga.


Yu Jie menelungkupkan badanya di matras yang ada di gazebo Paviliun mereka.


"Aku heran, kenapa kamu baru merasakan lelah,


" Aku saja sudah merasa kelelahan sejak tadi.


"Kekuatanku terkuras habis di buat, tanaman kerajaan langit ini. Ucap Jing Huli,


Dia merasa Yu Jie mempunyai kekuatan yang tersembunyi.


"Aku juga tidak tau kenapa,


"Aku mau tidur, Jangan ganggu aku.


Balas Yu Jie matanya langsung terpejam.


"ckk..


"Dasar tukang tidur.


Jing Huli langsung pergi dari sana, Dia tidak ingin menjadi dayang-dayang Yu Jie. Dan menemaninya tidur.


**


Di Istana yang penuh dengan kesunyian, Heng Yuze duduk malas di Kursi taman miliknya.


Hamparan hijau yang di tumbuhi bunga-bunga yang sedang bermekaran, seakan ikut merasakan kegundahan majikanya,


Angin yang mengalir terasa dingin dan sejuk,


Aroma segar yang keluar dari inti sari setiap Bunga itu terasa wangi. Tetapi bagi laki-laki bermata legam itu, terasa hambar.


Heng Yuze masih membayangkan sosok wanita cantik di taman milik Kaisar langit.


Wajah itu sedikit akrab dan familiar, Heng Yuze mencoba mengingat, dimanakah dia pernah bertemu dengan sosok wanita cantik yang benama Yu Jie itu.


Heng Yuze melayangkan tanganya di udara,


Pantulan cermin timbul di depanya.


Dicermin itu Heng Yuze dapat melihat.


Sosok Wanita yang baru saja di pikirkanya, kini sedang tidur cantik.


Heng Yuze menatap teduh wajah Yu Jie,


"Apakah kamu kelelahan?


"Kamu juga tidurnya sembarangan.


Bisik Heng Yuze sambil mengusap Rambut lembut Yu Jie.


"Syaapp,


Dalam sekejap Heng Yuze sudah berpindah tempat.


Kini dirinya berada di samping Yu Jie.


Entah apa yang terjadi Heng Yuze memapah Yu Jie kepaviliun.


Mungkin jika ada yang melihat, Orang itulah yang paling beruntung dan yang paling sial, Karena telah melihat yang Maha Dewa Tinggi itu memapah seorang pelayan.


Yuze meletakkan Yu Jie dengan hati-hati, layaknya sebuah barang yang takut tergores.


Yuze masih setia duduk di samping Yu Jie.


Tangan Yuze yang sangat ramah itu tidak berhenti mempelai rambut panjang milik Yu Jie.


Yuze hanya merasa, Batinya terasa tenang saat dekat dengan Yu Jie.


"Kamu siapa?


"Kenapa Rasa gelisah ku yang ku alami beberapa hari ini, bisa hilang sejak pertama melihatmu.


Tanya Yuze.


Tapi sayang yang di tanya masih di alam mimpi.


Yuze menarik selimut Yu Jie,


Cara Wanita itu tidur sungguh tidak ada anggun-anggunya.


Terkadang Yu Jie akan meraba-raba sekitarnya, Mungkin mencari tempat nyaman.


Dan terkadang yang di rabanya Paha Yuze yang memang masih duduk di sampingnya sambil bersandar di tempat tidur.


Sungguh lama Yuze menemani wanita itu tidur.


Yuze sudah seperti menemani istrinya sedang istirahat.


Saat Yuze melihat kelopak mata Yu Jie bergerak.


Dirinya langsung mengubah tubuh transparannya. Jangan sampai wanita itu mengetahui, bahwa dirinya sedang menemaninya tidur.


Sementara Yu Jie saat ini merasakan sesak di dadanya.


Dia melihat tubuh kaku seorang laki-laki di tempat tidur.


Mata Laki-laki itu tertutup rapat


Yu Jie semakin merasakan sesak di dadanya.


Dia menyentuh tubuh kaku itu.


Jangan pergi,


"Aku mohon.


Jika kamu pergi aku tidak akan mau bertemu denganmu lagi.


"Jangan pergi..Hiks.


Yuze yang melihat Yu Jie tiba-tiba menangis langsung mengubah bentuk tubuhnya.


" Hei..Ada apa?


"Tenanglah.


Ucap Yuze sambil menggenggam tangan mungil Yu Jie.


Membuat Yuze membeku..


Ada kenyamanan di hatinya saat tubuh Yu Jie memeluknya.


Aroma tubuh Yu Jie membuat perasaanya tenang dan damai.


"Jangan pergi..Hiks.


Suara Yu Jie melemah, Saat dirinya merasakan Dada yang kokoh memeluknya dengan erat.


Yuze melihat Yu Jie dengan sorot mata yang berbeda.


Perkataan wanita itu sama persis dengan apa yang pernah di mimpikanya.


"Kamu siapa sebenarnya.


Ucap Yuze serak, Dia sangat penasaran dengan sosok wanita cantik yang berada di pelukanya itu.


Yuze mengeluarkan sihirnya.


Ternyata wanita itu mempunyai jiwa burung yang unik bagi Yuze, Karena selama ini belum pernah Yuze melihat klan yang berjiwa burung yang berwarna biru.


Yuze mencoba mengingat klan manakah yang memiliki jiwa burung yang berwarna biru.


Tetapi Yuze tidak dapat mengingatnya.


Dan dia pun merasa bahwa dirinya belum pernah bertemu dengan klan yang mempunyai Jiwa burung yang berwarna biru seperti Yu Jie.


"Aku akan meminta Kaisar mengumpulkan klan yang berjiwa burung.


Batin Yuze.


Setelah Yuze merasa bahwa Yu Jie sudah mulai tenang, dirinya pergi dari Paviliun, karena matahari sudah mulai berwarna jingga terang.


Jing Huli pergi ke Paviliun Yu Jie.


"Yu Jie, bangun..


"Apa kau tidak lapar,


"Bisa-bisanya kau tidur seharian.


Ucap Jing Huli sampai geleng kepala.


Dia merasa Yu Jie sudah seperti manusia biasa, Yang harus memiliki waktu tidur yang panjang.


Mereka ini calon Dewi Tinggi..


Tidak ada sejarahnya seorang Dewi tidur panjang seperti yang di lakukan Yu Jie saat ini.


Jika ingin menghilangkan kelelahan dan merasakan hati yang tenang serta jernih, cukup dengan melakukan meditasi.


Maka semuanya akan kembali seperti semula.


"Aku masih mengantuk.


Rengek Yu Jie.


Dia mengambil selimut yang sudah di tarik Jing Huli, Dengan santainya Yu Jie memakainya kembali.


"Terserah lah.


"Aku ingin pergi ke dapur


"Soalnya para pelayan yang lain sudah menuju kesana mengambil jatah makan malamnya.


"Aku yakin, jika kau masih tidur, Siap-siaplah jatah makanmu di ambil pelayan yang lain. Jing Huli mencoba menakut-nakuti.


"Minta tolong ambilkan.


Balas Yu Jie, Matanya masih setia terpejam.


Bibir Jing Huli berkedut.


Sia-sia saja dirinya berbicara panjang lebar.


"Ayolah..


"Aku tidak mau sendiri.


Jing Huli menarik tangan Yu Jie.


"Iya..


"Tangan ku jangan di tarik, Sakit Jing Huli.


Ucap Yu Jie sambil terduduk di tempat tidurnya.


Dia membuka matanya, lalu terbelalak.


"Sejak kapan aku ada di kamarku.


"Apa kau yang mengangkatku ke kamar?


Jing Huli mengerutkan keningnya.


Lalu menjawab dengan gelengan.


"Lalau siapa yang mengangkatku kesini?


"Mungkin kau sendiri yang jalan,


"Tapi karena sedang mengantuk berat, sehingga kau tidak sadar, bahwa kau sudah pindah tempat tidur.


"Masalah itu saja pun kau harus kaget begitu.


Ucap Jing Huli yang sudah keluar duluan.


Dia merasa teman satu penderitaannya itu sedikit aneh.


"Mungkin benar, Apa yang di katakan Jing Huli.


Ucap Yu Jie berfikir positif.


"Tunggu Jing Huli.


Teriak Yu Jie sambil berlari menuju ke arah Jing Huli.


"Salam kepada Dewa Hukum.


Ucap mereka berdua bersamaan.


Saat mereka tidak sengaja berpapasan dengan Dewa Hukum.