
Disana akan tercatat semua tentang kisah hidupnya selama di Dunia fana.
Heng Yuze saat ini menatap hamparan kolam suci yang di peliharanya.
Di kolam itu terdapat beberapa bayi dari beberapa klan. bayi Duyung, bayi Naga, dan juga bayi ular Suci berkepala sembilan.
Para bayi yang sudah berumur puluhan tahun itu hanya bisa menatap Sang Dewa tinggi dengan tatapan binggung.
Sebentar lagi mereka akan berubah menjadi manusia golongan anak kecil karena mereka akan genap berumur seratus tahun.
Sudah tiga bulan Dewa Putra Mahkota itu tidak mengunjungi mereka.
""Apakah Dewa sedang ada masalah?
Bayi Duyung itu bertanya kepada dua temanya.
"Aku Tidak tau.
"Lagian sejak kapan sang Dewa memiliki masalah.
"Masalah tidak akan berani menghampirinya. "Mereka sungguh takut menghadapi sang Dewa tinggi kita.
Jawab Naga Hitam dengan bangga.
Membuat Duyung dan ular berkepala sembilan memutar matanya malas.
Mereka tau teman mereka itu sangat menjunjung tinggi Dewa Putra Mahkota. Sama seperti mereka yang sangat menghormati Dewa Heng Yuze.
Lima sosok Dewa memasuki Istana milik Heng Yuze dari auranya Heng Yuze bisa mengetahui sosok kelima Dewa itu. Hanya ke-lima Dewa itu yang sangat berani mengusiknya.
Dewa Takdir bejubah kuning dan selalu berpenampilan Ceria,
Dewa Bulan berjubah coklat dan berpenampilan tenang dan santai.
Dewa Bintang berjubah ungu dan seorang perayu ulung.
Dewa Matahari berjubah Merah terang benderang layaknya pengantin berjalan suka ceplas-ceplos.
Dewa Hukum berjubah Hitam pekat dan badan kekar selalu berbicara terus terang.
Ke--lima Dewa itu sosok yang selalu membuat Heng Yuze jengah akan sifat-sifat sahabatnya.
"Salam kepada Dewa Putra Mahkota. Mereka berlima memberi salam kepada Heng Yuze sambil menampilkan smirk masing-masing.
”Ckk.. tidak bisakah Dewa tinggi kita ini tidak selalu mengurung diri?
""Ayolah Heng Yuze dirimu sudah tidur selama tiga bulan.
""Bayangkan tiga bulan.
Terang Dewa Matahari.
Mereka semua sudah kembali ke mode persahabatan dan tidak canggung lagi dalam berbicara.
""Apakah kamu tidak ingin keliling-keliling menikmati pemandangan yang beragam di tujuh alam semesta ini?
Dewa Bintang tak kalah antusias.
Kemanapun pergi Heng Yuze dia akan ikut mengekor karena hanya karena keberadaan Heng Yuze lah maka para Dewi-Dewi akan datang berkerumunan layaknya tawon penghisap madu.
""Istirahatlah jika kamu masih lelah. Tidak usah menghiraukan mereka.
Ucap Dewa Bulan lebih bersikap dewasa dari yang lain.
Sementara Dewa Takdir dan Dewa Hukum hanya penonton setia saja.
Dua sosok pengawal Heng Yuze dengan sigap melayani ke lima tamu Dewa itu.
""Ambilkan catur. aku akan bermain dulu dengan Yang Mulia sebelum turun kebumi dan menjalani hukuman ku.
Ucap Dewa Hukum.
Heng Yuze melayani kelima sahabatnya itu. Seperti biasa dengan menampilkan raut datar andalannya.
""Ckk..kukira aku menang.
"Karena dalam tiga bulan ini aku sudah berlatih kepada Guru Dewa Agung.
"Ternyata aku masih saja kalah.
Dewa Hukum tertunduk lesu sambil menghela nafas panjang.
""Sekali lagi.
Ucap Heng Yuze dengan tenang.
Sudah lama dirinya tidak bermain catur dengan sabatnya itu. Dan hal yang sama selalu terjadi sahabatnya itu akan selalu kalah.
""Ku dengar Buku kehidupan mu belum terisi.
"Apakah benar?
Dewa Hukum bertanya sambil memfokuskan bidak caturnya yang berwarna putih.
""Hmm.
""Jadi apa yang akan kamu lakukan?
Dewa Bintang ikut menimpali.
Tangan Heng Yuze berhenti di udara sambil memelin-milin catur hitam di jarinya.
Ucap Heng Yuze sambil menatap kelima sahabatnya itu.
Ke- Lima sahabatnya itu langsung terkejut dengan pertanyaan yang belum pernah di tanyakan Heng Yuze seumur hidupnya.
""Apakah kamu merasakan kegelisahan sejak terbangun dari tidur PanjangMu?
Dewa bulan bertanya sedikit penasaran.
""Hmm.
""Aku merasa semenjak bangun. Hatiku terasa kosong dan terkadang terasa sakit tapi aku binggung karena apa?
"Dewa tabib sudah memeriksanya dan mengatakan aku sehat-sehat saja dan hanya perlu istirahat.
Heng Yuze akhirnya mengatakan kepada kelima sahabatnya itu cepat atau lambat sosok kelima Dewa itu akan segera tau permasalahannya.
Dewa Takdir kini sibuk mencatat semua yang terjadi di hadapanya karena hal itu sebagian dari tugasnya.
Tanganya bahkan bergetar saat Dewa Putra Mahkota itu mengatakan hatinya terasa sakit. Dewa Takdir tidak menyangka Dewa Tinggi yang memiliki hati yang beku itu akan mengalami rasa sakit.
Berita ini akan mengguncang seluruh kerajaan langit.
""Jangan lupa bagi-bagi keuntungannya nanti bisik Dewa Matahari di telinga Dewa Takdir membuat sang empunya merasa geli dan bersikap acuh.
Dia paling mengerti tabiat Dewa yang satu itu. Dewa yang selalu mengambil ke untungan sekalipun saat keadaan mendesak.
""Seandainya buku kehidupanmu terisi. Sedikit banyaknya Mungkin kita akan tau penyebab kamu mengalami hal itu. Dewa bulan berkata walaupun sedikit tidak yakin dengan jalan pikiranya yang tiba-tiba nyasar.
""Apakah keluargamu yang kamu tinggalkan di dunia fana begitu mencintaimu sehingga mereka mengutuk Dewa karena memanggilmu terlalu cepat?
"Karena bagaimanapun umurmu bahkan masih tergolong muda saat kamu kembali. Ucap Dewa Hukum.
Mereka semua mengangguk setuju dengan perkataan Dewa Hukum.
""Bagaimanapun mereka mengutuk Dewa hal itu tidak akan berpengaruh.
Dewa Bintang memberikan tanggapannya.
Mereka semua juga kembali mengangguk. Menyetujui perkataan Dewa Bintang.
""Apa sebaiknya kita tanya saja ke pada Kaisar.
"Kaisar lebih tau tentang masalah ini.
Dewa takdir yang hanya pendengar setia sejak datang kini memberikan saranya.
Dan mereka mengangguk.
Termasuk Heng Yuze yang menyetujui saran Dewa Takdir .
Di aula Istana Kaisar sedikit terkejut melihat ke enam Dewa nya.
Mereka Datang dengan wajah begitu serius membuat Kaisar mengerutkan keningnya.
Dia yakin jika Dewa yang enam itu sudah berkumpul pasti
hal itu menyangkut Dewa Putra Mahkota.
""Apa yang kalian lakukan disini?
""Ckk. Bahkan selesai rapat pertemuan. Kalian langsung pergi meninggalkanku.. Keluh Kaisar kesal melihat Dewa-dewa muda itu.
""Berhentilah mengeluh pak Tua. Ini lebih penting dari pada Masalahmu. Ucap Dewa Matahari yang tak lain Putra dari adik Kaisar itu sendiri.
""Kau..dasar bocah tengik.
Kepala Kaisar langsung berdenyut. Kehadiran ke enam sosok Dewa itu terutama kelima Dewa itu membuat mood-nya langsung turun drastis.
Apalagi keponakanya itu sendiri sungguh memiliki sifat yang sama dengan Ayahnya. Adiknya sendiri.
'"kalian pergilah.
"Tinggalkan kami berdua.
"Aku ingin berbicara tenang dengan Kaisar.
Heng Yuze langsung duduk di kursi kebesarannya membuat ke lima Dewa itu langsung bungkam sementara Kaisar merasa lega. Dia akan mati berdiri jika berhadapan terus dengan Dewa-dewa muda itu.
Dengan berat hati kelima Dewa itu pergi. Jika sosok yang dingin itu sudah kembali keasalnya maka mereka tidak berani mengusiknya lagi.
""Baik yang Mulia.
Setelah kelima sosok itu tidak terlihat.
Kaisar sudah kembali ke mode serius.
""Katakan lah apa yang terjadi kepadamu.
Semenjak Dewa Putra Mahkota itu terbangun sang kaisar sudah merasakan kejanggalan dengan raut wajah Heng Yuze.
Heng Yuze menceritakan semua yang di rasakannya kepada Kaisar.
Sang Kaisar mengangguk tanda mengerti.
Lalu menghembuskan nafas beratnya.
Sungguh dia tidak punya solusi dengan masalah Dewa Putra Mahkota.
Karena Rahasia mereka bertiga memang Takdir langsung dari sang langit.