
Membuat mereka yang melihat itu hanya bisa gigit jari dan mengumpat dalam hati.
Bahkan Sang Dewa Tinggi itu tidak segan-segan melakukan adegan romantisnya di depan mereka.
Ke lima sahabatnya juga sudah sangat jera datang ke Istana sahabatnya yang tidak tau malu itu. Mereka tidak ingin menjadi nyamuk bagi ke dua insan itu.
Mereka juga pemilik Dunia ini. Mereka tidak menumpang di sana.
***
Hari yang di tunggu-tunggu telah datang.
Sosok yang berjubah putih emas itu kini berdiri dengan kokoh di altar singgasana.
Wanita yang saat ini sedang berjalan anggun menuju ke arahnya, Membuat sosok itu tak berkedip.
Semua pasang mata hampir saja meleleh di buat kecantikan sang Dewi Tinggi itu.
Pernikahan Kedua sosok yang Tinggi itu hanya bisa di hadiri oleh penguasa tinggi sang kerajaan langit.
Pernikahan Dewa Tinggi Putra Mahkota dan Dewi Tinggi Phoenix hanya di ketahui sesama Dewa dan Dewi Tinggi saja. Entah apa yang membuat sosok yang berkuasa itu merahasiakannya. Mereka tidak tau. Mereka hanya mengikuti titah Sang Maha Besar itu.
Memang Kebanyakan indentitas dari Sang Dewa dan Dewi Tinggi selalu di sembunyikan.
Chang Lian berdiri tepat di depan Heng Yuze.
Heng Yuze menelan salivanya saat melihat istrinya yang begitu cantik. Istrinya itu selalu saja membuat hatinya dag-dig-dug.
Mereka menerima Restu dari Kaisar Langit dan Dewa Agung.
Lalu Mereka berdiri di hadapan Sang Dewa dan Dewi Tinggi yang ada di Aula
"Selamat untuk Dewa Tinggi Putra Mahkota dan Dewi Tinggi Phoenix.
Ucap mereka serentak sambil menunduk hormat.
"Ckk..Beruntunglah si balok es ini. Batin Dewa Bintang.
"HM..Si balok es sekarang sedang bahagia-bahagianya. Batin Dewa Matahari.
"Akhirnya sosok yang beku itu telah mencair. Batin Dewa Bulan.
"Apakah ada yang terlewatkan? Batin Dewa Takdir sambil melihat kembali buku Takdirnya.
Ke empat Sahabatnya yang membatin itu. Di dengar Heng Yuze. Karena mereka melakukanya dengan telepatinya. Bahkan Chang Lian juga mendengarnya. Dia sudah paham dengan sifat-sifat para sahabat suaminya itu.
Heng Yuze bersikap cuek saja.
Sementara Dewa Hukum sedang tidak bisa menghadiri acara pernikahan Dewa Tinggi Putra Mahkota dan Dewi Tinggi Phoenix. Dewa Hukum saat ini sedang menjalani hukumanya di alam petir.
Acara pernikahan ke dua insan berbeda gender itu telah selesai.
Istana Dewa Tinggi Putra Mahkota saat Ini sedang penuh-penuhnya. Para Dewa dan Dewi Tinggi yang di berikan kesempatan memasuki Istana megah itu. Datang berbondong-bondong.
Mumpung masih di kasih kesempatan pergunakan saja. Pikir mereka.
Di dalam Istana milik Dewa Tinggi Putra Mahkota terdapat Beberapa pusaka yang sangat langkah dan juga kuat. Istana itu juga penuh dengan aura Langit.
Mungkin karena sosok yang kedua itu sudah bersatu sehingga aura langit di sana semakin pekat.
Heng Yuze menahan rasa sabarnya saat semua para Dewa dan Dewi kesempatan menghirup aroma Langit miliknya.
Bahkan hamparan hijau yang belum pernah di masuki sembarangan. Kini sudah berjejer rapi para Dewa dan Dewi itu melakukan meditasi.
Kaisar langit dan Dewa Agung juga tak ketinggalan. Mereka memanfaatkan hal itu.
Jika Kaisar langit menuju kolam suci milik Heng Yuze. Dewa Agung menuju kebun persik di belakang Istana Heng Yuze. Dewa Agung sedang menargetkan satu buah persik yang saat ini berwarna merah jingga. Jarang-jarang persik itu menghasilkan buah berwarna merah jingga.
Konon katanya jika buah persik berwarna merah jingga, akan membuat awet muda seribu tahun jika memakanya dengan air suci milik Heng Yuze.
Mata tau si Ratu Phoenix jatuh cinta lagi kepadaku. Pikirnya.
Chang Lian masih sangat antusias berbicara dengan beberapa Dewi Tinggi. Dewi Petir sengaja memperkenalkan menantunya kepada para teman-temannya itu. Dewi Rubah yang tak lain ibu dari Jing Huli sedikit kesal melihat temannya itu.
"Dia tidak berhenti memamerkan menantunya.
Batinya.
Jika saja menantunya itu bukan sahabat dekat Putrinya maka Dewi Rubah itu akan mengejek menantunya itu. Dia mempunyai mulut yang sangat manis untuk membuat lawannya Terdiam.
"Selamat untuk Dewi Tinggi Phoenix. Ucap Jing Huli sopan. sambil melakukan budaya ala-ala sang Dewi.
Sejak ibunya tau bahwa dia adalah Putrinya. Dia di latih keras oleh sang ibu untuk bisa secepatnya menyandang gelar sebagai Dewi Tinggi rubah.
"Ckk..Tidak perlu terlalu sopan seperti itu. Balas Chang Lian sambil menarik Jing Huli ke sebuah kursi besar. Dia ingin berbicara kepada sahabatnya itu. Walaupun dia tidak mengingat lebih dalam tentang Sahabatnya itu. Chang Lian tetap merasa akrab ke pada sahabatnya itu.
Ke empat Dewa Tinggi itu, sedang menatap Dewa Tinggi Putra Mahkota Heng Yuze yang saat ini sedang gelisah.
"Apakah dia tidak sabar lagi melakukan malam pertamanya. Ucap Dewa Bintang. Dia sangat kesal mengingat perkataan Sahabatnya Heng Yuze tadi.
Bisa-bisanya sahabatnya itu menyuruh mereka memanggil Dewi Phoenix dengan panggilan kakak ipar.
Dewi Bintang dan Dewa Matahari langsung menolaknya mentah-mentah..Mereka tidak menyukai panggilan itu. Mereka lebih suka Dewi cantik Chang Lian memanggil mereka dengan panggilan kakak.
Tetapi karena tatapan tajam yang mereka terima dari Netra legam itu. Akhirnya mereka menerimanya dengan pasrah.
Sang Dewa Tinggi Putra Mahkota itu sedang berada diatas saat ini. Dan Sampai selamanya posisi itu akan tetap seperti itu. Karena Dewa Tinggi Putra Mahkota adalah Dewa pilihan langit.
"Aku akan lama-lama disini. kalau bisa aku akan menginap.
"Aku akan membunyikan lonceng di menara dengan tiba-tiba.
"Supaya balok Es itu terkejut. Ucap Dewa Bintang Sambil tersenyum licik.
Ketiga Dewa itu juga ikut mendukung. Mereka juga saat ini sedang memutar otak mereka untuk membatalkan malam pertama Dewa yang Maha Tinggi itu.
Mereka tidak perduli jika sosok itu nanti marah. Itu urusan belakangan. Yang penting dendam mereka yang sudah mereka simpan selama beberapa hari ini terbalaskan.
membayangkan si balok Es itu bermesraan di depan mereka. Membuat jiwa para jomblo setia seperti Mereka meronta-ronta.
Bisa-bisanya si balokk Es itu melakukan adegan yang tidak pantas di lihat para jomblo.
Bahkan Dewa Bintang yang tidak tahan melihatnya mengadu ke Kaisar langit dan merengek untuk di berikan jodohnya. Dan lebih mirisnya lagi Kaisar Langit kembali mengeluh kepadanya, karena jodohnya juga belum datang.
Heng Yuze datang menghampiri ke empat Sahabatnya yang saat ini sedang menyusun rencana untuk menggagalkanya menjemput si kembar.
"Jangan coba-coba mengganggu kami.
"Aku takut si kembar tidak akan membiarkan kalian begitu saja.
"Mereka sudah sangat merindukan ibunya.
Ucap Heng Yuze datar.
Bibir ke empat Dewa muda itu berkedut.
"Tidakkah mereka salah dengar.
Mereka tidak takut kepada si kembar. Itu urusan belakangan. Lagian si kembar masih membutuhkan proses tumbuh kembangnya di rahim sang ibu.
"Yang dia kiranya si kembar langsung jadi dan besar. Batin mereka.
Lagian si kembar baru bisa membalasnya setelah umur mereka seribu tahun kedepan.
Mereka tidak takut ancaman si balok Es itu.