
"Aku meninggalkan Gua Giok dan memasang sihir Phoenix disana.
"Aku juga menyuruh pelayan setiaku menjaga Gua Giok itu.
"Aku pergi menyusul Putri dan menantuku kemedan perang.
"Ternyata setelah aku tiba disana-
Ratu Phoenix itu menjeda ucapanya.
Hatinya masih sangat teriris saat menyaksikan tubuh tak berdaya Putrinya dan menantunya.
"Tidak usah di lanjutkan lagi.
"Kami juga sudah tau cerita mengenai Putrimu dan menantumu.
Ucap Kaisar langit sedikit tidak tega. Dirinya merasa kasihan dengan kehidupan Ratu Phoenix teman dekatnya itu dulu.
Ratu Phoenix mencoba menahan air matanya.
"Setelah aku melakukan Ritual penyucian jiwa Putriku dan Menantuku.
"Aku pergi ke Gua Giok.
"Setelah aku tiba di sana, ternyata sihir Phoenixku di Gua itu telah hancur.
"Pelayan setiaku juga menghilang.
"Dan cucuku yang di Danau suci juga hilang.
"Aku menjelajahi lapisan atas dan bawah.
"Namun Jiwa cucuku tidak juga kutemukan.
"Setelah aku turun ke dunia fana.
"Aku melihat pelayan setiaku ternyata sedang menyamar menjadi manusia biasa, dan baru saja menikah dengan manusia biasa juga.
Kaisar langit, Dewa Agung bahkan Heng Yuze terkejut saat ada pelayan dari seorang Dewi menikah dengan manusia.
Hal Itu sangat bertentangan dengan hukum alam.
"Aku marah besar dan langsung menghukum pelayan ku itu.
"Aku juga menarik kehidupan abadinya dan kekuatanya.
"Aku juga mengatakan kepadanya bahwa dia tidak akan bisa kembali lagi ke langit, kecuali Cucuku di temukan dalam keadaan sehat.
Ucap Ratu Phoenix sambil menangis tersedu-sedu.
Air mata yang telah di tahanya sejak tadi kini tumpah lagi membanjiri pipih tirusnya.
Tubuhnya bergetar hebat.
Selain dirinya kehilangan orang-orang yang sangat di cintainya.
Dia juga di hianati pelayannya.
Dan lebih memilih menikah dengan manusia biasa.
Dari pada menuruti perintahnya.
"Aku menjelajahi beberapa kerajaan, dan berakhir di dataran rendah.
"Disana banyak orang-orang yang menjalani kehidupan yang sangat menderita.
"Aku berhenti di sana dan membangun kerajaan kecil di dataran rendah itu.
"Setelah aku menemukan seorang pemimpin yang pas untuk kerajaan itu.
"Aku pergi dari sana dengan meninggalkan Artefetak langit milikku.
"Aku sangat berharap suatu saat cucuku akan hadir di sana, dan mengambil Artefetak itu.
"Dan beberapa Minggu yang lalu, aku merasakan Artefetak milikku menunjukkan cahayanya.
"Aku yakin itu adalah cucuku.
"Karena hanya keturunanku lah yang bisa mengaktifkanya.
"Dan benar saja ternyata itu cucuku yang sedang berinkarnasi.
"Aku tidak tau dimana dia sekarang.
"Aku juga sudah mencoba melihat kerajaan daratan rendah itu, yang saat ini telah berubah nama menjadi kerajaan Giok.
"Dan disana juga ada gambar sosok perempuan yang mempunyai jiwa Phoenix.
"Aku sangat yakin sekali Dia itu cucuku.
"Dan cucuku yang tertelan Danau suci itu ternyata juga sudah menyatu dengan sisa jiwanya yang tertinggal di Gua Giok.
"Setelah aku memasang sihir Phoenix milikku untuk melacak keberadaannya.
"Sihirku tidak dapat melakukannya.
'Kini Cucuku kembali menghilang seperti dulu.
"Sekarang aku datang kesini untuk bertanya kepada kalian.
"Dimana cucuku..Hiks.
"Bukankah jika seorang Dewi berinkarnasi kalian juga turut campur tangan?
"Aku mohon Kebijakan Kaisar Langit.
"Untuk menemukan cucuku dan memenuhi tanggung jawabmu sebagai Kaisar Langit.
"Dewa Tinggi Putra Mahkota saja sudah kembali.
Tetapi kenapa cucuku tidak kembali.
Keluh Ratu Phoenix.
"Bahkan aura Phoenix nya tidak dapat kutemukan Hiks..hiks.
Ratu Phoenix itu berbicara panjang lebar.
Dirinya seperti orang linglung saat ini.
Tenaganya telah terkuras habis untuk mencari cucunya.
Ratu Phoenix itu mencari cucunya seperti mencari jarum di tumpukan jerami.
Dewa Agung ikut menitikkan air matanya.
Dia merasa wanita itu sangat menderita.
Hatinya sangat sakit melihat wanitanya menangis pilu.
Jika dirinya punya wewenang untuk membolak-balikkan tujuh tatanan alam surgawi mungkin sudah di lakukanya sejak tadi untuk mencari cucu wanita itu.
Kaisar langit masih mematung.
Hal ini sangat sulit untuknya.
"Apakah cucu Ratu Phoenix terlalu istimewa Sehingga Langit juga harus ikut campur tangan.
Batin Kaisar langit.
"Tamba lagi satu sosok yang masuk kedalam daftar urusan Langit.
'"Bahkan dia seorang Dewi.
"Dengan Dewa siapa dia berjodoh sehingga Dewi Phoenix itu harus mengalami semua ini.
"Tidak mungkinkan Dewi kecil itu jodohku atau jodoh Dewa Agung.
Batin Kaisar langit sambil bergidik ngeri membayangkanya.
Walaupun mereka masih gagah dan kuat hal itu sangat menggelikan untuknya.
"Atau dia jodoh Dewa Putra Mahkota?
"Bukankah dia Punya jiwa Naga suci.
"Atau jangan-jangan Dewi itu juga yang menjadi pasangannya di dunia fana.
Batin Kaisar langit terkejut batin.
"Pantas saja Dewa dingin ini selalu merasa gelisah.
"Dan pantas saja Sihir menyucikan pikiranya tidak mempan.
"Karena Dewa Putra Mahkota ini, jatuh cintanya kepada sang Dewi Tinggi juga.
'"Apalagi Dewi itu pilihan langit.
"Seperti apa kira-kira raut wajah Dewi itu.
" Apakah sama cantiknya dengan Ratu Phoenix atau lebih cantik.
"Jangan-jangan kecantikannya dapat meruntuhkan kerajaan langit ku lagi.
Kaisar langit bermonolog panjang dalam hatinya.
Dia bahkan menjadi berfikir yang tidak-tidak.
Membuat Dewa Agung dan Dewa Putra Mahkota merasa curiga.
Mereka mencurigai Kaisar itu sedang mengetahui sesuatu.
"Ehemm..
Kaisar langit sedikit berdehem saat menyadari keterdiamannya yang cukup lama.
"Aku akan mencoba melakukan Ritual Penyempurnaan Jiwa milikku.
"Aku akan mencari Cucumu di tujuh lapisan alam ini
Ucap Kaisar mencoba menyenangkan Ratu Phoenix.
Ratu Phoenix mengangguk dengan antusias.
Dia sangat berharap cucunya dapat di temukan.
Jika tidak, maka dia akan melemparkan kursi panas ke tiga sosok itu.
Kaisar langit mencoba ritualnya.
Cahaya berkilau mengelilingi aula itu.
Sekuat tenaga Kaisar mencari jiwa Phoenix Emas yang berada di tujuh alam semesta ini.
"Bluuur.
Cahaya itu redup.
Keringat bercucuran di pelipis Kaisar Langit.
"Bagaimana Kaisar.
Tanya Ratu Phoenix sedikit cemas.
Kaisar menggelengkan kepalanya.
"Kenapa aku tidak bisa menemukanya.
"Apakah langit masih ikut campur tangan dengan takdirnya?.
Batin Kaisar Langit.
Jika para Kaisar-Kaisar langit terdahulu masih ikut campur tangan kemungkinan dia tidak bisa berbuat apa-apa.
Mereka hanya bisa menunggu.
Menunggu waktunya tiba.
"Dewa Putra Mahkota aku mohon bantuanmu.
Pinta Ratu Phoenix kepada Heng Yuze.
"Mungkin aku juga tidak bisa karena langit masih ikut campur tangan dalam takdir cucu Ratu Phoenix.
Balas Dewa Putra Mahkota.
Dia yakin Langit sedang ikut campur tangan.
"Kenapa kalian malah seperti ini.
", Bukankah kalian mempunyai wewenang?
"Untuk apa kalian memiliki kekuatan bahkan di sembah- sembah kaum Fana jika menemukan cucuku saja kalian tidak sanggup.
Teriak Ratu Phoenix. Hilang sudah ke agunganya.