Cinta Sang Dewa Dingin

Cinta Sang Dewa Dingin
EPISODE. 69


Ba Xi'an kembali ke Istana Phoenix akhir-akhir ini gairah hidupnya redup. Dirinya seperti manusia patung yang bernafaskan.


Ba Xi'an memasuki kamar Putra kesayangannya itu.


Di tempat tidur Putranya telah tertidur pulas. Beberapa bulan ini putranya memilih tidur sendiri.


Ba Xi'an hanya bisa pasrah melihat sifat anaknya yang terkadang lebih dewasa dari umur seusianya.


Ba Xi'an mengelus Surai anaknya dengan lembut. Melihat wajah anaknya yang sangat mirip dengan istrinya membuat Ba Xi'an yang sangat merindukan wanita tercintanya sedikit terobati.


*


Ba Xi'an merebahkan tubuh panjangnya di ranjang. Setelah melihat sang Putra di kamarnya.


Ba Xi'an memandangi lukisan istrinya yang begitu besar terpampang di dingding kamar tepat di hadapannya. Sebelum tidur Ba Xi'an akan mengajak piguran itu berbicara sekalipun tidak ada jawaban.


Mungkin bagi orang yang melihat Putra Mahkota seperti itu pasti menganggapnya gila. Tetapi bagi Ba Xi'an  justru dia ingin tetap menjaga kewarasannya.


""Apakah kamu terlalu bahagia di sana?


""Sehingga kamu enggan datang ke mimpiku?


""Kenapa kamu selalu tersenyum?


""Aku sungguh merindukanMu Sayang.


""Aku mohon datanglah ke mimpiku walau cuma sebentar..


Ucap Ba Xi'an serak


Kasim Tua yang masih berdiri di depan kamarnya menghembuskan nafas beratnya. Selama beberapa tahun ini dirinya sudah terbiasa melihat Putra Mahkota itu menunjukkan ke rapuhanya.


""Sampai kapan yang Mulia seperti ini ya Dewa. Batinya.


**


Disisi selain Ivona serta rombonganya sudah Hampir dua bulan melakukan perjalananya yang sangat melelahkan. Saat ini mereka sudah memasuki kawasan kerajaan Phoenix.


""Ibu.. Apakah hidup kita harus kita habiskan di perjalanan?


""Kenapa?


"Apa Putra Ibu sekarang sudah menunjukkan ketidak sukaanya. Ivona mengelus pipi montok anaknya itu.


""Aku takut ibu kelelahan.


Ivona memeluk anaknya itu.


""Ibu tidak kelelahan.


""Apa ibu sudah siap bertemu dengan ayah?


""Degg.


Jantung Ivona mendadak berdegup kencang. Dia tau bahwa dia tidak bisa menyembunyikan apa-apa dari anaknya itu.


Putranya itu anak yang cerdas dan sensitif seperti Ayahnya.


""Apa ibu bisa mengelak?


""Adikmu masih di tanganya. Ibu harus mengambilnya kembali.


Lie Zhu menatap ibunya.


""Apa ibu tidak menyukai Ayah lagi?


Bibir Ivona berkedut. Pembahasan Anaknya itu sudah di luar ekspektasinya.


""Ibu tidak menyukainya. Ucapnya sedikit bergetar.


Keadaan di dalam kreta itu mendadak canggung. Elang Tua yang awalnya membuka tirai kereta itu sedikit. Kembali menutupnya.


Sementara Zhang dan yang lainnya ingin mengutuk kakek Tua itu. Bisa-bisanya kakek Tua itu mengurung mereka.


""Yang mulia sepertinya di depan dan di belakang kreta kita ada rombongan yang lain.


Suasana di dalam Kreta itu kembali Normal.


""Tau juga kakek Tua ini menyelesaikan masalah. Batin Zhang.


""Siapa mereka?


""Yang di belakang kita sepertinya rombongan dari kerajaan Matahari.


""Waahh...apa Kaisar itu mau pindah Kerajaan kenapa banyak sekali pengawal dan banyak kreta barang berjejer di belakangnya?


""Yang di depan siapa? Ivona tidak menghiraukan perkataan kakek Elang Tua itu. Sedikit banyaknya di sudah tau gaya kehidupan Kaisar Matahari. Kaisar beserta pengikutnya hidup dengan glamor. Hobi Kaisar itu berfoya-foya dan menghadiri acara-acara yang bisa memamerkan kekuasaannya. Apalagi saat ini kerajaannya telah menduduki posisi keempat membuat Kaisar itu semakin sombong dan angkuh.


""Didepan kita rombongan dari kerajaan fantasi dan kerajaan Bulan yang mulia.


""Yang Mulia dari jarak dekat ada restoran yang cukup ramai.


"Apakah kita akan singgah di situ yang Mulia.


Tanya elang tua.


Sedikit banyaknya dia mengetahui Ratunya itu tidak menyukai karamaian.


Karena takut identitasnya sebagai selir kelima kerajaan Phoenix terbongkar.


"Kita menginap di situ saja.


Walaupun Ivona tidak menyukai suasana yang ramai dirinya tidak boleh egois.


Para pengawalnya membutuhkan makan dan istirahat.


Rombongan Ivona telah memasuki sebuah restoran yang berada di ibu kota kerajaan Phoenix.


Restoran itu memang terlihat ramai. Dan tampak beberapa kelompok dari kerajaan yang lain sedang menikmati hidangan restoran itu.


Rombongan Ivona di tuntun pelayan restoran itu di tempat yang paling ujung.


""Maaf Nona. Restoran ini sedang ramai pengunjung dan tempat privat telah di pesan terlebih dahulu oleh beberapa kerajaan.


"Hamba mohon Nona tidak keberatan. Ucapnya sopan.


Ivona mengangguk dan duduk santai.


""Apa masih ada kamar yang kosong? Tanya Zhang penuh harap. Walaupun di kreta semua perlengkapan Ivona lengkap. Zhang tetap ingin Ivona dapat istirahat di tempat yang lebih aman dan tertutup.


""Ada beberapa kamar biasa Tuan. Kamar itu Tidak sebesar kamar yang lain. Di dalamnya juga tidak terlalu lengkap. Hanya tempat tidur di dalamnya juga ada kamar mandi dan sebuah lemari kecil. Terangnya.


""Kami pesan kamar yang itu saja.


Sebelum Zhang menjawab. Suara Ivona sudah duluan memutuskan.


""Baik Nona. Hamba akan membersihkan kamar Nona.


Ivona beserta yang lain makan dengan tenang. Sebelum mereka kesini Ivona telah mengingatkan mereka untuk tidak menimbulkan masalah atau menjadi pusat perhatian.


Di ruangan paling atas. Putra Mahkota kerajaan bulan yang saat ini sudah menjadi Kaisar yang baru. Telah memperhatikan rombongan Ivona sejak memasuki restoran.


Melihat wanita yang bercadar serta rambut hijau yang di gerai begitu saja telah menarik perhatiannya. Dirinya penasaran siapa sosok yang bercadar itu.


""Mereka dari kerajaan mana? Kaisar bulan yang bernama Gu. Yim. itu bertanya sambil menunjukkan dagunya kepada orang yang sedang di tanyanya.


""Dari informasi yang hamba dapat. Mereka adalah kerajaan Giok yang baru berdiri setelah di jajah dalam satu tahun ini oleh kerajaan Teratai Salju yang Mulia. Jelas sang Kasim di sampingnya.


""Apa kerajaan mereka yang akan kita sambut?


""Sepertinya seperti itu yang Mulia.


Putra Mahkota bulan itu cukup kagum. Kerajaan dari dataran rendah yang selama ini tidak pernah mendapatkan perhatian dari kerajaan yang lain kini telah melebarkan sayapnya.


""Apa wanita yang bercadar itu. Putri Mahkota?


""Iya yang  Mulia. Wanita itu adik dari Putra Mahkota kerajaan Giok. Dan saat ini Putri Mahkota itu tinggal di kerajaannya. Hamba dengar wanita itulah yang menghancurkan kerajaan Teratai Salju yang mulia.


""Menarik. Ucapnya.


""Apa dia yang mempunyai hewan suci tingkat tinggi dan puncak?


""Iya yang mulia.


""Bagus.


""Aku harap kalian jangan ada yang gegabah mengusiknya. Ucapnya kepada para rombonganya.


""Baik yang Mulia.


Walaupun mereka sedikit binggung. Mereka tetap mengikuti perintah sang Kaisar.


Didepan restoran rombongan dari kerajaan Matahari telah tiba. Para pelayan dan pemilik restoran itu menyambut Kaisar itu dengan antusias.


""Ckk...penjilat. cibir Jing mi.


Seandainya dia di beri izin memamerkan harta Ratunya yang tidak akan ada habisnya. Pasti sudah di lakukanya sejak awal. Jing mi menahan kesalnya. Bahkan sejak tadi banyak orang-orang yang menatap rombonganya dengan sinis. Ada juga yang terang-terangan mengejek mereka.


""Awas saja. Ancamnya


""Sementara Ivona hanya geleng-geleng kepala. Ivona selama ini telah berusaha mengubah karakter pengawalnya itu.


Tetapi sifat pengawalnya itu terlalu keras.


""Sepertinya sifat Rubah itu sudah mendarah daging. Batinya.