Cinta Sang Dewa Dingin

Cinta Sang Dewa Dingin
EPISODE. 138


Matahari sudah terbenam, Hari sudah malam tapi para sahabatnya dan yang lainnya masih betah di istana Megah milik Heng Yuze. Mereka belum beranjak pergi dari ke diaman Sang Dewa Tinggi Putra Mahkota.


Heng Yuze berpikir sejenak, Lalu dirinya menghampiri Chang Lian.


"Ayo kita pergi dari sini.


Ajak Heng Yuze.


"Kita mau pergi kemana?


Tanya Chang Lian sedikit penasaran.


"Ada tempat Rahasia yang khusus ku ciptakan untuk tempat kita berdua.


Jelas Heng Yuze sedikit berbisik. Dirinya takut di dengar telinga ke-empat sahabatnya itu.


Heng Yuze tidak mau malam indahnya di ganggu para Dewa jomblo yang karatan itu.


Karena para Dewa dan Dewi Tinggi itu sepertinya tidak berniat meninggalkan Istana Heng Yuze. Akhirnya Heng Yuze yang mengalah, membawa Chang Lian ke sebuah Istana rahasianya. Istana itu baru di ciptakan Heng Yuze saat dirinya baru mengenal sosok istrinya ini.


Chang Lian menurut saja, Toh Dia juga sudah menyapa para Dewa dan Dewi Senior.


Saat Heng Yuze dan Chang Lian tiba di tempat itu.


Chang Lian terkagum-kagum melihat tempat yang sangat indah itu. Istana itu terlihat minimalis namun di sekelilingnya terdapat pemandangan yang sangat menakjubkan. Di belakang Istana minimalis itu terdapat Pohon-pohon buah persik dan pohon buah plum. Buah ke sukaan Chang Lian.


Di samping kanan istana minimalis itu terdapat embun terjun yang sangat menyejukkan mata.


Di samping kanannya terdapat taman hamparan hijau.


Bambu-bambu kecil tumbuh dengan rapi di pinggiran hamparan hijau.


Udara di sana sungguh segar dan alami.


Chang Lian sangat menyukainya.


"Ini sangat indah dan sejuk.


Ucapnya, Matanya berbinar-binar melihat pemandangan indah yang ada di hadapannya.


Heng Yuze tersenyum melihat binar ke kaguman di mata istrinya.. Semenjak Heng Yuze melihat ingatan di masa lalu mereka. Heng Yuze pelan-pelan telah mengetahui semua ingatanya sewaktu menjadi manusia fana.


Heng Yuze tidak menyangka perjalanan kisah cinta Mereka di dunia fana sangatlah unik. Bahkan sampai sekarang dirinya masih geleng-geleng kepala mengingat, Penyebab istrinya itu menjadi selirnya di dunia fana.


Heng Yuze berfikir, Jika saja istrinya tidak melakukan hal itu, mungkin saja hatinya masih beku dan hidupnya masih terasa sepi.


Dia sangat bersyukur. Akibat kejadian itu dirinya bisa bersama dengan wanita yang sudah di takdirkan langit untuknya. Jika kejadian itu tidak terjadi mungkin dirinya masih mencari, ke kosongan di hatinya yang selama ini selalu di rasakan Heng Yuze.


Heng Yuze berulang-ulang mengecup sayang seluruh wajah istrinya. Seakan mengungkapkan rasa haru dan terimakasihnya kepada sang Istri.


Heng Yuze juga dapat mengetahui hal-hal yang di sukai istrinya dan yang tidak di sukainya.


Heng Yuze dan Chang Lian saat ini sudah duduk berdua dengan romantis di gazebo taman hijau itu.


Sesekali dirinya akan mencium tengkuk putih Chang Lian, Membuat Chang Lian merasa geli.


"Apakah kamu sudah siap menjemput anak-anak kita?


Tanyanya serak. Jiwa mesumnya mungkin sudah melekat sedari dulu. Dan yang paling anehnya hanya kepada sosok wanitanya inilah dirinya memiliki minat. Jika wanita lain Heng Yuze tidak memiliki minat sama sekali. Bahkan dirinya merasa risih jika di tatap para wanita. Makanya sampai sekarang belum ada wanita yang berani menyentuhnya selain istrinya ini. Bahkan Heng Yuze telah membuat peringatan kepada para Dewi, untuk tidak menyentuhnya sembarangan. Jika mereka sampai lancang, Maka dirinya sendiri yang akan menurunkan Dewi itu menjadi manusia biasa yang tidak dapat berinkarnasi menjadi Dewi lagi.


Itulah sangking parnonya Heng Yuze.


"Aku siap, Bahkan sangat siap. Chang Lian tersenyum senang. Tidak lama lagi ke dua sosok laki-laki yang sering di mimpikan itu akan hadir di hidupnya.


"Baiklah.


"Ayo..Ajak Heng Yuze sambil memapah istrinya ala bridal style.


**


Pertempuran panjang dan mendebarkan itu akhirnya terjadi.


Di dalam kamar istana minimalis itu, terjadi ikatan cinta yang saling mengasihi dan memberi.


Istana itu menjadi saksi bisu terjadinya kisah cinta ke dua insan itu. Yaitu kisah cinta Dewa Tinggi Putra Mahkota dan Dewi Tinggi Phoenix.


Ke Dua sosok yang sangat di hargai dan di Puja sang alam semesta.


Heng Yuze memperlakukan istrinya malam ini sangatlah lembut, Dia tidak terburu-buru. Dia akan pelan-pelan menuntun istrinya itu. Heng Yuze sangat mencintai semua yang ada pada diri Chang Lian istrinya, Sungguh dirinya sangat merindukan ke kasih hatinya itu .


Sementara Chang Lian tidak bisa lagi berkata-kata. Pemikirannya di luar ekspektasinya.


Dia terkejut-kejut mengingat kejadian tadi malam.


Suaminya itu membawanya ke tempat tidur dan melakukan adegan orang halal itu. Jantungnya berdebar-debar kuat saat sang suami menyentuh nya. Walaupun akhir-akhir ini Suaminya selalu bersikap intim. Chang Lian masih sangat terkejut. Walaupun Suaminya itu memperlakukanya bak Ratu.Tapi suaminya itu sangatlah buas. Bahkan suaminya itu tiada hentinya melakukan adegan suami istri itu. Chang Lian mengerutkan keningnya dia merasa hal itu sungguh sangatlah akrab dan familiar. Saat Chang Lian mencoba mengingatnya, Dia akan kembali kejalan buntu.


Matahari sudah menampakkan cahayanya.


Netra Emas Chang Lian masih terbuka lebar, Suaminya baru saja berhenti dan kini tertidur pulas di sampingnya bahkan ke dua tangan kokoh itu masih memeluknya dengan erat. Netra legam itu sudah tertutup rapat.


Wajah kokoh yang biasanya bersikap dingin. Kini terlihat tidur damai dan menggemaskan.


Chang Lian sangat menyukai wajah damai suaminya. Chang Lian tidak menyangka. Karena dirinya ingin segera bertemu dengan anak-anaknya, Chang Lian sangat patuh dan pasrah, Saat laki-laki itu tidak berhenti menyentuhnya dan terang-terangan menggodanya.


Tadi saat masih subuh sekali. Suaminya itu baru menjelaskan kepadanya cara untuk menjemput anak-anaknya yaitu dengan menyatukan mereka berdua. Walaupun Chang Lian masih Muda, Tapi dia juga sudah paham dengan hubungan suami Istri. Dia cuma merasa sedikit aneh saat suaminya itu berbicara dengan teka-teki. Seandainya suaminya itu berbicara jujur kepadanya sejak awal. Maka Chang Lian akan lebih mempersiapkan dirinya.


Dia juga tau ke wajiban sebagai istri.Walaupun dirinya belum memiliki pengalaman. Sebisa mungkin dia akan menjadi istri yang sempurna bagi suaminya Heng Yuze.


"Tidurlah, Kenapa masih menatapku.


"Apakah masih kurang, Ucap Heng Yuze dengan suara seraknya.


Mata legam itu kembali terbuka saat menyadari sang Istri masih terjaga.


Dia tau istrinya itu sedang bingung memecahkan Sebuah teka-teki yang di buatnya. Puzzle yang masih berantakan itu kini sedang di susun istrinya.