Cinta Sang Dewa Dingin

Cinta Sang Dewa Dingin
EPISODE. 141


Dewa Matahari melihat netra Emas milik Chang Lian.


"Aku takut suamimu itu akan menggila.


"Jika melihat kita berbicara seperti ini. Ucapnya sambil berbisik.


Chang Lian tersenyum.


"Kakak jangan mengatakan suamiku gila.


"Aku mewakili suamiku meminta maaf kak.


"Maafkan perkataan suamiku tadi kepada kakak Dewa Semua. Tutur Chang Lian sambil menatap Dewa yang di samping kanan dan kirinya bergantian.


Bibir Ke empat sang Dewa itu berkedut. Wanita yang di depan mereka ini sudah membela si balok Es sana.


"Apalah daya sosok yang disana telah menjadi suaminya, otomatis setiap istri akan selalu membela suaminya. Batin Mereka merasa cemburu.


"Adik cantik tidak usah khawatir, Kami sudah biasa menghadapi Dewa Tinggi Putra Mahkota. Jawab Dewa Bintang tenang. Namun bibirnya sudah menggerutu


"Pasti si balok Es itu senang karena telah di bela istri cantikanya ini. gerutu kesal.


Rapat aula telah selesai.


Ratu Phoenix sang nenek, Datang mengunjungi Chang Lian.


"Apakah cucu nenek ini bahagia?


Tanyanya dengan wajah sendunya. Bibirnya tersenyum tipis. Lebih tepatnya tersenyum miris.


Dia tidak ada di samping cucunya itu saat cucunya membutuhkanya, Dia juga tidak ada di saat cucunya menghadapi alam mautnya.


Dia baru bertemu dengan cucunya saat cucunya sudah tumbuh menjadi gadis cantik dan sedikit lebih Dewasa.


Dia merasa tidak becus sebagai seorang Nenek, Apalagi dia seorang Dewi Tinggi dari klan Phoenix.


"Chang Lian sangat bahagia Nek. Nenek jangan khawatir. Balas Chang Lian sambil menggenggam tangan kurus Neneknya. Dia tidak menyalahkan sang Nenek yang tidak bisa menjaganya dan melindunginya. Bagaimana pun juga Neneknya memiliki tanggung jawab yang sangat besar.


"Baguslah, Nenek sangat berharap kau selalu bahagia.


Suaranya bergetar, Seandainya Putrinya masih hidup maka dirinya akan merasa bangga, Karena Putri kecilnya itu telah tumbuh menjadi sosok Dewi Tinggi yang sangat cantik dan juga cerdas.


"Jika kalian datang besok, Nenek harap kau tetap memanggil Nenek. Nenek tidak mau kau panggil Ratu Phoenix. Karena Ratu Phoenix penerus Nenek adalah kamu, Cucu Nenek Chang Lian . Panggilan Ratu sudah resmi menjadi milikmu. Langit sendiri yang memberikanya dan menobatkan mu. Jangan coba-coba menjaga jarak dengan Nenek sekalipun kau juga ingin menyelidiki pelaku yang telah membunuhmu di masa lalu. Terang sang Nenek.


"Nenek tenang saja. Tidak lama lagi. Orang yang membunuhku akan kutemukan.


" Aku tidak akan membiarkanya terlalu lama menikmati kehidupanya. Ucap Chang Lian dengan raut wajah yang tegas dan terpancar kilatan kemarahan disana. Netra Emasnya menyala-nyala menandakan kemarahan Chang Lian sudah tidak bisa di bendung lagi.


"Jangan terlalu memikirkannya, Kami semua juga sedang menyelidikinya.


"Sekarang fokuslah kepada penerus Dewa Tinggi Putra Mahkota.


Ucap Ratu Phoenix sambil tersenyum lebar.


"Nenek tidak sabar lagi menunggu cicit Nenek.


"Berusahalah lebih giat lagi, supaya mereka cepat hadir di sana


Tunjuk Ratu Phoenix sambil melirik perut rata Chang Lian. Wajah Chang Lian bersemu merah.


Dia sudah melakukannya setiap saat. Bahkan waktunya tidak ada bersantai di buat Suaminya Heng Yuze. Lengah sedikit saja, Maka suaminya itu akan menerkamnya. Untung dia seorang Dewi yang memiliki tubuh yang bisa memulihkan sendiri tenaganya. Jika tidak, Mungkin dia akan terkapar sepanjang hari di tempat tidur.


"Baik Nek. Balasnya.


Setelah menghabiskan waktu yang begitu lama dengan sang Nenek. Chang Lian saat ini sedang melakukan tugasnya sebagai Dewi Phoenix.


Dia terbang di udara dengan tubuh Phoenixnya sambil memberikan esensi kehidupan kepada para hewan suci yang ada di tujuh lapisan Sang alam semesta.


Setelah melakukan tugasnya itu, Dia kembali turun dan mengubah wujud cantiknya.


Chang Lian sedang menatap kolam suci yang ada di Istana suaminya. Dan Sekarang sudah menjadi Istananya juga.


"Salam kepada Dewi Tinggi Phoenix. Ucap Hewan suci yang ada di kolam itu.


Mereka belum bisa mengubah wujud layaknya manusia. Mereka hanya bisa berbicara melalui telepatinya kepada sang Dewi Tinggi Phoenix.


Mereka baru saja dikirim ke Istana Dewa Tinggi Putra Mahkota. Mereka akan berlatih di kolam itu selama seratus tahun.


Chang Lian mengangguk sambil tersenyum.


Dia menjadi membayangkan, Jika anak-anaknya sudah hadir di rahimnya. Mungkin Dia juga akan meletakkan anak-anaknya di kolam suci itu.


"Sayang di mana?


Tanya Heng Yuze melalui telepatinya.


"Sedang di kolam suci,


"Sebentar lagi aku kesana.


Balas Chang Lian.


" Aku tidak mau menunggu sebentar lagi, "Sekarang sayang kesini, Aku sudah sangat merindukanmu. Ucap Heng Yuze.


Dia tidak langsung menemui Istrinya, Karena sedang melakukan meditasinya menjemput kekuatan baru.


"Iya, Sekarang aku kesana.


Ucap Chang Lian pasrah.


Chang Lian langsung menghilang dari kolam suci .


Para bayi yang masih suci itu mengerutkan keningnya masing-masing.


"Semenjak Dewa Tinggi Putra Mahkota menikahi Dewi Phoenix.


"Dewa Tinggi itu menjadi manja..Ucap bayi kecil dari klan Burung.


"Iya timpal bayi dari Klan Petir.


"Syaap..


Chang Lian langsung terduduk di pangkuan suaminya Heng Yuze.


Dia tau suaminya itu pasti sengaja.


Karena akhir-akhir ini suaminya sering menariknya secara tiba-tiba. Mau menghindar juga percuma.


Kekuatanya masih jauh di bawah Suaminya.


"Apa kamu tidak senang, Hm?


Tanya Heng Yuze,


Melihat wajah istrinya yang mengerucut, membuat Heng Yuze gemas. Tangan kirinya memeluk erat pinggang kecil istrinya itu. Dia tidak akan membiarkan istrinya menolak. jari-jari nya menyelusuri wajah mungil Chang Lian. Wajah putih dan lembut itu tidak lepas dari kecupan manis dari bibirnya.


"Mulai lagi. Batin Chang Lian.


"Menolak suaminya katanya dosa.


Pikirnya.


Heng Yuze mengecup bibir mungil istrinya. Bibir yang menjadi candu dan tempat untuk menumpahkan rasa kasih sayangnya.


Wajah Chang Lian merona bak kepiting rebus.


Dia masih sangat malu jika suaminya itu memperlakukannya dengan sangat intim dan manis seperti saat ini.


Heng Yuze sangat menyukai rona merah di wajah istrinya.


"Aku suka, Ucapnya berat.


Dia mengusap pelipis istrinya menyalurkan sihir hangatnya. Dia tidak ingin istrinya itu kelelahan dalam melayaninya.


Dia selalu saja melakukan itu karena Heng Yuze tidak mau istrinya meringis kesakitan. Apalagi jika sudah dirinya mode on. Maka dia akan lebih buas dari Harimau.


Untuk itu dia tidak ingin melukai jantung hatinya ini.


"Aku menginginkanmu, Bisiknya sambil mencium kening Chang Lian.


"Apa aku bisa menolak. Chang Lian hanya bisa membatin


Chang Lian mengangguk sambil tersenyum, Toh juga dia menyukainya dan menikmatinya. Apalagi suaminya sudah memberikan kekuatan kepada-nya. Jika hal itu Sampai di ketahui para Dewa dan Dewi Tinggi kerajaan langit. Mungkin mereka akan menCap suaminya gila. Karena sejarahnya jika melakukan hubungan suami istri. Tidak ada yang namanya transfer kekuatan.


Tapi suaminya Heng Yuze beda pula dari yang lain. Suaminya itu akan hidup sesuai dengan keinginannya.


Lagian suaminya melakukan itu karena takut istrinya terluka atau trauma.


Apalagi istrinya masihlah sangat muda dan polos.


Heng Yuze tidak ingin membuat istrinya menderita.