Cinta Sang Dewa Dingin

Cinta Sang Dewa Dingin
EPISODE 159


Lian melepaskan pelukannya.


"sayang tidak apa-apa?


Tanya Lian melihat suaminya dari atas sampai bawah.


Yuze terkekeh kecil.


"Aku tidak apa-apa sayang, Xue Chen tidak akan bisa melukaiku. ucap Yuze senang.


Dia menyukai istrinya memperhatikanya.


"Baguslah..Guman Lian dan langsung menerima kecupan sayang dari Yuze.


"kamu tau sayang, Xue Chen memintamu tinggal di alam iblis selama dua Minggu. terang Yuze


Lian terkejut mendengarnya, Lian sebenarnya penasaran, banyak yang ingin di tanyakannya kepada ayahnya itu termasuk bagaimana ayahnya itu bisa masuk ke dunia kegelapan, Lian juga ingin mengetahui keberadaan ibunya. Jika ayahnya bisa selamat, kemungkinan ibunya juga sama.


Keesokan harinya di aula rapat Istana suasana di aula itu tidak pernah tenang. selalu ada saja keluhan setiap para klan Kaisar langit, seperti saat ini.


"Yang Mulia kenapa ketua klan dan beserta jajarannya tidak di lenyapkan saja. Ucap Dewa Salju yang sudah menyelesaikan meditasinya, pagi ini dia ikut kembali menghadiri rapat.


Lian membeku di tempatnya saat Dewa salju menginginkan kematian sang Ayah.


"Yang Mulia jika ketua klan iblis masih hidup aku yakin mereka akan tetap menindas klan yang lain. Adu Dewa duyung. dia emosi saat tau para klan rendahan seperti klan iblis berani mengusik klannya. Dia yang sedang melakukan tugasnya sebagai Dewa merasa kesal saat mengetahui bahwa klanya di siksa oleh klan iblis.


"Yang Mulia lebih baik klan iblis di lenyapkan semua yang Mulia.


Mereka yang berada di aula itu berbondong-bondong memberikan komentarnya.


Lian meremas jubahnya, semua Dewa dan Dewi menginginkan kematian klan iblis termasuk sang Ayah, bahkan mereka lebih menginginkan kematianya.


"Tenanglah, ucap Kaisar Langit. Kita tidak bisa sembarangan membunuh klan iblis karena itu bukanlah ranah kita sebagai Dewa, Karena kita sudah di ciptakan untuk berdampingan hidup dengan mereka tanpa membuat satu-sama lain rugi. Jelas Kaisar Langit.


"Tapi kita bisa menghukum mereka yang berbuat kesalahan. Kita sebagai Dewa seharusnya sudah mengetahui hal ini sejak kita di berikan kesempatan menjadi seorang Dewa atau Dewi di alam semesta ini.


Semua sudah ada hukum dan aturannya masing-masing. Aku akan mengajak Xue Chen bertemu untuk menyuruhnya lebih mendisplinkan para bawahanya


Terang Kaisar Langit.


"Baik yang Mulia. ucap mereka serentak


Lian sedikit bernafas lega saat Kaisar Langit mempunyai solusi tanpa membunuh ayahnya.


Rapat aula selesai. Yuze langsung mengajak istrinya pulang.


Selama beberapa bulan ini Yuze menjaga istrinya dengan ketat, dan syukurnya istrinya Lian menuruti perintahnya, setiap hari Selesai rapat Lian akan langsung kembali ke Istana. Jika berlatih harus di dampingi ribuan Dewa pengawal.


Saat ini Lian sudah meringis kesakitan, perutnya telah diaduk-aduk, ke dua Putranya sudah minta ingin keluar.


Yuze, Kaisar langit, Dewa Agung kedua mertuanya serta ke lima sahabatnya membantu Lian untuk menyalurkan energi cahaya ke dalam kandungan Lian,. Lian sampai berguling-guling membuat Yuze tidak tega. niatnya ingin memiliki putri kini di pertimbangkan Yuze melihat istrinya kesakitan membuat Yuze ikut merasakan sakit yang di derita istrinya. Yuze berulang-ulang meminta maaf karena belum bisa menjadi suami yang baik. Jika dia menjadi suami yang baik, maka istrinya tidak akan mengalami kesakitan yang luar biasa seperti saat ini.


"Maafkan aku sayang..Bertahanlah, bisiknya dengan mata berkaca-kaca. Dewi Petir dan yang lainnya hampir tertawa terbahak-bahak melihat Dewa Tinggi Putra Mahkota yang mendadak melow.


Beda hal yang saat ini, tubuh Lian seakan tercabik-cabik, tulangnya terasa patah, darahnya terasa kering.


"Aku tidak kuat lagi. Adu Lian dengan linangan air matanya membuat Yuze semakin kalang kabut dan cemas.


"Bertahanlah sayang, sebentar lagi ke dua Putra kita bisa keluar. Aku janji jika sayang bertahan maka aku akan mengabulkan semua permintaanmu, aku tidak akan pernah marah.


Ucap Yuze. Lian tersenyum, Suaminya itu selalu menuruti permintaannya, suaminya juga tidak pernah memarahinya. Lian sangat bersyukur memiliki suami yang sangat menyayanginya. Jika boleh Lian meminta sesuatu Lian ingin mengabdi ke pada ayahnya walau hanya sebentar. Lian dan ayahnya ingin mencari ke beradaan sang ibu. Tapi Lian takut suaminya melarangnya seperti beberapa bulan ini. Yuze kembali mengurungnya di istana miliknya seperti yang pernah di lakukan Yuze sewaktu menjadi Ba Xi'an di dunia fana.


Lian menjerit..


"aaaahhhh...satu cahaya keluar dari perut Lian cahaya yang berkilau keemasan Dia adalah Putra pertama mereka Lie Zhu dia masih mengikuti gen ibunya Phoenix Murni .


"aaaahhhh...Cahaya yang bercampur kabut putih tebal itu putra ke dua mereka yaitu Ba Xi'O. Dia seperti ayahnya Naga Putih suci.


Dewi Petir terharu kini dia memiliki dua cucu yang sangat menggemaskan.


"Terimakasih sayang. Bisik Dewi Petir mencium Lian.


Sementara Yuze, Kaisar Langit, Dewa Agung serta Dewa musim membawa ke dua Putra Yuze dan Lian ke kolam suci yang ada di Istana Yuze.


"Kita punya teman baru. Putra yang Mulia Dewa Tinggi Putra Mahkota dan yang Mulia Dewi Tinggi Phoenix. Ucap Putri dari klan petir kepada Putri klan salju.


"Jagalah mereka, jika mereka nakal tinggal cambuk saja dengan petir ungu. Titah Yuze dengan raut wajah datarnya.


"Baik yang Mulia. Ucap para penghuni kolam suci itu.


Kaisar Langit dan Dewa Agung geleng-geleng kepala melihat cara Yuze yang begitu keras mendidik putra-putranya .


"Terimakasih Cintaku, Sayangku. sudah mau berjuang melahirkan kedua putra kita. bisik Yuze sambil mencium seluruh wajah istrinya dan berakhir di bibir kesukaannya.


"Dasar Dewa Mesum, tidak lihat kami masih disini. teriak Dewa Agung dengan raut jengkelnya.


" Siapa suruh kalian masih disini, istriku sudah melahirkan, tugas kalian juga sudah selesai. balas Yuze seenaknya, Lian mencubit lengan kokoh Yuze.


semua yang di sana melongo tak percaya mendengar perkataan Yuze yang tidak tau berterimakasih.


"Plaakk. Dewi Petir, Sang ibu memukul punggung anaknya. menantuku Lian masih sangat lelah kau jangan macam-macam Yuze. Dewi Petir tau apa yang di otak putranya ini.


" Selama tiga bulan ini kau tidak bisa menyentuh Lian. Bisik sang ibu membuat Yuze terkejut.


"Kenapa? Tanya Yuze penasaran.


"Pokoknya kau dilarang menyentuh Lian selama tiga bulan ini. jawab Dewi Petir.


"Aku tidak mau menuruti ucapan ibu. tolak Yuze


"Kau tidak mau menuruti apa kata ibu? kau ingin membuat istrimu menderita? coba saja maka ibu aka menghajarmu. Lagian jika kau menyentuh Lian kau akan melihat istrimu menjerit kesakitan, terang Dewi Petir, dia akan mengerjai Putranya ini habis-habisan.


"Tiap malam istriku menjerit ibu tapi bukan menjerit kesakitan. Jawab Yuze santai, kelima sahabatnya terbelalak. Mereka tidak bisa lagi berkata-kata, sahabatnya yang satu ini Memang kelewatan mesum.