Cinta Sang Dewa Dingin

Cinta Sang Dewa Dingin
EPISODE. 140


"Tidurlah, Besok kita kembali.


"Aku berjanji. Ucapnya. Jika sudah mendengar suara manja istrinya. Heng Yuze tidak akan tahan sekalipun dirinya sedang di alam mimpi.


"Sayang berjanji?


Tanya Chang Lian.


"Iya..Aku berjanji sayang. Balas Heng Yuze sambil mengecup kening istrinya.


Dirinya Akhirnya bisa mendengar bibir manis istrinya memanggilnya dengan panggilan "sayang.


Hal yang sudah lama di inginkanya. Bahkan saat dirinya dan istrinya itu masih di dunia fana.


Sedangkan Chang Lian menurut saja apa mau suaminya Heng Yuze.


Panggilan sayang sepertinya sudah hal biasa di ucapkanya. Selagi Chang Lian masih bisa menyanggupinya. Dia akan menuruti semua kemauan suaminya itu. Dia juga baru tau bahwa sosok yang mempunyai julukan balok Es itu akan bersikap manja kepadanya.


**


Akhirnya waktu yang di tunggu-tunggu Chang Lian tiba. Chang Lian memang suka tinggal di sana, Tetapi dirinya tidak ingin meninggalkan tanggung jawabnya sebagai Dewi Tinggi. Apalagi mereka sebentar lagi akan pergi ke alam Phoenix. Tempat Chang Lian berasal. Selama Chang Lian dan suaminya tinggal disana, Sang suami telah mengatakan ke pada dirinya yang sebenarnya.


Bahwa identitasnya sebagai Dewi Phoenix masih di rahasiakan. Hal itu di lakukan Karena Suaminya, Kakek Agung, serta Kaisar langit sedang menyelidiki pembunuhannya seribu tahun yang lalu.


Chang Lian yang pertama kalinya mendengar masalah itu. Dia terkejut, Chang Lian tidak menyangka, bahwa dirinya pernah di bunuh sewaktu masih gumpalan kecil dan belum menetas. Chang Lian juga berfikir kenapa Dia di bunuh? Dendam apa yang di miliki sipembunuh itu kepadanya.


Suaminya Heng Yuze mengatakan kepadanya. Kemungkinan ada yang tidak menyukai dirinya sebagai penerus dari klan Phoenix.


Chang Lian juga kembali terkejut saat dirinya juga pernah berinkarnasi. Chang Lian tidak mengingat masa lalunya. Dia juga bertanya kepada Heng Yuze kenapa dirinya tidak mengingatnya. Ternyata setiap Dewa tau Dewi yang berinkarnasi tidak dapat mengingat Masa lalunya, Kecuali Sang Langit yang mengijinkanya.


Apalagi Chang Lian dan Sahabatnya Jing Huli pernah katanya tertelan pusaran hitam milik Dewa Hukum. Sehingga hal itu semakin menyebabkan Chang Lian melupakan ke seluruhan dari masa lalunya. Chang Lian merasa aneh, Dia merasa bahwa semua yang di katakan suaminya itu bukanlah keseluruhan dari kisah masa lalunya. Tetapi saat Chang Lian menanyakan hal itu kepada Jing Huli melalui telepatinya, Jing Huli juga mengatakan tidak mengingat seluruh masa lalunya. Jing Huli mengetahui sebagian masa lalunya karena di kasih tau saja. Sama seperti dirinya yang di beritahu oleh sang suami.


Chang Lian tidak ingin larut dalam penasarannya. Dia juga merasa tidak merasa rugi. Satu hal yang membuatnya merasa kepanasan yaitu berita tentang dirinya yang pernah di bunuh.


"Berani-beraninya mereka menyentuhku. Batin Chang Lian.


Dia tidak akan mengampuni orang yang pernah membunuhnya.


Dia akan melemparkan orang itu ke hutan darah. Tempat penyiksaan yang di khususkan bagi klan Phoenix. Dan hutan darah itu hanya bisa di buka oleh sang keturunan Phoenix langsung. sekalipun pelaku itu sebagai Dewi Tinggi.


Chang Lian tidak takut. Orang yang berhati iblis akan di buang ke pada tempatnya. Pikirnya.


Chang Lian dan Heng Yuze telah tiba di Aula kerajaan Langit. Mereka langsung ke Aula itu, Karena memang rapat para Dewa dan Dewi Tinggi akan segera berlangsung.


Ke dua Dewa Tinggi yang duduk singgasana memutar bola matanya malas karena melihat Dewa Tinggi Putra Mahkota telah tiba di aula itu. Sosok itu bahkan mengandeng tangan istrinya dengan erat seakan sosok wanita cantik itu takut lari.


" Sayang Duduklah yang patuh, Jangan mendengarkan mulut-mulut Dewa yang bau ini.


"Jika mereka berbicara tidak usah sayang dengar. "Anggap saja angin berlalu.Ucap Heng Yuze dengan raut datarnya.


Entah kenapa saat ini bibirnya ingin berkata kasar.


Mungkin Heng Yuze masih kesal mengingat tingkah Para sahabatnya itu. Hampir saja mereka ingin mengacaukan malam indahnya.


" Untung saja aku mempunyai istana cadangan. Batin Heng Yuze.


Ke empat Sahabatnya itu Melongo tak percaya.


Mendengarkan perkataan Heng Yuze.


Dewa Tinggi Putra Mahkota itu terang-terangan mengibarkan bendera perangnya. Baru kali ini mereka mendengar kata-kata yang kasar dari mulut Dewa Tinggi Putra Mahkota. Mereka tidak percaya bahwa Dewa yang bermartabat itu ternyata mempunyai mulut yang pedas.


Mereka memasang wajah juteknya. Mereka juga tidak ingin melihat adegan yang membuat mata mereka perih.


"Hmm..balas Chang Lian patuh.


Dia sangat menyukai sikap posesif suaminya.


Heng Yuze Duduk di singgasana. Dia tidak memperdulikan Dua pasang mata yang sudah Tua itu.


Mulai laporanya, Titah Sang Kaisar.


"Yang mulia Dewa duyung dua hari lagi mengadakan perjamuan untuk merayakan ke seratus tahun umur Putrinya. Ucap Dewa Penatua dari klan Duyung.


Putri Dewa duyung itu selama ini tinggal di kolam suci milik Dewa Tinggi Heng Yuze.


Dan kini Sang Putri itu telah kembali kepada orangtuanya.


"Baik.. Jawab Kaisar langit.


"Yang Mulia Dewi ular juga ingin merayakan umur nya yang ke sepuluh ribu tahun yang Mulia.


"Dewi ular menginginkan Dewa bulan menjadi pendampingnya di pesta itu.


"Mohon Kaisar mengizinkannya..


"Dan aku mohon Dewa Bulan juga berkenan meluangkan waktunya untuk Dewi kami. Ucap salah satu Dewa Penatua .


Sambil melihat Dewa Bulan yang mematung di tempat. Jantungnya bertalu-talu saat Dewi ular memintanya langsung ke pada sang Kaisar.


Jantungnya berdetak kencang bukan karena jatuh Cinta atau bahagia.


Lebih tepatnya merasa tidak nyaman dan tidak suka.


Dia tidak menyukai Dewi Ular. Bahkan Dewa Bulan selalu saja menjaga jaraknya dari sang Dewi ganas itu.


Dewa Bulan yang terkenal dengan sifat lebih ramah dan lebih Dewasa. Kini telah berhasil menggerakkan hati Sang Dewi yang kejam itu.


Ke tiga Sahabatnya yang duduk di samping kanan dan kirinya menahan tawa.


Mereka tidak bisa membayangkan sosok yang selalu mereka anggap sebagai kakak itu ternyata ada masanya menghadapi ke sulitan. Apalagi masalah yang satu ini, yang pasti membuat Dewa Bulan tidak akan tenang menjalani hari-harinya.


"Apakah Dewi ular itu cantik?.Tanya Chang Lian kepada Dewa Matahari.


Dewa Matahari terdiam sejenak, Lalu menggeleng.


"Apakah Dewi Phoenix tidak mengingat pesan si Dewa balok Es sana.


Batinya.


"Jadi Dia jelek?


Tanya Chang Lian kembali.


Dewa Matahari kembali menggeleng.


Chang Lian menarik nafasnya dalam-dalam.


"Apakah kakak sakit hati mendengar perkataan suamiku?


Tanya Chang Lian, Saat Dewa itu tidak mau membuka mulutnya. Mungkin Dewa Matahari masih kesal dengan ucapan suaminya Heng Yuze. Pikirnya.