
Ratu Phoenix langsung menyalurkan api suci milik Phoenixnya.
Dia ingin bertanya, Tetapi hal itu di urungkannya karena telah melihat kejadian sebenarnya di depan matanya.
Ratu Phoenix merasa tersentuh saat cucunya itu di perlakukan seperti Ratu oleh Dewa Tinggi Putra Mahkota di dunia fana.
Dia juga melihat Kedua cicitnya di alam manusia.
Dia merasa sedih melihat kehidupan ke dua cicitnya itu.
Ratu Phoenix langsung menatap tajam Kaisar Matahari.
Jika bukan karena kecerobohan salah satu Dewanya. Cicitnya tidak akan mengalami kehidupan yang sangat menderita. Bahkan usianya yang masih beranjak remaja harus kehilangan sosok Ke Dua orang tuanya.
Kaisar Langit melap peluh di keningnya.
Siap-siap saja dirinya kena cambukan petir milik Ratu Phoenix.
Ingin sekali dirinya bersembunyi sejenak.
Menghindari wanita bar-bar itu.
"Aaahh..
Yu kembali berteriak kesakitan, saat ini tubuhnya terasa di koyak-koyak.
Di tambah lagi rasa sakit di kepalanya membuat dirinya tidak tahan lagi menerima kesakitan itu.
"Tidak bisa seperti ini,
"Jika Dia masih terus mengingat masa lalunya, Dan masih bertahan disana.
"Aku takut mempengaruhi Kekuatan langit miliknya.
Ucap Ratu Phoenix. Saat ini dirinya sungguh tidak tega melihat sang cucu yang meringis kesakitan, Untuk menahan rasa sakitnya.
"Aku akan menghapus ingatanya.
Ucap Kaisar langit sedikit tidak tega, Apalagi saat netra legam itu langsung menatapnya, seakan tidak menyetujui ucapan Kaisar langit.
Heng Yuze menggeleng.
"Bertahanlah..Sebentar lagi.
"Aku mohon. Ucapnya serak. Heng Yuze kembali mengajak istrinya berbicara.
Dia tidak ingin istrinya itu melupakannya
Dia takut istrinya akan menjauh darinya.
"Jika cintanya kepadamu sebesar kasih sayang langit kepadanya. Aku yakin Dia akan jatuh cinta kembali kepadamu. Ucap Dewa Agung menyemangati Muridnya itu. Para sahabatnya juga mengangguk, Menyetujui ucapan sang Dewa Agung.
Heng Yuze mencoba menarik nafasnya dalam-dalam.
Dia juga tidak ingin egois, Keselamatan istrinya jauh lebih berharga di bandingkan perasaanya. Heng Yuze Ingin sekali merengkuh tubuh istrinya itu.
Tapi saat ini istrinya sedang berjuang melawan hati iblis dan menerima kekuatan langit.
Dewa Kaisar menyalurkan sihir penyujian jiwa kepada Yu Jie.
Saat ini. Dewi Phoenix itu akan terlahir kembali, dengan kehidupan yang baru.
Kehidupan yang pertama kalinya di jalani.
Dan kekuatan dahsyat yang baru saja di terimanya dari Sang Langit.
Di sisi lain, Di ruang yang penuh dengan cahaya putih. Tempat itu tidak mempunyai batasan.
"Aku dimana?
Yu Jie bertanya dengan raut yang penasaran.
"Ibu..Ibuu jangan tinggalkan kami.
Suara anak kecil itu kembali di dengarnya.
Yu Jie mencari suara itu kesana-kemari, tetapi dia tidak menemukan pemilik suara itu.
"Ibu..hiks
Suara anak-anak itu tidak berhenti memanggilnya
"Siapa kalian.
Teriak Yu Jie, Ada perasaan sesak yang di rasakan saat mendengar tangisan anak-anak itu.
Tiba-tiba, Sebuah cahaya Kebiruan mengelilingi tubuh Yu Jie. Cahaya itu menuntun Yu Jie ke sebuah kolam jernih dan berembun tebal.
Yu Jie masuk ke kolam itu. Seketika air kolam itu membuatnya tertidur dan menutupi tubuh Yu Jie sepenuhnya.
Di aula kerajaan Langit. Yu Jie sudah mulai tenang. Matanya terpejam rapat saat sihir penyucian jiwa memasuki tubuhnya.
Tubuh Heng Yuze bergetar kuat. Dirinya tidak sanggup melihat hal yang sangat menyayat hatinya itu.
"Aku mohon, Ingatlah aku.
"Ingatlah Putra kita.
Ucapnya serak. Dadanya saat ini terasa berat, seperti tertimpa batu yang sangat besar.
Dewa Agung menghampiri muridnya, Mengusap punggung kokoh itu.
"Aku yakin, Dia akan jatuh cinta kembali kepadamu.
Ucap Dewa Agung, menghibur murid kesayangannya itu.
Mereka semua telah berhenti menyalurkan sihirnya.
Mereka tinggal menunggu sihir penyucian jiwa itu selesai bekerja.
Di tengah aula yang penuh dengan ketegangan dan keheningan. Mereka menunggu sosok yang cantik itu membuka matanya.
"Bluuur..
Setelah cahaya Kebiruan itu terserap.
Mata indah itu terbuka sempurna, Warna bola mata itu berwana Emas berkilau.
Wajah cantiknya sungguh mempesona. alis rapinya terlihat lembut sekaligus tegas.
Bibir mungil dan padat itu tersenyum lembut seakan menghipnotis semua mata yang melihatnya. di keningnya terdapat simbol Phoenix yang masih menyala-nyala.
Rambutnya tergerai indah. Jubah kebesaranya terlihat elegan dan pas di lekuk tubuhnya.
Saat ini dirinya genap seribu tahun. Langit sendiri yang menobatkannya sebagai Dewi Tinggi termuda di kerajaan Langit.
Dia adalah Dewi pilihan langit, Satu-satunya Dewi yang memiliki ikatan takdir dengan Langit.
Semua pasang mata di aula itu melotot sempurna.
Wanita yang berdiri di hadapan mereka sungguh meruntuhkan jiwa angkuh mereka.
Jika ada salah satu Dewi di tempat itu yang mengatakan dirinya cantik, Maka mulutnya akan tertutup rapat saat melihat wanita di depanya itu.
Jika ada yang bilang kekuatanya yang maha dahsyat, maka mulutnya tidak akan berani menonjolkan dirinya di depan wanita yang penuh dengan kekuatan langit itu.
Jika ada kata di atas "SEMPURNA.
Mereka akan menyamatkanya pada sosok wanita, yang penuh dengan keindahan ini.
Heng Yuze menatap manik Emas itu. Dia tetap menyukainya. Semua yang ada pada diri wanita itu. Sangatlah di sukainya. Saat ini, Wanitanya sangat sempurna. Semuanya terbentuk indah. Mungkin Para kaisar langit terdahulu, menciptakanya dengan kebahagiaan.
Sehingga wanitanya tercipta dengan sempurna.
"Chang'er..
"Selamat sayang, Kamu sudah menjadi Dewi Tinggi.
Ucap Ratu Phoenix sambil menangis haru.
Dirinya sangat senang sekaligus sedih.
Putrinya dan menantunya itu tidak dapat menyaksikan penobatan buah hati mereka.
"Terimakasih Nenek.
Balas Chang'er.
Namanya sebenarnya Chang Lian.
Tetapi Neneknya membuat panggilan sayang menjadi Chang'er.
Sementara Chang Lian sudah mengenali neneknya sejak dulu. Sejak neneknya itu membawanya ke Gua Giok, Walaupun dirinya masih gumpalan kecil. Dia sudah bisa merasakan kasih sayang Sang nenek yang begitu besar terhadapnya.
Chang Lian menatap satu-persatu penghuni aula itu.
Mulai dari kaisar Langit, Dewa Agung, Dewa Putra Mahkota.
Matanya juga menelisik semua Dewa dan Dewi di dalam aula itu. Bibirnya tersenyum simpul.
Dia menunduk hormat kepada penghuni aula itu.
"Mohon bimbingan para Dewa dan Dewi Senior.
Ucapnya lembut.
Semua bibir penghuni aula itu berkedut.
Tidakkah terbalik, Pikir mereka. Mereka sungguh sangat segan menerima hormat Dewi Tinggi pilihan langit itu.
Kaisar Langit dan Dewa Agung tersenyum senang.
Mereka yakin Kini hidup mereka akan lebih berwarna berkat kehadiran Dewi Tinggi Phoenix.
Ketiga sosok itu sudah kembali ke singgasana.
Kursi kebesaran Chang Lian juga sudah terisi otomatis di sana.
Kursi itu di bentuk sendiri oleh alam Langit.
Di antara Kursi-kursi Dewa dan Dewi yang lainnya. Kursi Chang Lianlah yang paling depan.
Para Kursi Dewa dan Dewi itu berbaris sesuai dengan posisinya.