Cinta Sang Dewa Dingin

Cinta Sang Dewa Dingin
EPISODE. 44


Hal itu sempat jadi bahan pertengkaran antara ibu suri dan Putra Mahkota karena Putra Mahkota tidak terima dengan perombakan itu.


Ba Xi'an melangkahkan kakinya dengan hati hati di kamar istrinya itu.


Takut kekasih hatinya itu terusik.


Kaki panjangnya memasuki tempat tidur itu dengan sangat hati-hati.


Ba Xi'an memandang lembut wajah wanitanya lalu mengecup singkat keningnya dan bibir ceri istrinya.


"""Sebentar lagi tinggal selangkah lagi.


"Aku berjanji akan membahagiakan dan melindungi mu dan anak- anak kita.


Bisiknya pelan di gendang telinga istrinya.


Ba Xi'an sudah tidak sabar menjalani kehidupannya dengan wanitanya itu.


Dia bahkan berpikir dalam waktu dekat ini setelah istrinya pulih.


Dia menginginkan anak perempuan yang sama persis dengan istrinya itu.


Dirinya sangat menginginkan semua anak-anaknya mempunyai mata yang sama dengan istrinya.


Ba Xi'an menarik lembut tubuh Ivona ke dalam dekapannya menghirup kuat aroma tubuh Ivona. Aroma yang dalam sekejap menghilangkan rasa lelah di tubuhnya.


Aroma tubuh Ivona sudah menjadi candu untuknya.


***


Hembusan nafas mengelitik di tubuh Ivona.


Biru safirnya menatap wajah tampan itu. Semenjak dia sadar dari tidur lelapnya lelaki itu selalu terbaring disisinya. Memeluknya dengan erat.


Ivona sempat berfikir lelaki itu sudah ada rasa untuknya. Tetapi pikiran itu di tepis langsung Ivona.


Hati Pria itu sudah ada yang punya.


Pemilik hati pria itu bukan dirinya melainkan orang lain.


Bibir Ivona bergetar ternyata dia adalah wanita perusak hubungan wanita lain.


Bahkan tidak tau malunya dia menjebak suami wanita lain.


Jika di kehidupan Ivona dulu dirinya akan mendapat gelar Pelakor.


Pagi-pagi sekali dirinya sudah mengeluarkan butiran bening.


Dia adalah wanita yang menjunjung tinggi harga diri.


"""Semoga kamu bahagia. Batinya.


Ivona bangkit dari tempat tidur itu.


Walaupun baru dua hari dia melahirkan. Dia akan mencoba kuat.


Ivona melakukan ritual mandinya seperti biasa tanpa di bantu pelayan atau suaminya.


Dia harus terbiasa hidup tanpa suaminya. Walaupun rasanya menyakitkan dia akan mencoba menelan pil pahit itu tanpa air.


Ivona keluar dari kamar itu menuju kekamar Putranya. Disana putranya masih tertidur pulas. Pipi montok dan merah itu membuat Ivona gemas.


Jika dia mempunyai android seperti di zamannya Ivona akan mengabadikan foto-foto anaknya itu. Sebagai kenang-kenangan.


"""Maafkan ibu nak..


"Ibu adalah ibu yang jahat..


"Percayalah suatu saat jika ibu sudah kuat dan bisa menaklukkan dunia.


"Ibu akan merebut mu kembali.


"Ibu dan kakakmu akan selalu mendoakan mu. "Jadilah anak yang kuat dan berani nak. "Walaupun ibu tidak ada di sampingmu.


"Doa ibu akan selalu menyertaimu.


Bisiknya bergetar. Air matanya mengalir deras di pipi putihnya...


Ivona mengangkat anaknya dari tempat tidur kecil itu.


Membawanya ketaman untuk berjemur. Dia ingat dulu tetangganya pernah menjemur bayinya di pagi hari katanya itu sangat bagus untuk membentuk imun si bayi.


Ivona akan melakukan itu setiap hari. Selama dua minggu ini Ivona akan menumpahkan semua kasih sayangnya kepada putranya itu.


Ivona bernyanyi nyanyi kecil..dirinya sangat bahagia bisa melalui hari seperti ini.


Bahkan pelayan yang lain terheran heran melihat majikanya itu.


"" Bahagianya selir kelima bisa memiliki anak semontok pangeran kita.


"" Bahkan mata pangeran sangat mirip dengan selir kelima.


""Tidak bisa ku bayangkan akan setampan apa pangeran jika sudah besar nanti.


*


""Ba Xi'an merasa hari ini sangat cepat berganti. Saat dirinya membuka mata. Istrinya sudah tidak ada di sampingnya.


Selama ini dirinya tidak pernah tidur lelap. Tetapi semenjak  dirinya tidur bersama kekasih hatinya itu.


Dirinya akan susah bangun bahkan malas bergerak.


Dia ingin memeluk istrinya itu sepanjang hari.


"""Apa karena sudah ada anak kita.


"Sehingga kamu tidak memperdulikan ku lagi.


Bisiknya sambil menghela nafas panjang.


Saat bangun dia tidak mendapati istrinya.


Jika bertemu dengan putranya itu. Dia akan mencubit pipi putranya itu sampai menangis. Untuk membalas rasa cemburunya. Ba Xi'an tersenyum licik.


Sebelum Ba Xi'an pergi ke ruang kerjanya ke Istana utama. Dia menemui istri tercintanya itu. Dengan melihat wajah cantiknya maka dia akan semangat mengerjakan urusan kerajaan.


Bahkan dia tidak lupa dengan balas dendamnya kepada putranya itu.


Ba Xi'an mencubit gemas putranya itu sampai menangis membuat Ivona melotot dan memarahinya habis habisan. Membuat Kasim tua bergidik ngeri melihat ke marahan selir ke lima itu.


"""Nanti malam jangan tidur di paviliun. Yang mulia tidur di Istana. Tekannya.


Membuat Ba Xi'an membeku dan segera meminta maaf kepada anaknya.


""Maaf nak..maafkan Ayah.


"Aku sudah meminta maaf.


"Jadi sayang tidak bisa mengusirku tidur di luar Ucapnya. Dan langsung pergi dari sana takut istrinya berubah pikiran atau memarahinya lagi.


Melihat hal itu Membuat para pelayan dan pengawal menahan tawa. Mereka tidak yakin apakah lelaki itu masih Putra Mahkota yang dingin dan kejam?


Saat di ruangan Putra Mahkota. Ba Xi'an berguman


"" Menurut mu bukankah aku telah di selingkuhi?


Kasim Tua yang mendengar pertanyaan Putra Mahkota itu tersedak ludah sendiri.


""Apakah dia harus menjawab pertanyaan gila itu.


""Kenapa Putra Mahkota itu menuduh selirnya selingkuh.


""Bukankah itu hal yang wajar. Seorang ibu menumpahkan kasih sayangnya kepada anaknya.  Batin kasim.


Tetapi Kasim tua itu berpikir lagi.


"""Cara berpikir Putra Mahkotanya itu sangat jauh berbeda dengan orang biasa. Hal yang wajar bagi orang belum tentu bisa di terima oleh majikanya itu.


""Apakah kau tidak punya mulut?


Ba Xi'an menatap nyalang Kasim tua itu.


Membuat sang Kasim tua itu ingin menangis.


"""Maaf yang Mulia


'Selir kelima tidak selingkuh dengan pangeran kecil.


"Selir kelima hanya memberikan kasih sayang kepada pangeran.


" Seperti Permaisuri kepada yang mulia.


Ucapnya hati-hati.


"""Tapi aku tidak suka terlalu di perhatikan ibu. Kenapa putraku berbeda?


Bibir Sang Kasim berkedut bahkan dia menahan air matanya dari wajah keriputnya itu.


Bingwen dan pengawal lain yang ada di depan pintu menahan tawanya. Mereka membayangkan wajah Kasim tua yang tampak bodoh.


""Yang mulia..pangeran masih kecil dan pangeran belum bisa menolak seperti yang Mulia.


Bahkan Kasim Tua ingin mengila dengan kata kata yang di ucapkanya.


Bisa bisanya Putra Mahkota itu cemburu pada putranya yang masih bayi.


""Hmm...


"""Kali ini aku akan mengalah pada Putra ku. Tetapi aku tidak berjanji untuk tidak nenghukumnya seperti tadi.


"""Dan kau.. jika hal seperti tadi kau lihat. Kau harus tutup mata. Kasih tau juga dengan yang lain.


Aku tidak mau istriku tau. Jika istriku tau. Kalian semua akan di hukum. Terangnya kepada Kasim tua itu.


"""Baik yang Mulia.