Cinta Sang Dewa Dingin

Cinta Sang Dewa Dingin
EPISODE. 157


"Maksudmu apa?


Xi Chen menatap kai dengan tatapan membunuhnya.


"Kau tau kan, Dewa Tinggi Putra Mahkota sangat membenci ketua klan iblis. lebih tepatnya ketua terdahulu. Karena ketua klan iblis pernah melawan Dewi Petir yang menyebabkan kandunganya jatuh dan tidak bisa di selamatkan.


"Aku yakin walaupun hal itu sudah sangat lama Yuze tidak akan melupakannya dengan mudah.


Terang kai


"Jika dia membenci Putriku hanya karena itu, aku akan membawa Putriku. Aku tidak ingin Putriku hidup dengan laki-laki yang membencinya.


ucap ketua klan dan langsung pergi. Jika sudah bersama sahabatnya ini maka gosip yang sudah ribuan tahun bahkan puluhan ribu tahun akan di bahasnya. Hal yang tidak di sukai Xi Chen.


Lian tiba di istana.


Yuze merasakan aura istrinya di dalam kamar mereka.


Yuze pergi kekamar, Yuze melihat istrinya Lian sedang melakukan meditasinya.


"Kamu dari mana? Yuze bertanya sambil duduk di samping istrinya, dia sangat cemas saat istrinya tidak ada. dia juga sudah memastikan kekamar tadi, dan istrinya memang tidak ada di kamar ini. Lian membuka mata emasnya. dia tersenyum melihat wajah teduh suaminya Yuze.


"aku dengan kakak Dewa Bintang tadi jalan-jalan ke alam iblis.


Jawab Lian tidak sepenuhnya berbohong.


Yuze mengerutkan keningnya dia merasa jawaban istrinya ini sedikit meragukan.


"Kenapa kesana?


Tanya Yuze kembali.


"Aku penasaran seperti apa alam iblis yang sedang di bicarakan di aula tadi. Jawab Lian sedikit gugup dan Yuze menyadari itu.


Yuze mengusap wajah istrinya sebisa mungkin dirinya tidak ingin menampakkan wajah kekecewaan di hatinya. Yuze sangat ingin istrinya ini terbuka kepada dirinya.


"Besok aku akan kesana, jangan keluar dari kerajaan Langit selama aku pergi ke alam iblis, kamu bisa menuruti permintaanku?


Pinta Yuze. apapun yang di sembunyikan istrinya ini, Yuze berharap hal itu tidak melukai istrinya.


Lian mengangguk patuh, dia tidak ingin suaminya semakin curiga.


"Apa kamu akan membunuh ketua iblis?


Entah kenapa Lian menanyakan itu. entah dia sudah mengakui ketua klan iblis itu ayahnya atau hanya sekedar berbasa-basi hanya hati Lianlah yang bisa menjawab itu.


"Aku hanya memberikan dia sedikit pelajaran, supaya dia dan para bawahannya tidak bertindak semena-mena terhadap klan yang lain.


"Dan aku akan menyuruhnya untuk tidak pernah muncul kembali ke hadapan mu.


Ucap Yuze tenang walaupun pertanyaan istrinya sedikit aneh.


Keesokan harinya Yuze bangun sedikit malas.


Dia masih merasa ada sesuatu yang mengganjal di dalam hatinya. Sikap istrinya memang tidak berubah namun tatapan matanya dan raut wajahnya sedikit berubah, Yuze merasa istrinya ini sedang ada beban. Yuze berfikir apa yang di pikirkan istrinya, masalah apa yang membuat istrinya ini sampai cahaya di matanya redup.


Yuze memperhatikan wajah lelap Istrinya, Dia baru berhenti menerkam istrinya. Sepanjang malam sampai subuh dia tidak berhenti menerkam istrinya, Yuze seakan menunjukkan kepada istrinya bahwa dia saat ini sedang kacau hanya gara-gara istrinya mencoba menyembunyikan sesuatu.


"Maafkan aku sayang. bisiknya sambil mengecup bibir istrinya yang masih merekah.


selesai rapat Istana Yuze pergi ke alam iblis bersama dengan Dewa Takdir.


Dewa Takdir sedari tadi menahan rasa tidak nyamanya walaupun saat ini mereka menggunakan sihir cahaya mereka. Tidak bisa di pungkiri aura gelap di alam iblis begitu kuat. Jika Dewa atau Dewi biasa mungkin tinggal kerangka saja. Wajah Yuze datar bak tembok istana milik alam Iblis. Wajahnya dingin lebih dingin dari alam salju. Yuze yang tidak melihat istrinya menghadiri rapat membuatnya cemas sekaligus sedikit kecewa. Dia kecewa karena istrinya itu marah kepadanya hanya perkara dirinya yang meminta jatahnya sebagai suami.


Lian tadi malam berulang-ulang menolaknya dengan alasan mengantuk dan lelah. Yuze awalnya mengalah karena di tolak dia membiarkan istrinya tidur seperti yang di inginkan istrinya itu. Tetapi tidak berapa lama kemudian istrinya itu menghilang dari tempat tidur. Yuze yang berpura-pura tidur mengetahui istrinya tidak berada di sampingnya.


Yuze mengikuti aura istrinya, ternyata istrinya berada di perkebunan pohon persik untuk berlatih. Yuze mencoba bersabar, dia mendekati istrinya yang sedang fokus berlatih pedang Es dan cambuk petir.


"Kamu kenapa berlatih, bukankah kamu lelah.


Tanyanya dengan wajah yang terkesan datar.


Lian yang melihat suaminya tiba-tiba ada di sana merasa terkejut.


"Aku---


Lian terdiam dia tidak melanjutkan perkataannya sehingga membuat Yuze sedikit geram.


Dia mencoba tetap lembut dia tidak ingin membuat istrinya sedih.


"Ayo kembali, Jika kau masih mempunyai tenaga, lebih baik kau melayaniku malam ini. Aku sudah sangat merindukanmu. Ucap Yuze dan langsung membawa Lian pergi dari sana.


Yuze menghembuskan nafas beratnya. Dewa Takdir sedikit terkejut melihat Dewa Tinggi Putra Mahkota sepertinya sedang memikirkan sesuatu.


"Dewa sedang ada masalah? Tanya Dewa takdir sedikit hati-hati.


Yuze menggeleng.


"Tidak perlu membahas yang lain, Saat ini kita fokus menghadapi ke tua klan iblis. jawab Yuze meninggalkan Dewa Takdir yang mematung.


"Sepertinya dugaanku benar, Dewa Tinggi sedang ada masalah


Apa ini berhubungan dengan Dewi Phoenix. Batin Dewa Takdir karena dia tidak melihat adik cantiknya di dalam aula tadi.


Lian membuka Netra Emasnya. matahari sudah menjulang tinggi sementara dirinya baru bangun.


Dia yakin rapat Istana telah lama selesai dan suaminya pasti sedang menuju alam iblis. Tadi malam suaminya itu sungguh menerkamnya habis-habisan. Dia tau suaminya itu sedang kecewa kepadanya Lantaran dia yang tidak mau terbuka. Suaminya itu sungguh sangat buas tadi malam, walaupun suaminya masih bersikap lembut, Lian bisa merasakan suaminya sedang menuntut kejujurannya.


"Maafkan aku sayang. Gumanya.


Lian sebenarnya tidak ingin kejadian di alam fana dulu terulang dimana karena kurangnya kejujuran dan keterbukaan sehingga dia dan suaminya berpisah selama tiga tahun.


Tapi saat ini Lian binggung harus mengatakan apa kepada suaminya.


Tidak mungkin dia mengatakan bahwa ketua klan iblis Ayahnya sekaligus ayah mertuanya. Sementara ayahnya saat ini menjadi buronan suaminya.


Di tambah lagi suaminya mempunyai sejarah yang sangat menyedihkan sehingga Suaminya sangat membenci Ayahnya Lian.


Air mata Lian mengalir di pipih mulusnya. Sekalipun ayahnya iblis dia tetap ayahnya. Dia merasa ayahnya bukan sosok sekejam seperti para klan iblis lainnya. Lian juga baru menyadari dulu inti Api iblis hampir saja menyentuhnya dan merenggut jiwa murninya. Lian semakin percaya bahwa dia memang putri dari ketua klan iblis.


"Apa yang harus kulakukan? Wanita hina seperti aku ini tidak cocok untukmu, Aku Putri dari ketua klan iblis yang sangat kamu benci.


"Maafkan aku hikss. Lian bermonolog dalam hati sambil menangis, saat ini dirinya seperti ada di dua persimpangan dia binggung memilih jalan yang mana. Jika Dia jujur Lian takut suaminya membenci, Lian tidak ingin itu terjadi, saat ini dirinya sedang mengandung, Dia tidak ingin putranya lahir dalam keadaan orang tuanya saling membenci.