
"Apa kau keberatan jika kami masih disini?
"Kami juga ingin melihat perkembangan ke ponakan kami.
Jawab Dewa Bintang dengan santai.
"Kalian kembalilah.
Titah Heng Yuze datar.
"Jangan usir kami.
"Kami masih mau disini, Adik cantik, Tidak apa-apa kan jika kakak Dewa tampan mu ini disini?
Tanya Dewa Matahari sambil menaik turunkan alisnya melihat Chang Lian.
Chang Lian mengangguk. Suasana di Istana miliknya akan menjadi ramai jika kakak Dewanya ini sudah berkumpul.
"Aku ingin menjenguk si kembar.
"Apa kalian ingin melihatku menjenguk si kembar?
Sorot mata Heng Yuze menatap tajam
Bisa-bisanya mereka ini memperdaya istriku. Pikirnya
"Ckk..Tidak bisakah kau berhenti sehari saja tidak melakukanya?
"Kau sungguh tidak malu mengatakan itu.
"Sikembar baru saja tiba.
"Mereka akan terganggu dengan guncangan mu.
Dewa Bintang sungguh sangat jengkel.
Dia merasa sahabatnya yang satu ini telah gila.
"Itu urusanku.
"Aku bisa mengatasinya.
Ujar Heng Yuze.
Ke empat Dewa itu akhirnya mengalah.
Mereka juga tidak akan menang melawan si balok es itu.
"Adik cantik, Kami pergi dulu. Ucap Dewa Matahari
"Salam kepada Dewa Tinggi Putra Mahkota dan Dewi Tinggi Phoenix. Ucap Mereka serentak,
Lalu menghilang dari istana milik Heng Yuze.
"Akhirnya pergi juga para pengganggu itu. Batin Heng Yuze
"Apa kamu masih ingin disini.?
Tanya Heng Yuze saat tinggal mereka berdua di hamparan hijau.
"Disini sejuk, aku masih ingin bersantai di sini.
Chang Lian melihat wajah suaminya dengan sendu.
"Apa kamu merindukanku, Saat aku belum kembali ke sisimu?
Tanya Chang Lian, Dia sudah mengingat semua masa lalunya. Masa lalu yang ingin di lupakannya karena rasa sakit dan kesepian yang dialaminya. Sehingga Chang Lian meminta untuk tidak hadir lagi di kehidupan suaminya ini. ternyata hal itu tidak bisa, Langit telah menggariskan hidupnya untuk selalu bersama suaminya ini
"Syukurlah. Batin Chang Lian merasa bahagia.
Dia sangat merindukan suaminya ini.
"Sangat..Aku sangat merindukanmu sayang.
Bisik Heng Yuze sambil memeluk istrinya erat, Mengecup Surai lembutnya.
"Maafkan aku sayang, Jika aku belum bisa menjadi suami yang baik untukmu di dunia fana.
"Tapi..aku berjanji, Mulai sekarang dan seterusnya aku akan tetap bersamamu, Bersama anak-anak kita.
Janjinya, mata legam Heng Yuze kini mengeluarkan cairan bening itu lagi.
"Bisakah kita kembali ke kamar. Aku ingin menjenguk anak-anak Kita.
Ucapnya berat.
Chang Lian mengangguk.
"Berjanjilah untuk pelan-pelan melakukanya.
Ujarnya.
"Baik istriku.
Mereka berdua langsung menghilang dari sana.
Di kamar megah itu, Sang Dewa dingin yang di juluki balok Es itu kini sedang memadu kasih dengan sang istri.
Adegan suami istri itu kembali di lakukan. Heng Yuze sangat lembut memperlakukan istrinya. Tetapi dirinya tidak mau berhenti sedari siang sampai malam hari telah tiba.
"Cukup, Aku sudah lelah sayang. Pinta Chang Lian dengan suara paraunya.
"Sebentar lagi sayang, Tanggung.
Ucap Heng Yuze sambil mengecup bibir yang menjadi candunya itu.
"Terimakasih, Sayang.
Ucap Heng Yuze setelah hasratnya itu tersalurkan, Dia memeluk istrinya dengan erat.
"Apa kamu lapar?
Chang Lian mengangguk.
" Tapi Nanti saja, Aku mau tidur sebentar
Ucap Chang Lian, Mata indahnya kini terpejam.
"Maaf membuatmu kelelahan.
Heng Yuze mengecup mata yang sudah tertutup itu.
'Sayang selalu saja bilang seperti itu, Setelah selesai melakukanya.
Chang Lian masih menjawab dengan mata terpejam..
Heng Yuze tertawa kecil.
"Sayang begitu menggemaskan, Jadi aku tidak bisa berhenti.
ucapnya sambil mencium bibir manis istrinya.
Chang Lian tidak lagi menjawab, Makin di jawab ,Maka suaminya itu makin menjadi-jadi.
Senyum mempesona, Masih terukir di rahang kokoh Heng Yuze.
Kebahagiaannya saat ini tidak bisa di uratarakanya dengan kata-kata.
Heng Yuze tidak tidur, Dia menemani tidur sang istri. Dan sesekali dirinya akan curi-curi kesempatan..Membuat Chang Lian merasa risih.
Heng Yuze bukanya berhenti, Malah semakin liar.
Chang Lian pasrah saja.
Tidak di dunia Fana, Tidak disini. mesum suaminya itu sama saja. pikirnya
**
Ke esokan harinya, Di aula Istana kerajaan.
Suasana di aula itu sedikit gempar.
laporan-laporan yang di terima ketiga sang Maha Dewa Tinggi, membuat kedua sosok yang sudah berumur itu memijit pelipisnya.
Klan iblis sudah semakin meraja Lela..
"Yang Mulia. Di perbatasan Danau hitam dan jembatan neraka. Para klan iblis telah berjaga di tempat itu yang Mulia.
Mereka semalam membuat keributan disana yang Mulia.
Lapor Dewa penatua dari klan rubah.
'"Yang Mulia, Apa ini ada hubungannya dengan kelahiran kedua cucuku?
Tanya Dewi Petir.
"Aku rasa ada hubungannya. Ucap Dewa Agung.
"Mungkin mereka semakin takut karena akan bertambah Dewa Tinggi, Apalagi datangnya sekali dua. Timpal Kaisar Langit.
"Apa mereka akan mengajak kita perang lagi?
"Karena seingatku, Saat bocah-bocah ingusan ini lahir mereka juga datang mengepung kerajaan langit.
Ucap Dewi Petir sambil menunjukkan barisan depan.
Ke empat Dewa di samping Chang Lian memutar bola matanya.
"Selalu saja kamu menjadi sasarannya. Pikir Mereka.
"Siapa yang masih ingusan. Putranya saja sudah bisa buat anak. Tiap hari lagi minta jatah
Gerutu Dewa Bintang.
Wajah Chang Lian merah merona. Kakak Dewanya yang satu ini sungguh sangat blak-blakan.
"Jika mereka ingin berniat menganggu ke dua cucuku. Maka aku sendiri yang menghukum mereka.
Dewi Petir berbicara tegas.
"Iya..iya. selesai rapat. Silahkan pergi ke jembatan neraka, Pastikanlah,
"Apa mereka memang sedang membuat masalah?
Ucap kaisar Langit, Tanpa di suruh pun Dewinya itu juga akan kesana.
"Hamba meminta ikut yang Mulia.
Timpal Dewi Phoenix, Chang Lian.
"Tidak boleh. Heng Yuze menolak tegas. Mata legamnya menatap istrinya.
"Apa-apaan istriku ini, Sedang hamil. Malah ikut perang. Pikirnya.
'"Hamba mohon yang Mulia.
Chang Lian masih bersiteguh.
Semenjak dirinya di nobatkan oleh langit, Chang Lian belum pernah mengelilingi tujuh lapisan alam semesta. Suaminya itu selalu saja mengurungnya.
Bahkan tugasnya sebagai Dewi Phoenix , Terkadang suaminyalah yang melakukanya.
"Silahkan Nak. Dan tetap hati-hati. Ucap Kaisar Langit dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari Dewa Tinggi Putra Mahkota.
"Ckk..Ini bukan alam fana lagi.
"Dia sudah menjadi Dewi Tinggi pilihan Langit lagi.
"Tidak ada yang akan membunuhnya, Apalagi melukainya.
Ucap Kaisar menghibur hati yang sedang kalut itu.
"Aku tetap tidak setuju.
"Lagian Chang Lian istriku.
"Hakku melarangnya. Ucap Heng Yuze datar.
"Chang Lian Dewiku.
"Aku juga berhak mengaturnya.
Kaisar langit tidak mau kalah, Sesekali dirinya akan membuat kesal Dewa balok Es itu.
"Bisanya kalian tidak berdebat.
"Sudahlah Yuze. Biarkan saja istrimu sesekali keluar istanamu itu.
"Jika kamu khawatir, tinggal ikut saja.
Timpal Dewa Agung dan langsung mendapatkan jempol sepuluh hari dari Kaisar langit.
"Dasar perjaka Tua.
Umpat Heng Yuze dan langsung mendapatkan toyoran dari Dewa Agung dan Kaisar Langit.