Cinta Sang Dewa Dingin

Cinta Sang Dewa Dingin
EPISODE. 61


Pengawalmu telah membunuh tuan muda dari Kediaman song. Dan Nona muda dari kediaman Ling.


Ivona berbalik. Saat ini dirinya sudah kembali menggunakan cadar hijaunya.


Dia menatap pemuda yang di depanya itu dengan dingin lalu berkata.


"'oh...


""Jika mereka keberatan...


Ivona menghentikan perkataanya. Lalu dia melangkah tiga langkah dengan anggun. Saat ini jaraknya dengan Xia He berjarak dua meter.


""Mereka tidak pantas..


Ucapnya lalu melangkah pergi dari sana.


Xia He tertekun.


Dia tidak pernah bertemu dengan seorang wanita yang begitu angkuh..


""Apakah dia waras. Bisik Yuan.


""Wanita cantik memang berbeda. Puji Ruan.


Saat Ivona dan rombonganya meninggalkan restoran itu.


Pemilik restoran itu Menyuruh Para pelayannya membereskan dua mayat yang tergeletak itu.


Pemilik restoran itu menghampiri ketiga pemuda itu.


Tuan muda...mohon maaf. Aku harap kalian jangan mengusik Nona yang tadi. Ucapnya mengingatkan ke tiga pemuda itu. Jangan sampai Ratunya itu Murka.


""Siapa wanita itu?


""Kulihat kau cukup dekat denganya.


""Apa dia lebih hebat dari kami?


Ucap Yuan sombong.


Pemilik restoran itu hanya bisa menghela nafas.


""Maaf tuan muda. Hanya itu yang bisa aku sampaikan.


Pemilik restoran itu pergi meninggalkan ke tiga Tuan Muda itu yang masih belum puas dengan penjelasanya.


"" Apakah kita perlu memberitahukan kepada Putra Mahkota.? Tanya Ruan.


""Cepat atau lambat dia akan mengetahui hal itu. Xia He berbicara dengan sorot mata yang sulit di artikan.


""Kasihan sekali wanita sombong itu. Jika Putra Mahkota sudah turun tangan. Hidup wanita itu pasti berakhir tragis. Ucap Yuan sinis.


Awalnya Dia terpesona dengan sosok wanita berparas cantik itu. Tetapi setelah wanita itu berkata sombong seakan merendahkan mereka. Dia menjadi berang melihat wanita itu.


Di dalam kreta kuda. Para penghuni itu terdiam membisu. Mereka tau sang Ratu itu sedang menahan amarahnya.


Lalu Zhang menyodorkan makanan dan minuman di depan Ivona


""Yang mulia aku tau. Yang mulia tidak makan dengan baik. Untuk itu aku sengaja menyuruh mereka menyiapkan beberapa makanan untuk yang mulia.


Ivona menatap makanan itu. Lalu mengangguk. Lelaki yang di depanya itu yang paling mengerti. Dulu lelaki ini kurang peka. sekarang lelaki itu selalu selangkah di depan.


Ivona makan dengan tenang sesekali menyuapi Putranya.


""Ibu perutku sudah tidak sanggup lagi. Ibu saja yang menghabiskanya. Ucap Lie Zhu dirinya bahkan sudah sesak bernafas merasakan perutnya yang penuh.


Selesai makan dengan tenang dan puas. Ivona berseru.


""Untuk selanjutnya kejadian tadi jangan terulang. Jangan pernah membunuh orang saat aku sedang makan. Ucapnya.


Semua orang mematuhi perkataan Ivona.


""Baik yang Mulia.


""Yang Mulia kita sudah melewati gerbang perbatasan .


Ivona melihat keluar hari sudah mulai malam.


""Lanjutkan perjalanan. Titahnya.


"" Baik yang Mulia.


Ivona tidur dengan nyaman di tempat tidur yang di sediakan di kreta itu. Dia memeluk Putranya dengan hangat. Sementara Jing mi dan yang lain memasang matanya lebar-lebar takut ada sesuatu yang mengganggu perjalanan mereka.


Pagi hari telah tiba.


Ketiga pemuda itu telah melanjutkan perjalanan mereka.


""Apakah kalian tau kemana perjalan wanita bercadar hijau itu? Tanya Ruan


""Apakah kau tertarik dengan wanita angkuh itu. Yuan menjawab sambil tersenyum.


""Apakah kita salah telah membiarkan wanita itu pergi?  Ruan kembali bertanya tampa menjawab pertanyaan sahabatnya itu.


Aku yakin sekarang Istana sedang sibuk. Pasti kanselir kiri dan kanan sedang membuat keluhanya. Xia He merasa bersalah telah membiarkan wanita itu pergi. Seharusnya dia menghentikan wanita itu. Wanita itu telah lancang membunuh  Putra dan Putri orang berpengaruh di kerajaan itu.


""Tidak lama lagi Putra Mahkota akan cepat menangkapnya. Yuan menjawab dengan bangga.


""Jika Putra Mahkota turun tangan semua akan beres. Pujinya.


""Jika wanita itu sudah tertangkap dan di penjara. Aku akan menjadi orang pertama yang melemparkan telur busuk kepadanya saat dia menjalani hukuman matinya. Bibirny Yuan tersenyum licik.


""CKK... Apakah kau punya dendam kepada wanita itu? Ruan bertanya jengkel


"Bukan kita bertiga di rendahkanya. Dia terlalu sombong. Sebagai wanita walaupun dia Cantik tidak seharusnya dia bersikap sombong di hadapan para Tuan Muda penerus Duke. Keluh Yuan.


""Terserah.


Menurutku itu hal yang wajar dia hanya menjaga jarak dari orang-orang yang mencoba mendekatinya.


Bukankah dia mengatakan bahwa dia wanita beretika? Bela Ruan.


Ckk..jika dia wanita beretika seharusnya dia tidak membunuh orang seperti membunuh semut. Balas Yuan jengkel.


""Dia tidak membunuhnya. Tapi para pengawalnya lah yang membunuhnya. Lagian itu wajar. Secara Tuan song dan Nona Ling telah menghinanya di depan semua orang.


Bahkan  dia di sebut pelacur dan di tawarkan memuaskan Tuan song. Bayangkan jika hal itu di posisi adikMu. Xia He meluruskan.


""Jika ada seseorang yang menghina adikku bahkan mau melecehkannya. Aku akan memenggal kepalanya. Jawab Yuan sedikit emosi. Kenapa juga sahabatnya itu mengutuk nasib adiknya seperti itu.


""Itulah yang di lakukan pengawalnya itu mereka tidak terima Nona mereka yang mereka Muliakan di hina dan di lecehkan. Terang Xia He.


Yuan diam. Sedikit mengerti dengan penjelasan kedua sahabatnya.


""Apakah aku terlalu menilai wanita itu buruk? Batinya.


Pada siang hari mereka bertiga telah tiba di pintu masuk hutan Spritual. Sesuai dengan perkiraan mereka.


Mereka bertiga dapat merasakan aura hutan itu yang semakin kuat.


Saat mereka turun dari kuda. Bayangan Hitam bercampur corak emas. Muncul di hadapan Mereka.


""Salam untuk Putra Mahkota. Semoga Dewa Agung selalu menyertai yang Mulia Putra Mahkota. Ucap mereka serentak.


""Hmm.


""Akhirnya yang Mulia datang juga.


""Bukankah kau sedang sibuk di istana. Tanya Yuan?


""Hmm.


""Aku mendengar beberapa keluhan dari kanselir kanan dan kiri.


""Di restoran ibu kota terjadi pembunuhan.


''yang di bunuh itu Putra sulung kanselir kiri. ""Dan yang satu lagi Nona ke dua dari kanselir kanan. Terangnya datar.


""Pembunuhan itu terjadi di hadapan kami. Jawab Xia He sambil menunduk.


Ba Xi'an memicingkan matanya.


Akhirnya Ruan menceritakan semua hal yang terjadi di restoran itu.


""Wanita bercadar hijau? Ba Xi'an menatap lekat wajah ketiga sahabatnya itu.


""Wanita itu sangat cantik dan juga angkuh. Ucap Yuan.


""Aku sudah menyuruh Bingwen mengejarnya. Menurut penjaga gerbang di perbatasan tadi malam mereka melewati para penjaga itu. Ucap BA XI'AN.


" Mungkin sebentar lagi mereka tertangkap dan di masukkan ke dalam penjara istana .


Ketiga sahabatnya itu mengangguk.


""Bisakah tunggu kami tiba di istana. Baru kau jatuhkan hukuman mati mereka? Ruan berharap melihat wanita itu terakhir kalinya.


""Hmm..


Mereka bertiga telah memasuki hutan Spritual itu.


""Wahh...ternyata perkataan guru pertama benar. Aura tingkat rendah ini sudah di tingkatkan. Ucap Yuan.