Cinta Sang Dewa Dingin

Cinta Sang Dewa Dingin
EPISODE. 81


Takut jeritan yang keluar dari mulutnya terdengar Ivona.


Sementara Kaisar Matahari terduduk lemas. Sungguh jantungnya tidak sanggup menerima berita sebesar ini.


"Tidak..hiks.. Ayah.


Putri Mahkota Matahari mencoba mendekati sang Kaisar.


"Jangan panggil aku Ayah dengan mulut Kotormu.


bentak Kaisar Matahari nyalang dia tidak menyangka hal sebesar ini terjadi di hidupnya. Seorang anak yang sangat di sayangi dan di manjakan ternyata anak dari selingkuhan Istrinya. Bahkan selama ini dia terang-terangan membedakan kasih sayangnya dengan Putrinya yang lain. Hatinya sungguh sakit.


Selir yang di Agung-agungkan ternyata sosok ****** di balik wajah polosnya.


Saat ini Kaisar Matahari ingin sekali membunuh wanita yang sudah menduduki posisi Putri Mahkota yang seharusnya milik Putri kandungnya.


"Yang Mulia jangan terkejut begitu.


"Bukankah yang Mulia mengatakan istrimu adalah sosok yang lemah lembut?


Ivona melepaskan jarum pelumpuh otot dari Selir kesepuluh..


"Kaisar jangan percaya dengan perkataan wanita murahan itu.


Selir kesepuluh masih mencoba merayu Kaisar Matahari


""Diaamm


""Brak...


""Krek...


"Aahhh..


Jerit selir kesepuluh saat  badanya di lemparkan secara kasar oleh Kaisar Matahari.


Tubuh selir itu sangat mengerikan tangan kanannya patah akibat terbentur pada meja yang berjarak sepuluh meter dari tempatnya.


Kaisar Matahari mengunakan sihirnya untuk menyingkirkan tubuh kotor Selir kesepuluhnya yang mencoba menyentuh lenganya..


Emosinya sudah meluap-luap siap membakar tubuh kotor selir ke-sepuluh.


"Jauhkan tangan kotormu.


Ucap Kaisar Matahari sambil menatap tajam tubuh yang sudah mengganaskan itu.


""Yang Mulia jangan lupakan pengawalmu ini.


Ivona mencoba mengingatkan Kaisar Matahari.


Sosok Pria yang di samping Ivona bergetar saat dirinya di tunjuk Ivona.


""Sraakk...suara tebasan di punggung laki-laki itu di layangkan Kaisar Matahari.


Kaisar Matahari langsung menusuk pria selingkuhan selirnya.


Wajah Tuanya menatap dendam kepada pengawal yang sudah di percaya selama ini.


''Maaf..sebenarnya aku sudah melepaskan nyawamu.


"Tetapi masih ada yang menginginkan kematianmu.


Ucap Ivona tenang bagaikan serpihan kaca yang mengalir di setiap tenggorokan para penghuni aula.


""Apa dia sudah tidak waras. Dia mengatakan melepaskannya Tetapi dia juga yang mengingatkan Kaisar Matahari. Batin Yuan.


Mulutnya sudah gatal Ingin berbicara.


Sedari tadi dirinya ingin mengoceh tetapi melihat tatapan hewan suci Spritualnya yang mematikan. Niatnya itu di urungkan.


Apalagi dia juga tidak berani membantah perkataan wanita bercadar itu.


""Diriku masih waras


"Untuk tidak melawanya.  Batin Yuan


Langkah Ivona sangat anggun.


Dirinya menghampiri wanita yang sudah berpenampilan bak orang gila.


Rambut yang awalnya tersusun rapi kini tak terbentuk lagi.


Gaun sutra yang awalnya bersih dan indah kini bersimbah darah dan gaun itu juga koyak.


Ivona menunduk...lalu menarik rambut selir ke-sepuluh itu..membuat wajah selir itu mendongak keatas.


""Lihatlah kekasih hatimu telah pergi.


""Apakah kau ingin menyusulnya?


Seringai licik terukir di wajah Ivona.


Netra hijaunya menampilkan raut kesenangan.


"Ckk..anak zaman sekarang sungguh lebih kejam.


"Dari mana dia tau cara menyiksa orang seperti itu. Batin Kaisar Phoenix.


Dia sudah memberikan kode untuk Putranya dari meja yang sengaja di geser-geserkanya. Sehingga menimbulkan bunyi yang bisa di dengar orang yang di sampingnya.


Tetapi Putranya tidak menghiraukan.


Putranya yang biasanya memiliki Indra pendengaran sensitif tidak meliriknya sama sekali.


""Kakek jangan ribut. Nanti kakek di lempar jarum oleh bibi cantik.


Bisik suara anak kecil di telinganya.


Bibir Kaisar berkedut mendengar ancaman cucu kesayangannya.


Dia ingin membalas ucapan cucunya tetapi takut di dengar sosok yang di bawah sana.


""Sungguh harga diriku turun drastis. batinya.


""Bukankah sedari awal kau sudah ku berikan kesempatan?


"Kau menyebutku ******..


"Lalu kau ini apa ha?


"Lihatlah tubuh kotor mu ini.


" Kau jajahkan dengan murah kepada pengawalmu sendiri.


"Jangan coba-coba mengusikku karena sekali kau melakukan hal itu maka ribuan kali aku akan membalasnya ucap Ivona dingin.


"Plakk...


Suara tamparan menggema di ruangan aula kerajaan itu.


Wajah yang mempunyai benjolan kasar itu kini benjolan itu pecah. Darah merah pekat bercampur nanah mengalir deras dari wajahnya. Keluar Bau menyengat menusuk hidung


"Aahh..


Semua orang  di aula itu meringis mendengar tamparan Ivona yang menyakitkan. Sebagian ada yang secara tidak sadar memegang wajahnya.  Aroma bau busuk yang mereka cium sekuat tenaga di tahan untuk tidak muntah.


Perut mereka seakan di aduk-aduk saat aroma itu menyentuh hidung.


"Ibu..teriak Putri Mahkota Kaisar Matahari.


"Kau.. berani-beraninya kau menampar ibuku?


Putri Mahkota menatap Ivona dengan tajam.


"O..ya


"Apakah kau ingin menggantikan ibumu?


Putri Mahkota itu langsung menggeleng dia tidak mau wajahnya hancur.


Plakk..


Plakk..


Krak..


""Upss.. maaf tanganku terlalu licin. Ucap Jing mi  tanpa raut wajah bersalah.


Secepat kilat Jing mi memberi pelajaran kepada Putri Mahkota palsu itu.


"Ahh.. wajah Putri Mahkota itu sudah hancur lebur.


Giginya Hampir rontok semua.


Jing mi menggunakan ekornya yang lembut menampar wanita itu dan hal itu tidak ada yang menyadari kecuali adiknya yang membeku di tempat melihat aksi brutal kakaknya.


""Apakah dia masih kakakku batinya.


Sementara orang-orang yang di aula itu merasa aneh saat Putri Mahkota kerajaan Matahari Menjerit kesakitan dan mereka melihat wajah Putri Mahkota itu sudah tak terbentuk.


Pipih putih itu kini berubah menjadi warna merah seperti tomat busuk.


Gigi wanita itu sudah berserakan di lantai.


""Siapa yang melakukan itu. Batin mereka  Masing-masing dengan raut wajah yang sangat terkejut sekaligus penasaran.


""Yang Mulia Kaisar..aku telah puas bermain dengan istrimu.


"Dan aku juga sudah menghancurkan sihir dan tenaga dalamnya.


Saat ini dirinya hanya sebuah kotoran yang menempel di tubuhmu. Ucap Ivona santai.


Sementara suasana di aula semakin terdengar grasak-grusuk.


Mereka terkejut batin  mendengar perkataan Ivona yang dengan mudahnya menghancurkan sihir dan bela diri seseorang.


Ivona menghampiri Putri Mahkota kerajaan Matahari itu. Dia melakukan hal yang sama. Menghancurkan sihir dan tenaga dalamnya.


""Ini akibat kau tidak menyadari di mana tempatMu.


Ucap Ivona dengan tatapan matanya sedalam hutan tak berujung.


Membuat tubuh Putri Mahkota bergetar. Dia sangat berharap semua ini adalah mimpi. Jika Dia sadar dari mimpinya dia akan berlari sejauh mungkin untuk menghindari wanita bercadar di depanya.


""Dia..sungguh kejam.


Ucap seseorang melalui telepati kepada temanya.


"Iya ..bahkan dia dengan mudah menghancurkan sihir dan tenaga dalam  selir kesepuluh dan Putri Mahkota.


"Padahal aku dengar selir dan Putri Mahkota sudah tahap Laga.


""Apakah tadi aku menghina wanita itu?


Tanyanya kepada sahabatnya.


""Aku tidak ingat.


""Ckk..kenapa kau tidak ingat.


"Kenapa kau marah?


"Kau yang punya mulut saja tidak ingat apalagi aku.


""Aku hanya takut wanita itu membalaskan dendamnya kepadaku.


"Kurasa kekuatan yang kita miliki ini hanya seujung kuku baginya.


""Tidakkah kau lihat hewan suci kita .


"Mereka seakan mengagumi wanita itu. Tatapan mereka seperti tatapan memuja.


''Berhentilah kalian mengeluarkan suara jelek itu. Ucap hewan suci  Rusa jengkel. Dia sangat terganggu dengan suara-suara jelek milik kedua pemudanya.