
"Kakek...
"Nenek ingin kakek seperti ayah bersikap lembut dan hangat.
"Dan memberikan perhatian lebih kepada nenek.
Jelas Ba Xi'O yang terkenal lebih ramah di bandingkan kakaknya yang selalu memasang wajah datar.
Bibir Mantan Kaisar itu berkedut saat tau cucunya lebih mengerti perkataan istrinya.
""Tenang saja..
""Saat ini aku sudah bersantai diri
"Aku akan lebih memanjakan mu istriku. Bisik Mantan Kaisar ketelinga istrinya membuat sang empunya menahan malu. Takut di dengar kedua cucu cerdasnya.
Acara penobatan dan Menikahi Ivona adalah sesuatu hal di luar pemikiran Ba Xi'an.
Bahkan dirinya sedari tadi tak henti-henti menatap Ivona dengan penuh cinta.
Bulir kristal menetes dari bola mata legam itu.
Ba Xi'an menghapusnya sedikit kasar. Takut dilihat orang lain.
""Aku sangat Bahagia sayang... sangat. Bisik Ba Xi'an serak sambil mengecup jemari tangan kanan Ivona berulang ulang membuat Ivona geleng-geleng kepala dan tersenyum haru.
Ivona tidak menyangka suaminya akan sebucin itu kepadanya.
"Apakah ini balasan terhadap perasaanku yang sudah kutanggung sejak kecil. Batin Ivona.
""Aku mencintaimu sayang...sangat Mencintaimu.
"Bisakah sayang berjanji untuk tidak pernah meninggalkanku? .
Ba Xi'an menatap teduh manik biru milik Ivona
""Iya...aku berjanji tidak akan meninggalkanmu. Ivona sambil mengangguk
"Dan begitu juga sebaliknya. Kamu juga tidak akan meninggalkanku.
Balas Ivona dengan serius.
"Baik sayang.
""Aku akan bersamamu seumur hidup. Ba Xi'an mengecup lembut pelipis Ivona.
Kini istrinya itu sudah tidak dingin lagi. Ba Xi'an dapat melihat dari sorot mata istrinya yang menyala-nyala akan cinta istrinya kepadanya.
**
Satu bulan telah berlalu.
Selama satu bulan itu Ba Xi'an mengurung Ivona di Istana mewah miliknya yang memang sengaja di bangun untuk istri tercintanya.
Niat Ivona yang ingin berkunjung sejak awal ke kerajaan Matahari untuk menyembuhkan Permaisuri karena Ivona telah berjanji. Harus batal sebab pihak kerajaan itu yang datang kekerajaan Phoenix untuk bertemu dengan Permaisuri Ba Xi'an.
" Yang Mulia Kenapa Permaisuri tidak bisa datang berkunjung ke kerajaan ku?
""Kau yang butuh bantuan. Seharusnya kau yang datang. Bukan istriku.
"Aku tidak ingin istriku terlalu lelah karena istriku sudah seharian penuh melayaniku.
Jawaban Ba Xi'an saat di tanya oleh Kaisar kerajaan Matahari.
Sungguh perkataan Ba Xi'an membuat Ivona manahan malu dan ingin menenggelamkan pria itu ke gurun pasir. Tapi sayang Ivona masih mencintai laki-laki mesum itu.
Sementara Kaisar Matahari merasa jengah melihat tingkah laku Kaisar muda itu. Jika bukan karena dia yang butuh Dia tidak akan mau menginjak kerajaan Phoenix. Bahkan Kaisar Matahari itu berniat untuk tidak pernah lagi datang kekerajaan itu. Sekalipun itu undangan penting seperti perkumpulan lima belas kerajaan terbesar.
Kaisar tua itu tidak akan mau hadir lagi. Sebab Kaisar itu tidak ingin melihat Ba Xi'an yang selalu memamerkan kemesraannya di depan umum.
""Aku juga pernahnya jatuh cinta. Tapi tidak menjadi gila sepertimu. Batin Kaisar Matahari
Setelah Ivona memeriksa Permaisuri yang memiliki mata teduh itu. Ivona langsung membuat beberapa pil dan meracik ramuan untuk di seduh dan di minum wanita paruh baya itu sebelum tidur.
"Walaupun racun di tubuhmu bisa di keluarkan tetapi kondisimu akan tetap lemah.
Ivona mengembuskan nafas beratnya. Wanita nomor satu di kerajaannya itu bahkan tidak mampu melindungi dirinya sendiri.
"Kenapa?
"Bukankah racunya sudah keluar?
"Kenapa kau tanya aku?
"Tanyalah selir Agung tercintamu itu?
Ivona langsung emosi saat membahas wanita tidak tahu malu itu. Kaisar Matahari terkejut saat Ivona masih membahas selirnya yang sudah di bunuhnya dengan tanganya sendiri karena penghianatan dan kebohongan wanita itu.
Dia tidak mungkin bertanya kepada wanita yang sudah mati itu. Kecuali dia ikut menyusul kemungkinan hantu mereka akan bertemu dan jambak-jambakan.
"Ceritakanlah kepada yang Mulia Kaisar. Dia berhak mengetahui semua sikap busuk wanita itu. Ucap Ivona sambil menggenggam lembut tangan wanita itu. Membuat mata wanita paruh baya itu berkaca-kaca. Dia tidak menyangka wanita muda yang di depanya itu mengetahui semua tentang kehidupanya yang begitu menderita akibat kehadiran selir suaminya.
Permaisuri kerajaan Matahari mengangguk.
Setelah Ivona mengobati Permaisuri dari kerajaan Matahari.
Ivona kembali ke Istana Phoenix satu hari ini Ivona menghabiskan waktunya untuk mengobati dan mengobrol dengan Permaisuri Matahari.
Ba Xi'an yang melihat kehadiran istrinya itu menghampirinya.
"Kenapa lama sekali sayang.
BA XI'AN memasang sedikit wajah muram.
Jika istrinya itu juga tidak datang sampai malam maka Dia sendiri yang akan menjemputnya.
Istrinya itu sudah sedari tadi pagi meninggalkanya. Ba Xi'an sungguh merindukan istrinya itu.
Ba Xi'an memeluk istrinya posesif. Memasukkan kepalanya ke leher jenjang istrinya menghirup aroma istrinya kuat-kuat. Wanitanya itu masih sangat wangi walaupun belum mandi.
""Aku mau mandi.
"Siap mandi aku ingin langsung makan.
"Perut ku sudah kelaparan sekali.
Ivona berbicara sambil mengangkat kepala Ba Xi'an yang sudah lengket di lehernya bak mahgnet.
""Sebentar saja. Regek Ba Xi'an
Ivona hanya bisa pasrah.
Rencananya hari ini mau melihat Putra kembarnya itu dan menghabiskan waktu sebelum tidur.
Akhirnya Ivona dapat melakukan ritual mandinya. Dengan bujuk rayuan maut Ivona Ba Xi'an baru melepaskan pelukan hangatnya dengan tidak rela.
Bahkan Ba Xi'an masih menawarkan diri untuk ikut mandi bersama tetapi langsung di tolak tegas oleh Ivona. Dia paling paham suaminya itu.
Selesai Ivona makan malam.
Dirinya pergi ke ruangan ke dua Putranya disana kedua Putranya itu masih sibuk belajar menulis.
Ivona mengembuskan nafas panjangnya suaminya itu terlalu keras mendidik ke dua bocah yang masih kecil itu.
""Ibu..teriak Ba Xi'O dan langsung menghelanyut manja di pangkuan ibunya seakan mengadu bahwa dirinya sungguh lelah.
Lie Zhu juga ikut bermanja-manja walaupun dirinya terkenal pendiam sejatinya dia hanya anak kecil yang membutuhkan kasih sayang dari orang tuanya.
"Apakah kalian lelah?
Ivona bertanya sambil mengecup pelipis Putranya bergantian.
Kedua Putranya itu mengangguk.
""Jangan terlalu di paksakan.
"Kalian juga harus ada waktu bermain.
Ke-dua Putranya menggelengkan kepala bersama.
Tulisan kami masih seperti cakar ayam yang pernah ibu bilang.
"Lihat ibu.
Bibir Ivona berkedut mendengar ucapan Ba Xi'O sungguh Ivona masih belum bisa melupakan bahasa-bahasa di zamannya dulu.
Ivona mengambil kertas itu. Ini sudah lebih bagus. Kalian sudah berhasil. Ivona tersenyum kepada ke-dua Putranya sambil mengelus Sayang kepala ke dua Putranya itu.
Anaknya masih tiga tahun lebih tapi sudah bisa menulis dengan rapi. Ivona tidak menyangka akan melahirkan ke dua Putranya yang tampan dan cerdas. Mengingat dulu dirinya pernah mengalami keracunan bahkan Ivona sudah mempersiapkan hatinya untuk menerima takdir Putranya jika terlahir cacat. Ternyata semuanya hanya pemikiranya saja. Kini dia melahirkan Putra yang tampan dan cerdas bahkan kembar.