CEO & DOLL

CEO & DOLL
BAB 97


Keesokan harinya Letta bangun dan merasakan kepalanya berdenyut, dia memegang kepalanya dengan kedua tangannya.


Letta baru menyadari jika dirinya tidak mengenakan apapun dan hanya selimut yang menutupi tubuhnya.


matanya mulai melihat kamar dan merasakan asing dan betapa terkejutnya dia saat Zact masuk kamar dengan gelas di tangannya.


"Minumlah ... ini bisa meredakan sakit kepalamu" kata Zact ,dengan bingung Letta menerima minuman itu dan kemudian meminumnya.


"Kenapa aku bisa ada di sini?"


"Hmm ... apa kamu sedang berpura-pura lupa setelah semalam menggoda?"


Wajah Letta seketika memerah saat Zact mengatakan itu.


"Kamu bicara omong kosong apa" elak Letta.


"Apa kamu benar-benar tidak mengingat apapun?"


"Tidak ... jadi berhentilah bicara omong kosong!"


"Apa kamu yakin tidak mengingatnya?"


"Hmm !!"


Zact kemudian mendekat dan berbisik di telinganya.


"Kamu bahkan menarik handukku dan tak membiarkan aku memakainya kembali saat terlepas"


Telinga Letta seketika panas dan memerah, samar-samar dia mengingat kejadian itu dan langsung membuatnya tertunduk malu.


"Sepertinya kamu telah mengingatnya"


Letta tak berani membuka mulutnya,melihat itu Zact merasa puas.


Dia kemudian duduk disofa dan memerhatikan Letta yang terus menunduk malu.


"Sudahlah ... aku juga tak memungkiri jika aku juga menginginkannya semalam, jadi semua tidak sepenuhnya karenamu"


Letta merasakan lega dan mulai berani menoleh ke arah Zact.


"Bukankah kamu sangat membenciku?"


"Ya awalnya..."


"Hmm ... aku sudah mengetahui kebenaran, asistenku telah mencari tahu dan ternyata kamu hanya bermaksud baik untuk membantunya, jadi mari kita lupakan kesalahpahaman ini dan mulai dengan saling memaafkan"


Letta mengangguk dan merasa perasaannya di penuhi gelombang kebahagiaan.


"Akhirnya kamu berhenti salah paham denganku"


"Ya ... aku pikir kita sudah berulang kali melakukan itu, jadi aku bukan lelaki brengsek yang hanya tahu memakan dan tidak bertanggung jawab, jadi jika terjadi apa-apa padamu bilang saja padaku, aku akan memenuhi tanggung jawabku"


"Hmm ... terima kasih"


"Aku harus pergi,kunci mobil ada di atas meja dan juga kartu namaku" kata Zact kemudian pergi meninggalkan Letta.


Setelah Zact pergi, Letta membenamkan kepalanya dan menggeleng-gelengkan kepalanya di bantal ,dia benar-benar merasa sangat senang, tak di sangka hubungannya dengan Zact membaik dengan cepat.


Dia kemudian mandi dan meninggalkan apartemen Zact.


Di rumah Gabriel bermain dengan Sora ketika Letta pulang ke rumah.


Melihat adiknya tidak pulang semalaman membuat Gabriel tak bisa untuk tidak mengintrogasinya.


"Dari mana saja kamu"


"Kakak maaf aku tidak mengabari, semalam aku pergi minum dan aku mengingat di tempat teman" jelas Letta sedikit takut.


"Hmm ... usahakan jika pergi berikan kabar, jadi tidak membuatku khawatir" kata Gabriel tulus.


Terharu karena Gabriel yang begitu menerima dan menyayanginya membuat Letta merasa bersalah dan air mata tak terasa menetes.


"Kenapa kamu menangis, aku tidak sedang memarahimu" Gabriel terkejut melihat air mata Letta.


"Ah tidak tidak ... kakak sangat baik dan menerimaku meski aku hanya adik tirimu" Ucap Letta sambil mengusap air matanya.


Gabriel menghela nafas lega dan menghampiri Letta sambil menggendong Sora.


Dia kemudian mengusap rambut Letta dengan penuh kasih sayang.


"Aku adalah kakakmu ... itu saja yang aku tahu, cukup jangan berkata adik tiri atau kakak tiri, yang ada hanya kakak dan adik ... itu saja" kata Gabriel tegas.


Letta mengangguk dan memeluk Gabriel dan Sora, hari ini Letta merasa dirinya di penuhi dengan keberuntungan, setelah berbakat dengan Zact sekarang dia mengetahui jika Gabriel benar-benar menyayanginya dengan tulus sebagai kakak.