
Malam tiba Gabriel di temani Medi datang ke pesta ulang tahun Raja Frederick wiston, ajudan Raja Frederick menghampiri mereka dan mengarahkan mereka ke ruang Vip.
Di sana di penuhi dengan tamu-tamu penting dan sangat berpengaruh di berbagai negara.
Negara deamor bertetangga dengan negara Sanor, Deamor di pimpin oleh seorang Raja yaitu Frederick wiston, Gabriel dan Medi melewati perjalanan selama 2 jam untuk sampai ke kastil ini.
"Gabriel Rowen selamat datang, aku senang melihatmu dan terima kasih telah menyempatkan waktumu yang berharga" sapa Raja Frederick dengan senyum berwibawah.
Gabriel membungkuk tanda hormat, Raja Frederick merangkulnya dan membawanya ke tempat duduk di samping Joanna.
Joanna yang nampak anggun dengan gaun yang di design khusus membuatnya semakin mempesona.
"Kamu sangat tampan" bisik Joanna di telinga Gabriel.
Mendengar rayuan itu Gabriel tak bereaksi apapun.
Makan malam di mulai dengan berbagai macam hiburan mewah.
Penyayi terkenal Zact Brian di undang untuk menyanyikan beberapa lagu hits miliknya, semua tamu wanita terkagum-kagum dengan suara dan penampilan Zact.
"Sungguh luar biasa suaranya sangat memabukkan" seru salah satu tamu undangan.
Zact yang berpakaian rapi nampak seperti pangeran, suaranya yang lembut seakan terasa sedang di peluk olehnya.
Di sebuah ruangan Raja Frederick berbicara empat mata dengan Gabriel.
"Aku sekarang menagih janjimu dan aku berharap kamu tidak menghianatiku" Raja Frederick memulai pembicaraan.
"Aku bukanlah orang yang suka mengingkari janji , aku paling tidak suka memiliki hutang budi pada seseorang" jelas Gabriel.
Mendengar jawaban Gabriel membuat Raja tertawa senang.
" Baiklah akhir tahun ini kalian harus menikah" ucap Raja Frederick tegas.
"Kenapa harus terburu-buru,aku tidak akan mengingkari apa yang sudah aku ucapakan" kata Gabriel menahan kekesalan.
"Putriku yang tak memiliki banyak waktu" Wajah Raja Frederick berubah menjadi kesedihan yang dalam.
Melihat itu Gabriel sedikit berbelas kasihan.
" Meski dia terlihat baik-baik saja, di balik sikapnya yang seperti itu dia menyimpan sakitnya sendiri setiap malamnya, waktunya juga sudah tidak lama lagi" keluh Raja Frederick dengan air mata yang segera jatuh.
"Baiklah atur saja , aku akan menepati janjiku seperti yang anda inginkan" ucap Gabriel dengan hati yang sesak.
Setelah berbicara Gabriel keluar dari ruangan dan kembali ke tempat pesta, Sekarang penyanyi Amber White yang sedang menghibur para tamu.
Mata ember terpaku pada Gabriel yang duduk dengan Joanna yang sedang bermanjaan di pundaknya .
Amber sedikit kesal namun dia harus profesional, Setelah turun dari panggung Amber duduk di tempat perjamuan, Medi yang melihatnya segera menghampiri.
"Amber kamu sungguh menakjubkan" puji Medi atas penampilannya malam ini.
Mendengar pujian itu Amber tersenyum palsu.
"Aku dengar perusahaan Zinx telah menemukan model penggantiku ??" tanya Amber mencari informasi.
"hmm ... tapi aku belum tahu siapa penggantimu, Dia hanya memberitahu kami agar tidak mencari model lain karena dia sudah mendapatkannya" tukas Medi sembari menyesap minuman yang di sajikan pelayan.
"Aku memang sedikit kesal , tapi aku juga cukup mengerti jika Gabriel tidak nyaman dengan wanita manapun, tapi sepertinya dia telah berubah, apa dia sedang berhubungan dengan putri Joanna?? " Amber benar-benar penasaran.
Tak mau menjawab lebih jauh Medi beralasan untuk meninggalkan tempat ini.
Dua hari kemudian Gabriel kembali ke rumah, Dia sedikit merindukan Rose, namun beberapa hari ini Rose sedang khursus Modeling sesuai dengan yang telah di perintahkankannya, Gabriel ingin Rose menjadi model dari produk terbarunya.
Pukul 8 malam Rose kembali ke rumah, meski dua hari tidak mendapat pelukan dari Gabriel sepertinya dia terlihat baik-baik saja.
"Tuan anda telah kembali?" seru Rose ketika melihat Gabriel yang duduk di ruang tengah.
"Duduklah... " kata gabriel sembari menepuk-nepuk tempat duduk agar Rose duduk disampingnya.
"Tuan aku ingin memberitahumu sesuatu" ucap Rose setelah duduk.
"hmmm ... apa itu??" jawab Gabriel menunggu cerita Rose.
"sejak kejadian saat pertama kali aku makan, keesokannya aku mulai mencoba makan lagi dan ternyata itu jauh lebih baik dari yang sebelumnya, aku tidak merasa mual dan aku sangat suka makan" Jelas Rose antusias.
"itu bagus , kalau begitu temani aku makan malam ini" . pinta Gabriel yang langsung di setujui oleh Rose.
Mereka berdua makan malam dengan mendengar cerita-cerita kecil dari Rose, Gabrielpun menjadi seorang pendengar yang baik .
Setelah makan malam Gabriel kembali ke kamar dengan hati menghangat, pikirannya tertuju pada Rose yang polos.
Kemarin saat masih di kerajaan Deamor kepala asisten rumah tanggamya mengubunginya agar dia tidak perlu terburu-buru untuk kembali karena Rose baik-baik saja.
Gabriel sangat legah melihat kemajuan dari Rose yang signifikan.