CEO & DOLL

CEO & DOLL
BAB 43


pesta perayaan atas pernikahan Joanna dan Gabriel di gelar megah di Diamor, acara itu di siarkan di berbagai stasiun televisi.


Rose,Zact dan Nuna menonton bersama-sama.


"Apa kak Rose baik-baik saja melihat mereka berdua?" Tanya Nuna penasaran karena melihat wajah Rose yang datar tak berekspresi.


"Hem aku baik-baik saja" Dalam hati Rose merasa jika dia tidak harus bersedih dengan pengorbanan yang telah mereka lakukan, hutang budi tengah berjalan setengah jalan, Rose tahu jika itu sangat berat untuk Gabriel jadi yang harus dia lakukan hanyalah mendukungnya sekarang.


Zact kemudian berdiri menuju dapur untuk membuatkan Rose segelas susu.


Sedari tadi pagi Rose merasa mual dan sulit untuk makan.


Zact kembali dengan segelas susu hangat dan di serahkan langsung kepada Rose, dia mendongak ke arah Zact dan terharu dengan perlakuan Zact, dia bagaikan suami yang siaga menjaganya.


"Habiskan, kamu pasti lapar" kata Zact kembali duduk di samping Rose.


"Terima kasih "Ucap Rose sembari menyesap susu itu sedikit demi sedikit, perutnya pun terasa hangat.


"lihatlah wajah Gabriel dia benar-benar tidak bisa menyembunyikan ketidaknyamanannya"


komentar Zact setelah melihat Gabriel yang di sorot kamera.


"Kakak benar dan lihatlah wanita itu tidak cocok dengannya" timpal Nuna yang menjadi kesal saat melihat Joanna yang bergelayut manja pada lengan Gabriel.


"Hahaha kalian ini tidak boleh membicarakan orang di belakangnya" kata Rose yang kemudian menyadari jika perkataan mereka ada benarnya.


"Hah aku sangat kesal melihatnya, aku heran sekali kenapa kakak bisa sesantai ini" oceh Nuna .


Rose yang merasa lelah kemudian meninggalkan mereka yang masih asyik menonton acara pernikahan fenomenal itu.


Di dalam kamar Rose berbaring dan mengusap perutnya dengan lembut dan berbicara dengan anak di perutnya.


"Apa kamu tahu nak jika ibu sangat mencintai ayahmu? sayangnya ibu dan ayah tidak bisa bersama, tapi kamu tidak perlu khawatir, ada kakak Nuna dan paman Zact yang akan menjagamu dengan baik"


Setelah berbicara dengan buah hatinya Rose merasa sedikit lega. tak di pungkiri jika melihat Gabriel dan Joanna masih membuatnya merasa tidak nyaman dan cemburu,Namun Rose terus saja mencoba mengendalikan perasaannya.


Sejak kehamilannya ini Rose sering merasa mengantuk dan cepat lelah, jadi dia mempercayakan tokonya pada Nuna yang di awasi oleh Zact.


Malam hari di istana Diamor, Gabriel dan Joanna sedang makan malam dengan Raja Frederick.


Wajah tua Raja terlihat bahagia dengan pernikahan yang sukses di gelar.


"Gabriel sekarang kita resmi menjadi anggota keluarga" kata Raja Frederick di selingi dengan tawa kebahagiaan.


"Jangan merasa senang yang berlebihan" jawab Gabriel dengan kata-katanya yang tajam.


"Apa maksudmu?"


"Anda hanya memintaku untuk menikahi putrimu dan memberimu penerus, tapi anda lupa memintaku agar aku tidak menceraikannya"


Terkejut dengan ucapan Gabriel Raja Frederick langsung marah dan membanting gelas berisikan air minum ke lantai.


Semua orang di ruang makan nampak tegang, Raja Frederick yang berapi-api langsung merasakan sakit di dadanya.


Azof asisten Raja Frederick menyuruh pengawal segera membawa Raja ke kamar dan menghubungi dokter kerajaan.


Gabriel yang tak acuh langsung pergi meninggalkan ruangan, Joanna yang menangis melihat kekacauan ini duduk tak berdaya dengan perasaan kecewa.


Joanna berlari menuju kamar ayahnya dan menunggu dokter memeriksanya, setelah berhasil menyelamatkannya dari gejala serangan jantung, dokter kemudian keluar kamar dan memberi Joanna ruang untuk bertemu dengan ayahnya yang mulai tersadar.


"Ayah ..." panggil Joanna dengan di selingi tangisan, Joanna meletakkan kepalanya di bahu ayahnya, Raja dengan lemah mengusap kepala anak perempuan yang sangat di sayanginya itu.


"Jangan bersedih, ayah tidak apa-apa, aku yakin kmu bisa memenangkan hatinya, dengan kedatangan anak semua akan berubah" kata Raja Frederick lemah


Joanna yang mendapat dukungan ayahnya menjadi percaya diri kembali, setelah ayahnya tertidur Joanna kembali ke kamar, Gabriel menyesap minumannya dengan duduk bersantai di kursi.


Joanna dengan marah menghampirinya dan meraih gelas Gabriel lalu melemparnya mengenai dinding dan pecah berserakan di lantai.


"Apa begini caramu berbicara dengan orang tua?? apa kamu memang tak berperasaan seperti ini?" Ucap Joanna marah.


Dia menarik tubuh Joanna ke kursi hingga dalam posisi menungging di tangan kursi.


Gabriel menurunkan ****** ***** Joanna secara Kasar dan memasukan miliknya dengan dorongan yang kuat membuat Joanna mengerang kesakitan.


"Ini yang kamu dan ayahmu inginkan dariku, maka nikmatilah, aku akan memberikannya " kata Gabriel dengan terus mendorong miliknya keluar masuk dengan permainan yang begitu kasar.


Joanna hanya bisa menggeliat dan sesekali mengerang dengan hujaman senjata milik Gabriel yang berukuran di atas rata-rata.


Gabriel mengencangkan permainan hingga berada pada puncaknya dan mengeluarkan semua cairan miliknya dengan menancapkannya dalam-dalam dan berharap ini akan membuahkan hasil.


Gabriel mencabut miliknya dan meninggalkan Joanna yang terkapar lemas di atas kursi, dia membersihkan diri dan mengunci pintu kamar mandi , Dia mandi di bawah air mengalir dan membersihkan dirinya berulang kali.


Keesokan paginya Joanna berjalanan dengan menahan rasa sakit.


Gabriel yang sudah bersiap melirik Joanna , dia merasa sedikit bersalah.


Dia mengulurkan tangannya kepadanya, Joanna yang awalnya kesal langsung luluh mendapat kebaikan dari Gabriel.


Mereka berencana kembali ke Sanor karena Gabriel akan menjalan proyek terbarunya. dia juga tidak ingin berada di istana Diamor lebih lama dan menimbulkan banyak pertengkaran dengan Raja Frederick pada akhirnya.


Azof berlari menemui Gabriel yang hendak naik ke mobil.


"Tuan Rowen saya ingin bicara sebentar dengan anda"


Gabriel meliriknya dan kemudian mengikutinya dari belakang.


"Aku mohon kepada anda tolong bersikaplah lebih sabar, bukankah anda sendiri yang mengiyakan permintaan Raja? bukankah anda harus menjalaninya dengan lebih baik? kata Azof mengingatkan.


"Kamu tak perlu ikut campur, aku tahu yang harus aku lakukan" Jawab Gabriel , Azof lalu membungkuk tanda hormat untuk tidak melanjutkan perdebatan.


Gabriel kemudian kembali ke mobil dan segera menuju ke bandara.


Di Rushamb Rose terbangun di sore hari, dia duduk dan tiba-tiba ingin sekali makan Strawberry.


Dia bangun dari tempat tidur dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri lalu keluar mencari Zact.


"Nuna apa kamu tahu di mana Zact?"


"Ya dia ada di rumah bibi Camila ,apa perlu aku meneleponnya?"


Tidak perlu aku akan menunggunya , cukup lama menunggu akhirnya Zact pulang.


"Zact temani aku mencari sesuatu"


"Kemana?"


"Ke pasar buah"


Zact mengernyitkan dahinya tumben sekali Rose ingin makan buah-buahan.


Tanpa banyak bertanya Zact mengantarnya ke pasar.


Sesampainya di pasar Zact turun mengenakan masker dan topi lengkap dengan kaca mata menghindari para penggemarnya agar Rose merasa nyaman.


Mereka berjalan menyusuri pasar buah namun Rose belum membeli apapun.


"Buah apa yang kamu cari Rose?" tanya Zact setelah hanya berputar-putar.


"emm aku ingin sekali makan buah Strawberry" kata Rose malu-malu.


Zact lantas tertawa mendengarnya, dia baru menyadari jika Rose sedang mengidam.


Di pesawat Gabriel dan Joann mendapat makan malam dengan menu penutup buah Strawberry.


Gabriel tiba-tiba langsung tertarik dengan buah itu dan langsung memakannya dengan lahab.


Tanpa ada alasan Gabriel sangat senang setelah memakan buah Strawberry itu.