
Zact akan membawa Rose ke kota Gracilia, perjalanan darat membutuhkan waktu 5 jam.
Tak terasa tiga jam perjalanan sudah di lalui, langit sudah gelap.
Zact memutuskan membawa Rose untuk menginap, mobil berhenti di sebuah hotel.
"Kenapa kita berhenti di sini?" tanya Rose saat melihat hotel di depannya.
"Aku bukanlah orang yang mesum, jadi jangan berpikir aneh-aneh" Jawab Zact.
"Aku memang tidak berpikir seperti itu" kata Rose membuat Zact kehabisan kata.
"Baiklah nona , mari kita turun"
Mereka berdua kemudian berjalan memasuki hotel dan memesan dua kamar, namun karena ini akhir pekan kamar Vip tinggal satu.
"Bagaimana pak apa anda mau?"
Zact kemudian hendak membatalkannya namun Rose mencegahnya setelah memperhatikan betapa lelahnya Zact.
"Kami jadi memesannya"
Setelah mendapatkan kunci kamar , Rose dan Zact menuju lift ke lantai tiga.
Sesampainya di lantai tiga mereka berdiri sebentar sembari menyusuri koridor mencari kamar no 25.
Mereka akhirnya sampai di kamar no 25 , Zact kemudian membuka kunci lalu mempersilahkan masuk Rose terlebih dahulu.
" Kamar yang indah" puji Rose setelah melihat penampakan kamar hotel yang begitu mewah.
"Baiklah Rose aku akan mandi terlebih dahulu, apa kamu bisa pesan makan malam untuk kita?"
"Tentu, mandilah"
Zact kemudian segera mandi, sedangkan Rose menelepon untuk memesan makanan.
Setelah memesan makanan Rose berjalan menuju balkon, di sana pemandangan kota nampak indah,lampu berkelipan seperti bintang.
Sudah lama dia tidak menyalakan ponselnya setelah hari pertengkarannya dengan Gabriel.
Dia menekan tombol power dengan perasaan aneh yang menyelimutinya.
Tak lama ponselnya menyala dan langsung menampilkan wallpaper dirinya bersama dengan Gabriel.
Perasaan rindu menyergapnya, ponselnya beberapa kali berbunyi , beberapa notifikasi masuk, banyak sekali panggilan tak terjawab dari Gabriel dan beberapa pesan yang isinya sama "Aku merindukanmu, maaf".
Rose memeluk ponselnya erat-erat,air matanya meluncur begitu saja.
Zact yang selesai mandi mencari keberadaan Rose,pintu berbunyi namun dia tidak mendengarnya.
pesanan makanannya datang,Zact segera membuka pintu ,seorang pelayan hotel masuk membawa troli berisi makanan.
Setelah meletakkan makanan di meja, pelayan itu segera pergi dan Zact kembali menutup pintu.
"Di mana dia?" mata Zact menyusuri setiap sudut dan berhenti di pintu yang terbuka menuju balkon.
Zact berjalan menuju balkon dan mendapati Rose berdiri membelakanginya.
"Rose" Panggilan Zact membuatnya sedikit terkejut dan buru-buru menghapus air matanya.
"Oh kamu sudah selesai?" kata Rose setelah berhasil mengendalikan diri.
"Ya aku buru-buru karena mendengar bel yang terus berbunyi, apa kamu tidak mendengarnya?"
"Oh ya? apa makanan kita sudah datang?"
"Ya ... mari masuk dan makan"
mereka kemudian masuk dan segera melahap deretan makanan lezat itu.
Setelah makan, Rose kemudian mandi sedangkan Zact tengah asyik bermain Game di ponselnya.
Rose berendam di bathtub sambil merenungi kehidupannya akhir-akhir ini.
Dia merasa jika dia terlalu kejam kepada Gabriel namun dia juga merasa Gabriel Lah yang lebih kejam padanya.
"Cukup!! berhenti memikirkannya, dia lelaki seseorang jadi tidak baik terus memikirkannya" kata Rose pada dirinya sendiri.
Setelah mandi dan berpakaian,Rose mengeringkan rambutnya, lagi-lagi dia teringat pada Gabriel yang pernah membantunya mengeringkan rambut.
Waktu itu Rose belum mengingat apapun, jadi Gabriel mengajarinya banyak hal.
Dia mengeringkan rambut Rose dengan penuh kasih sayang, sesekali Gabriel mencium lehernya dan membuat Rose kegelian.
Rose kemudian menggeleng-gelengkan kepalanya agar ingatan itu segera menghilang.
Rose mencoba menenangkan dirinya selama beberapa menit sebelum akhirnya kembali mengeringkan rambutnya.
Saat keluar dari kamar mndi Rose mendapati Zact yang berbaring di Sofa dengan selimut yang menutupinya.
"Hei Zact apa yang kamu lakukan di sana?"
"Menurutmu aku sedang apa Rose ? aku sedang tidur"
"kenapa kamu tidur di sana?"
Zact kemudian membuka selimut yang menutupinya lalu duduk menatap Rose.
"Lalu aku mau tidur di mana ? di balkon? dasar wanita kejam"
"Hei siapa yang menyuruhmu tidur di balkon, apa kamu tidak melihat kasur yang sangat besar ini?"
" A a apa? kasur? ti tidur disana sama kamu?"
Jawab Zact gagap.
"Kenapa jadi gagap seperti itu?"
"Apanya yang gagap , itu karena aku sedang terkejut"
"Sudahlah tidurlah di kasur" kata Rose tanpa pikir.
"Apa kamu tidak takut denganku?"
"Pfftthh bukannya kamu sendiri yang bilang jika kamu bukanlah orang yang mesum? jadi kenapa aku harus takut?"
Lagi-lagi Rose membuat Zact tak bisa berkata-kata.
"Dasar , sepertinya wanita ini tidak pernah melihatku sebagai lelaki" ucap Zact dalam hati.
Kesal Zact berjalan menuju kasur, sedangkan Rose sudah tertidur karena kelelahan.
Dia naik ke kasur dan duduk memperhatikan Rose yang tidur begitu pulas tanpa perduli dia sedang tidur satu ranjang dengan seorang lelaki.
Zact mengagumi kecantikan alami Rose, wajahnya yang polos mengingatkannya pada ibunya.
Kedua wanita ini sama-sama memiliki hati yang murni, sehingga membuat siapa saja yang berada di dekatnya merasakan nyaman pikirnya.
Zact kemudian berbaring dan tak lama langsung tertidur.
Keesokan paginya setelah sarapan mereka bergegas meninggalkan hotel dan kembali melakukan perjalanan.
"Aku benar-benar penasaran kamu akan membawaku ke mana?"
Zact tersenyum dan tetap fokus menyetir.
"Zact apa masih jauh?"
"Iya ... satu jam lagi, apa kamu lelah? apa kita menepi untuk beristirahat dulu?"
"Tidak aku cuma bertanya, aku senang karena di sepanjang jalan yang kita lewati hanya ada keindahan, mataku sampai tidak ingin berkedip"
"Syukurlah, jika nanti kita mengunjungi tempat ini lagi kita akan naik pesawat sehingga tidak kelelahan di perjalanan" Ucap Zact sambil menoleh kerah Rose yang sedang memandang ke arah luar.
Di karenakan Rushamb adalah kota kecil sehingga penerbangan cuma ada 3x dalam seminggu ke kota Gracilia ,sedangkan hari keberangkatan Zact dan Rose tepat saat itu tidak ada penerbangan.
Rose dan Zact mampir ke sebuah kedai di pinggir jalan.
Mereka memesan dua buah kelap muda.
Zact dan Rose duduk menunggu penjual menyiapkan pesanan mereka.
"Hari ini benar-benar panas" Kata Zact sambil menyipitkan mata karena silau dari jalan yang terkena cahaya matahari.
Penjual datang membawa dua buah kelapa yang telah di kupas atasnya.
"Terima kasih" Ucap Rose yang di sambut dengan senyum ramah sang penjual.
"Ini benar-benar segar" Kata Rose setelah meminum air kelap itu.
"Ya pas sekali dengan cuaca yang sedang terik ini"
Mereka menikmati air kelapa yang segar itu di selingi dengan candaan-candaan kecil sebelum melanjutkan ke tempat kejutan yang telah di persiapkan Zact.