
Setelah selesai mandi Rose mengajak Nuna turun ke bawah untuk menyiapkan makan malam.
Di dapur Rose menyiapkan bahan-bahan yang di perlukan sedangkan Nuna mulai membantunya memotong sayuran.
"Kakak mau masak apa?" tanya Nuna
"Mushroom risotto dan dan tofu bruchetta" jawab Rose sembari mulai memasak.
"Kakak tidak membuat dessert?"
"Hmm apa kamu bisa membantuku membuatnya?"
"Tapi ..." jawab Nuna Ragu.
"katanya ingin belajar,kamu pasti bisa ? kata Rose meyakinkan.
"Lalu aku harus membuat dessert apa?" tanya Nuna bingung
"Kamu bisa membuat Creme brulee"
"Baiklah aku akan mencobanya"
Nuna kemudian menyiapkan bahan-bahan yang di perlukan.
Dia nampak sangat fokus membuat dessert itu,sesekali dia bertanya pada Rose untuk hal-hal yang membuatnya ragu.
Setelah cukup lama memasak akhirnya mereka menyelesaikan tugas masing-masing.
Mereka kemudian menyiapkan makanan di atas meja.
Rose kemudian naik untuk mengajak Gabriel dan Zact sarapan.
Rose mengetuk pintu kamarnya dan Gabriel membukakan pintu untuknya.
"Ayo makan malam" ajak Rose
Gabriel rasanya tak tahan ingin menyentuh Rose yang selalu terlihat menggemaskan di matanya, sedikit ragu Gabriel kemudian menyentuh pipi Rose dan mengusapnya dengan lembut.
Telinga Rose terasa panas mendapat perlakuan lembut dari Gabriel.
"Tu turunlah" kata Rose mencoba mengendalikan keadaan.
"Hmm " kata Gabriel sedikit kecewa.
"Kamu bisa turun terlebih dahulu, aku akan memanggil Zact"
Kesal Gabriel segera turun meninggalkan Rose yang masih berdiri di depan pintu.
"Hmm Apa dia cemburu?" tebak Rose setelah melihat raut wajah kesal Gabriel saat dia menyebut nama Zact.
Rose menghela nafas dan berjalan menuju kamar Zact.
"Zact ayo makan malam" Kata Rose dari balik pintu, Zact yang mendengar suara Rose langsung turun dari ranjang dan segera keluar menemui Rose.
"Ayo !!" Kata Zact setelah berhadapan dengan Rose.
Mereka kemudian turun bersama ,namun saat di tangga Zact yang melihat Gabriel telah duduk , membuatnya hilang selera dan hendak kembali ke kamarnya namun Rose buru-buru menghentikannya.
Terpaksa Zact mengikuti Rose yang menggandeng tangannya erat.
Di sisi lain Gabriel yang melihat Rose menggandeng Zact nampak jauh lebih kesal.
Mereka berempat telah duduk, namun Suhu ruangan yang dingin malah terasa panas oleh Gabriel dan Zact.
Mereka saling menatap tajam, jika di film-film pasti akan ada effect cahaya laser yang saling beradu.
Rose kemudian memukul piringnya dengan sendok agak keras sehingga mereka berdua berhenti saling menatap.
Nuna yang melihat permusuhan diantara keduanya sangat yakin jika mereka sedang merebutkan Rose.
"Apa kalian sudah selesai ? ayo makan aku sudah lapar" Kata Rose lelah dengan permusuhan Gabriel dan Zact.
Mereka kemudian makan tanpa adanya obrolan.
Suhu yang tadinya terasa panas sekarang berubah menjadi sangat dingin, keadaan sangat terasa canggung.
Nuna memperhatikan Gabriel dan Zact bergantian.
Mereka sama-sama tampan, dia sampai membayangkan dirinya menjadi Rose yang sedang di perebutkan keduanya.
"SUDAH!! STOOOPPP!!!" Teriak Nuna secara tiba-tiba, membuat ketiganya terkejut.
"Ada apa Nuna?" Tanya Rose khawatir.
"Ah itu ... emmmhh anu aku kesal melihat mereka berdua yang tidak saling menyapa"
"Hah bocah" kata Zact kesal.
Sedangkan Gabriel memilih diam dan kembali menikmati makanannya.
Setelah menyelesaikan makan malam mereka menutupnya dengan dessert buatan Nuna.
"Oh ya Zact malam ini kamu tidur dengan Gabriel" kata Rose sambil menikmati creme brulee di tangannya.
"Apa, ah suruh dia tidur di sofa atau di manapun itu, aku tidak terbiasa tidur dengan orang asing" kata Zact menolak mentah-mentah.
"Zact kamu tahu jika aku tidur bersama nuna itu tidak mungkin, kamar nuna Ranjang hanya cukup untuk 1 orang dan itu kecil karena ranjang itu milikmu waktu masih sekolah dasar, mana cukup untukku"
"Kalau begitu tidurlah denganku" Ucap Gabriel spontan dan tanpa berpikir, Rose yang mendengarnya matanya langsung membulat penuh keterkejutan.
"Hei mesum!!! apa kamu nggak lihat ada gadis di bawah umur di sini" Kata Zact kesal.
"Kenapa kamu harus menyebutku mesum, apa aku berbuat hal-hal yang menjijikan?? aku hanya menawarkan Rose tidur denganku , TIDUR saja!!"
"CUKUUUP!!!! Hah sudah aku yang akan memberikan keputusan dan berhentilah berdebat!! Aku akan tidur di kamarku bersama Nuna dan Gabriel kamu tidur di kamar Nuna"
Rose kemudian meninggalkan keduanya dan menarik Nuna ke atas.
Di kamar Rose dan Nuna berbaring di ranjang menatap langit-langit kamar.
"Mereka sangat menyukai kakak" Ucap Nuna yakin
"Nuna aku dan Zact hanya teman dan sedangkan Gabriel dan aku sudah berakhir" jelas Rose.
"Tapi aku yakin kakak Zact menyukai kakak sebagai wanita"
"Sudahlah aku tidak ingin membahasnya, aku sangat lelah, biarkan aku istirahat"
Rose berpura-pura memejamkan matanya walau sebenarnya dia tidak bisa tidur memikirkan kata-kata Nuna barusan.
Di kamar Nuna, Gabriel berdiri memperhatikan ranjang kecil dihadapannya.
"Hah" Gabriel menghela nafas kesal.
"Zact benar-benar sialan" umpat Gabriel mencoba berbaring di ranjang kecil itu, kakinya yang panjang menggantung membuatnya tak nyaman berbaring.
Gabriel mengganti posisi tidurnya dengan melipat kakinya dengan posisi meringkuk, lama-lama membuatnya pegal.
Sudah tengah malam namun dia belum juga bisa memejamkan matanya karena tempat tidur yang tak sesuai untuk tubuhnya yang tinggi.
Gabriel kemudian memutuskan keluar kamar dan menuju ke balkon.
Dia duduk menikmati bintang-bintang yang bertebaran di langit.
Tak lama dia duduk di balkon, Rose juga keluar dari kamar karena tidak bisa tidur, dia hendak menuju ke balkon namun langkahnya berhenti melihat sosok Gabriel yang sudah terlebih dulu datang.
Dia memperhatikan dari jauh Gabriel yang duduk membelakanginya lalu memutuskan menghampirinya.
"Kenapa belum tidur" tanya Rose yang membuat Zact sedikit terkejut dan langsung menoleh ke arahnya.
"Ah itu aku belum ingin tidur saja, lalu kenapa kamu juga belum tidur"
"Aku belum mengantuk" kata Rose.
"Apa karena kamu sedang memikirkan aku?" Goda Gabriel.
"Ah... mana ada yang seperti itu" jawab Rose dengan muka memerah.
"Pfftthh... lalu kenapa dengan mukamu yang memerah"
Rose yang bingung harus menjawab apa langsung ingin pergi dari situ namun tangan Gabriel menariknya keras ke arahnya sehingga membuatnya jatuh ke pangkuan Gabriel.
mata mereka yang saling menatap satu sama lain diiringi degup jantung yang berdenyut kencang.
Tangan Gabriel memegang dagu Rose lembut dan mendekatkan ke wajahnya, saat hendak menciumnya Rose memalingkan wajahnya dan segera bangun dari pangkuan Gabriel.
"Aku ingin tidur, selamat malam" Ucap Rose meninggalkan Gabriel yang mematung.
tangannya yang masih dalam posisi seperti memegang dagu di kibaskannya dengan penuh kecewa.
Gabriel kemudian kembali ke kamar dan Menggelar selimut di lantai untuk dia tidur.