CEO & DOLL

CEO & DOLL
BAB 127


Keesokan harinya Gabriel membawa Sarah ke suatu tempat, selama di perjalanan Sarah tertidur karena semalaman susah tidur.


Sesampainya di depan gudang, Gabriel membangunkan Sarah.


"Sarah ..." panggil Gabriel pelan.


Sarah terbangun dan langsung merasa tidak enak karena ketiduran.


"Maaf aku tidak sengaja ketiduran"


"Tidak apa-apa lebih baik kamu tertidur karena perjalanan sangat membosankan" kata Gabriel sambil tersenyum.


Untuk pertama kalinya Sarah melihat Gabriel tersenyum dan membuatnya terpaku sejenak, itu membuat Gabriel terlihat berbeda.


"Mari turun dari mobil" Ucap Gabriel yang membuat Sarah tersadar dari keterpanahannya.


Mereka berdua menuju ke gudang yang di jaga ketat oleh beberapa orang berbadan kekar.


Melihat para penjaga itu membuat Sarah bergidik ketakutan.


Dia mengekor di belakang Gabriel menuju ke lantai atas.


Seseorang yang begitu di kenalnya duduk terikat sambil tertidur.


Gabriel mengkode pengawalnya untuk membangunkan Demon.


Pengawal itu lalu menyiram Demon dengan satu ember air.


Kaget, Demon langsung terbangun dan menggigil karena di siram dengan air es.


"Jadi mereka semua adalah suruhanmu?" Tuduh Demon kepada Sarah.


"Dia tidak tahu apa-apa, jadi jaga mulutmu itu" Kata Gabriel dengan tatapan tajamnya.


"Demon cukup jangan terus membuat masalah dengan berbicara sembarangan" Ucap Sarah mencoba membuat Demon agar tidak memancing emosi orang-orang di sini.


"Aku akan membuat kesepakatan denganmu" kata Gabriel sambil mengeluarkan dokumen di dalam map.


"Apa itu?" kata Demon penasaran.


Mata Demon langsung berbinar melihat tumpukan uang di hadapannya.


"Kesepakatan apa yang kamu inginkan? Cepat katakan" kata Demon tak sabar.


"Tanda tangani surat perceraian ini dan enyahlah keluar negeri"


"Jadi kamu benar-benar sangat menginginkannya" ejek Demon sambil terbahak-bahak.


Pengawal yang kesal langsung memberikan pukulan tepat di mulutnya.


Demon mengerang kesakitan, gigi depannya langsung copot dan darahpun mengalir di mulutnya.


"Lebih baik kamu tutup mulutmu dan tanda tangani dengan tenang sebelum aku berubah pikiran dan menjeblokanmu ke penjara hingga membusuk di sana" ancam Gabriel tanpa ampun.


Demon akhirnya menurut dan segera menandatangani surat perceraian,air mata Sarah langsung terjatuh melihat Demon yang tanpa ragu menanda tangani surat perceraian itu.


Sarah teringat masa-masa bahagianya bersama Demon, sebelumnya keluarga mereka pada awalnya adalah keluarga yang bahagia,Demon mulai berubah ketika anak mereka sakit dan membutuhkan banyak biaya namun di masa-masa sulit itu Demon juga kena PHK, dari sana Demon mulai merasa tertekan dan sangat bingung dengan biaya pengobatan anaknya yang terus bertambah dan menumpuk.


Demon sering mabuk-mabukan dan Sarah yang harus membanting tulang ke sana ke mari.


Puncaknya saat putra mereka meninggal, Demon semakin tak bisa mengkontrol dan sangat sering


emosi.


Demon selesai menandatanginya dan Sarah segera menghapus air matanya.


" aku akan segera pergi dari negara ini" jawab Demom bersemangat.


"ingat jika kamu kembali ke negara ini maka kamu akan masuk ke penjara" ancam Gabriel.


Pengawal segera melepas ikatan Demon, seperti orang tidak waras Demon terbahak-bahak dan menciumi uang yang dia dapatkan , Sarah yang melihatnya lantas merasa jijik dan tak menyangka Demon begitu tak tahu diri.


Setelah mendapatkan uangnya Demon segera pergi meninggalkan gudang.


Gabriel memegang pundak Sarah yang terdiam membeku menyaksikan kehancuran rumah tangganya.


Dia mengajak Sarah pulang ke rumah karena tahu saat ini pasti Sarah sedang merasa kacau.