CEO & DOLL

CEO & DOLL
BAB 109


Akhirnya setelah berbagai masalah dan persiapan acara telah selesai,Zact dan Letta resmi menikah.


Letta kini tinggal bersama Zact dan menikmati peran barunya sebagai istri.


Saat bangun di pagi hari, dia menatap Zact yang masih terlelap.


Dia mengagumi fitur sempurna wajah lelaki yang sekarang telah resmi menjadi suaminya.


"Sampai kapan kamu akan memperhatikanku" Ucap Zact dengan mata tertutup,Letta yang salah tingkah segera turun dari ranjang namun tangan Zact menghentikannya lalu menariknya hingga terjatuh ke pelukannya.


Wajah Letta seketika memerah menyadari jika jaraknya kini cuma beberapa centi dari wajah Zact.


Jantungnya berdebar bersamaan dengan terbukanya mata Zact. Mata coklatnya menatap Letta lekat-lekat.


"Lepaskan,aku akan membuatkanmu sarapan" kata Letta menghindari tatapan Zact yang menghanyutkan.


"Ada pembantu di sini" jawab Zact


"Ah iya aku tahu ... tapi aku ingin membuatkanmu sarapan" Jawabnya sambil menunduk.


Zact kemudian melepas tangannya yang melingkri tubuh Letta, dia tersenyum melihat Letta yang terlihat malu-malu.


Lega karena di lepaskan oleh Zact, Letta segera berdiri dan lari ke kamar mandi, dia menutup pintu kamar mandi dan bersandar di belakangnya, Letta memegang dadanya yang berdebar kencang.


"Ah ... Kenapa dia harus seperti itu? Membuat malu saja" kata Letta sambil mengatur ketenangannya.


Setelah menenangkan diri, dia segera mandi dan bersiap untuk memasak sarapan.


Dia memasak beberapa makanan kesukaan Zact dan menyiapkannya di meja begitu selesai.


Selesai memasak Letta pergi ke kamar Moran untuk melihatnya, bayi lucu itu selesai mandi dan akan di gantikan bajunya oleh susternya.


"Biar saya saja yang menggantikannya" kata Letta sambil meraih Moran lalu di baringkan untuk memakaikan pakaian.


"Hay Moran ... Apa kamu bingung melihatku? aku Letta ... Sekarang kita akan semakin sering bersama dan aku akan menjagamu" kata Letta sambil mengusap pipi Moran.


Setelah selesai memakaikan baju, Letta membawanya ke ruang makan dan menyuapinya, ketika Zact turun dia berhenti sesaat melihat Letta yang begitu telaten menyuapi Moran.


Dia menghampiri mereka ke ruang makan lalu duduk , Letta yang menyadari kedatangan Zact sedikit kikuk karena terus memperhatikannya menyuapi Moran.


"Hmm sepertinya kamu terbiasa melakukan ini"


"Ya ... Aku sering menjaga Sora jadi mungkin aku mulai terbiasa dengan seorang anak"


"Baguslah ... Jika anak kita lahir kamu sudah tidak akan terkejut lagi dengan repotnya mengurus anak"


"Hem ... Oh ya ibu kapan pulang?"


"Entahlah ... Dia sepertinya akan lama di sana karena itu dunianya ,dia benar-benar suka membuat kue, jadi aku akan membiarkannya di sana bersama Nuna"


"Ya kamu benar, yang terpenting di manapun dia merasa nyaman itu yang terbaik untuknya"


"Lain kali kita akan ke sana sekalian liburan" ajak Zact spontan.


"Baiklah ... Apa kamu akan berangkat bekerja?"


"Ya ... Tapi mungkin aku akan berangkat siang, aku akan pergi bertemu teman lama dulu"


"Apa perlu aku menyajikannya untukmu?" tawar Letta yang melihat piring Zact masih kosong.


"Tidak aku akan mengambilnya sendiri, kamu berikan Moran pada susternya lalu temani aku sarapan" kata Zact yang langsung membuatnya tersentuh.


Letta kemudian membawa Moran ke kamar dan memberikannya kepada suster lalu kembali ke ruang makan dan menemani Zact sarapan, Zacf bahkan memuji masakannya dan ingin Letta memasakannya lagi untuk makan malam.