
Luca dan Sarah semakin hari semakin dekat, bahkan dengan kehadiran Luca, Sarah seperti mendapatkan kembali putranya yang telah meninggal.
Gabrielpun penasaran apa yang membuat Luca bisa seakrab itu dengan Sarah, selain memiliki senyum yang mirip dengan Rose apa yang menarik dari dirinya sehingga membuat Luca yang awalnya sering murung sekarang lebih ceria.
Gabriel sangat bersyukur dengan perkembangan Luca yang yang seperti itu, akhirnya dia memutuskan untuk datang ke kedai Sarah.
Gabriel memasuki kedai dan Sarah menyapanya dengan kikuk.
"Selamat datang"
Gabriel mengangguk dan duduk di kursi no 8, Sarah segera menghampirinya.
"Mau pesan apa pak?" tanya Sarah sopan.
"Americano dan berikan beberapa kue yang terbaik di sini" pesan Gabriel.
Sarah mengangguk dan meninggalkan Gabriel untuk menyiapkan pesanan.
Setelah pesanan siap dia kembali ke meja Gabriel untuk memberikan pesanannya.
"Selamat menikmati"Ucapan Sarah setelah meletakkan pesanan Gabriel di meja.
"Duduklah ... Aku ingin bicara denganmu sebentar" kata Gabriel saat Sarah hendak meninggalkan mejanya.
Dengan ragu dan malu-malu Sarah duduk berhadapan dengan Gabriel.
"Maaf ada yang bisa saya bantu" ucap Sarah dengan kepala menunduk.
"Aku ingin menawarkan kerja sama dengan kedaimu" kata Gabriel yang sukses membuat Sarah terkejut.
"Kerja sama?" tanya Sarah dengan ekspresi bingung.
"Hmm ... Setiap hari kamis perusahaan akan mengirimkan kue,kopi atau teh untuk para karyawan, jika kamu bersedia kamu bisa datang ke kantor untuk tanda tangan kontrak"
"Tapi ... Aku tidak yakin karyawan anda akan menyukainya, aku merasa tak percaya diri" kata Sarah jujur.
"Aku sudah merasakan kue buatanmu, dan tidak aku rasa cukup enak"
"Hmm ... Dan ada satu lagi, setiap hari minggu kami juga sering membagikan kue ke panti asuhan, jika kamu mampu kamu bisa menyediakan kue-kue itu dan aku pastikan akan memberikan bonus" jelas Gabriel yang membuat Sarah tak bisa berkata-kata.
"Pikirkanlah dulu, jika kamu setuju kamu bisa datang ke kantor" Ucap Gabriel sambil meninggalkan kartu namanya di meja, dia kemudian pergi meninggalkan kedai sedangkan Sarah masih diam membeku dengan rasa tak percaya.
Jolie satu-satunya karyawan yang di miliki oleh Sarah langsung bertanya padanya saat melihat Gabriel keluar dari kedai.
"Kak Sarah dia siapa?" tanyanya penasaran.
"Ah itu ... Dia ayah anak yang sering mengunjungiku"
"Hmm dia bahkan telah memiliki anak namun dia terlihat masih sangat muda dan tampan"
"Ya kamu benar"
"Kalian membicarakan apa? kalian terlihat sangat serius?" tanyanya penasaran.
"Dia menawarkan kerja sama untuk mengirimkan kue dan minuman ke kantor juga panti asuhan"
"Lalu ... Apa kamu menerimanya?"
"Belum... Aku masih memikirkannya ,soalnya kita harus mengambill beberapa karyawan dengan waktu yang sangat singkat".
"Itu bukanlah masalah ,aku akan membantumu mendapatkan karyawan, jadi temui dia dan tanda tangani kontraknya" kata joli penuh semangat.
"Aku akan memikirkannya dulu"
"Hah jangan terlalu banyak berpikir , semua akan baik-baik saja, ini kesempatanmu membesarkan kedai ini"
"Hmm ... Baiklah aku akan menemuinya besok" katanya sambil membereskan meja.
Di kantor Gabriel termenung mengingat sosok Sarah yang begitu tenang, senyumnya yang tulus membuatnya teringat akan Rose yang sangat di rindukannya.
"Pantas saja Luca sering menemuinya, semakin di lihat, dia semakin mirip dengan Rose, mereka sama-sama dipenuhi dengan ketulusan hati.
Hari ini Luca demam sehingga tidak mmpir ke kedai dan langsung pulang ke rumah.