
Hari pernikahan antara Gabriel dan Joanna di gelar dengan sangat mewah,
Acara pernikahan ini di gadang-gadang menjadi pesta termewah dan termahal.
Semua tamu undangan berasal dari golongan kelas atas dan orang-orang penting, selebritas papan atas pun banyak yang menghadirinya.
Banyak wartawan yang menunggu di luar gedung untuk mendapat berita ekslusif.
Para tamu di buat takjub dengan kemeriahan pesta, hidangan yang di sajikan sangat istimewa dan lezat.
Beberapa penyanyi terkenal di undang khusus untuk menghibur tamu undangan.
Pengantin wanita masuk ,semua mata tertuju pada kecantikan dan keindahan gaunnya.
"Dia benar-benar cantik" puji Ericha ibu Gabriel.
"Bibi benar, tapi Gabriel kita juga sangatlah tampan dan brilian" kata Amber sembari memegang tangan Ericha.
"Kamu juga harus segera menikah dengan Azof"
"Bibi aku masih ingin berkarir, sedangkan Azof bibi tahu jika dia sangatlah sibuk bersama Raja Frederick.
Amber kemudian melihat ke arah Azof yang berdiri di belakang Raja Frederick yang tengah berbincang-bincang dengan para tamu.
Pukul 10:15 waktu sakral mengucapkan janji pernikahan namun Gabriel belum muncul juga.
Joanna berdiri dengan gelisah menunggu kedatangan Gabriel.
"Kenapa Gabriel belum datang juga?" tanya Ericha dengan cemas.
"Dia pasti akan datang" Amber mencoba meyakinkan Ericha meski dia sendiri tidak begitu yakin.
Waktu terus berputar, para tamu undangan mulai bertanya-tanya kenapa pengantin pria belum juga hadir.
Di saat semua orang sudah mulai lelah menunggu akhirnya Gabriel muncul.
Semua mata tertuju padanya, penampilannya hari ini sungguh sangat luar biasa.
Joanna akhirnya bernafas lega melihat Gabriel berdiri lurus jauh di hadapannya.
Ericha yang melihat anaknya yang begitu tampan dan mengagumkan langsung memeluk Amber dengan bahagia.
"Lihat dia Amber bukankah dia seperti pangeran?" Kata Ericha berkaca-kaca.
"Bibi benar " Kata Amber sembari membalas pelukan Ericha.
Gabriel berjalan ke arah Joanna,wajahnya yang datar tanpa ekspresi tak menggoyahkan keinginan Joanna untuk menikah dengannya.
Joanna yang terus melihat Gabriel mendekat membuatnya tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya, matanya mulai berkaca-kaca.
Akhirnya janji pernikahan telah usai di lakukan, Gabriel dan Joanna telah sah menjadi sepasang suami istri.
Berita pernikahan antara Gabriel dan Joanna langsung menjadi tranding.
Rose yang melihatnya dari siaran televisi diam tanpa kata.
"Apa kamu baik-baik saja Rose?" Tanga Zact sembari memegang pundaknya dari belakang.
"Ya ... ayo kita berangkat ke sana" Ucap Rose yang kemudian berdiri dan merapikan gaun yang di pakainya.
Zact kemudian menggandeng Rose keluar dari hotel menuju tempat pernikahan Gabriel.
Di sepanjang perjalanan Rose mengelus-elus perutnya tanpa kata.
"Apa kamu benar-benar tidak ingin memberitahunya?"
"Hmm ..." jawab Rose singkat.
Sesampainya di tempat pernikahan, para wartawan yang sudah stand by menghampiri mereka ,Zact segera menggandeng Rose dan langsung mendapat pertanyaan bertubi-tubi dari wartawan.
Zact tidak ingin menjawab mereka dan lebih fokus menjaga Rose dari kepungan para wartawan.
Setelah lolos dari mereka , Zact kemudian mengambilkan segelas jus untuk Rose.
Dia nampak lelah dan tertekan oleh serbuan wartawan yang begitu tiba-tiba.
Rose meminum jus itu dan memperhatikan Gabriel dan Joanna yang berada di pelaminan.
Rose meneguk jus itu dengan tak sabar membuat Zact melotot seketika.
"Apa kamu benar-benar kehausan? apa perlu aku ambilkan lagi?" tanya Zact setelah melihat gelas yang kosong itu.
"Zact mari selesaikan ini dan kembali ke hotel"
"Baiklah" jawab Zact yang langsung bersiap menggandengnya.
Gabriel yang melihatnya dari kejauhan nampak sangat kesal melihat Rose bergandengan dengan Zact, keringat dingin meluncur begitu saja.
Joanna yang menyadari kedatangan Rose tersenyum penuh kemenangan.
"Hay Rose akhirnya kamu datang" kata Joanna sembari meraih tangan Rose.
Gabriel hanya bisa menyaksikan dan mengendalikan dirinya.
"Selamat untuk kalian berdua" Ucap Rose diselingi dengan senyuman yang langsung terasa menyakitkan untuk Gabriel.
"Terima kasih" jawab Joanna dengan senyum licik.
Zact juga mengucapkan hal yang sama.
Sekarang giliran Rose berhadapan dengan Gabriel.
"Tuan Rowen selamat, anda melakukannya dengan sangat baik" Ucap Rose sembari menjabat tangannya, Gabriel seakan merasakan genggaman yang sama seperti genggaman anak kecil di mimpinya sehingga membuatnya memegang erat tangan Rose dan enggan untuk melepaskannya, Zact yang melihat itu segera melepas tangan Gabriel dari tangan Rose, Joanna langsung kesal melihat kejadian itu.
Mereka berdua kemudian segera pergi meninggalkan tempat acara.
Sore harinya muncul artikel tentang Zact dan Rose.
Berita tentang Zact dan Rose menempati urutan kedua tranding di bawah berita pernikahan Gabriel.
Semua berita menyebut tentang Zact yang go publik dengan seorang wanita berparas luar biasa mempesona, mereka memuji wajah Rose yang terlihat begitu imut-imut sekaligus cantik.
Mereka si sebut sebagai pasangan yang sempurna.
Mengetahui berita tersebut Zact nampak tidak enak dengan Rose.
"Rose maaf" kata Zact tidak enak hati.
"Tidak apa-apa, seharusnya aku yang meminta maaf, berita itu muncul karena aku"
"Aku tidak apa-apa, aku malah senang"
" kamu bilang apa Zact??" tanya Rose yang tak mendengar ucapannya.
"Ah itu apa kamu ingin makan sesuatu? tawar Zact mengalihkan pembicaraan.
"Tidak aku masih merasa kenyang,apa tidak masalah berita seperti itu muncul? itu bisa mempersulit mu menemukan kekasih" kata Rose khawatir.
"Jangan pikirkan hal itu, bukankah lebih baik seperti itu, beberapa bulan yang akan datang perutmu akan membesar, maka orang-orang berfikir bahwa itu anakku termasuk Gabriel.
Mendengar penjelasan Zact, Rose mengangguk setuju.
Pada malam hari Rose dan Zack makan malam dengan melihat berita di televisi.
"Kamu nampak baik-baik saja melihat mereka " tanya Zact heran.
"Aku tidak baik-baik saja, hanya saja aku dalam posisi yang sudah bisa menerima dan merelakan, terkadang aku juga masih menangis namun aku tidak ingin banyak memikirkannya, jika aku terus seperti itu maka tidak akan baik untuk bayiku" Kata Rose di sela-sela makan.
Zact kagum dengan kekukuhan hati yang di miliki Rose, dia benar-benar bisa menjalaninya dengan tulus.
Setelah makan malam Rose beristirahat,dia berbaring dan menatap langit-langit kamar hotel yang indah, dia tidak bisa memejamkan matanya sampai tengah malam.
Tiba-tiba ponselnya berdering, Rose meraih ponsel yang di letakkannya di atas meja ,dia melihat layar ponsel dan nama Gabriel terpampang di sana.
Mata Rose membulat ,jantungnya berdegup kencang.
"Bukankah dia seharusnya menghabiskan malam pengantinnya dengan Joanna? kenapa dia menelpon ku?" Rose bertanya-tanya di dalam hati sampai panggilan berakhir.
Tak lama kemudian ponsel kembali berdering, dengan gugup Rose menjawab panggilan itu.
"Ha hallo"
"Rose" panggil Gabriel dengan suara serak.
"Ya ... kenapa meneleponku?
"Rose aku tidak bisa melakukannya" kata Gabriel dengan suara seperti orang mabuk.
"Apa kamu sedang mabuk?"
"Ya aku harus mabuk!!! aku muak dengan semuanya " Gerutu Gabriel dari sebrang telepon.
"Gabriel dengar aku, aku tahu ini berat tapi aku yakin kamu bisa melakukannya" Kata Rose sambil mencengkram erat ponselnya.
Tiba-tiba terdengar suara tertawa terbahak-bahak dan tak lama kemudian Gabriel terbatuk-batuk lalu panggilan berakhir.
Rose menatap layar ponselnya dengan tatapan kosong , perasaannya berkecamuk dan terasa sangat sesak.