
Pagi telah tiba Gabriel yang masih mengenakan piyama tidur meninggalkan kamarnya menuju kamar Rose.
Perasaan rindu semakin mencekiknya, sudah 3 hari Gabriel tidak memeluk Rose, Harum dari tubuh Rose terngiang-ngiang sepanjang malam membuatnya susah untuk tidur.
"Sial ... aku benar-benar merindukannya" ucap Gabriel di dalam hati .
Sudah 10 menit berlalu Gabriel tidak bergerak dari depan pintu kamar Rose.
Tangannya yang kekar bersandar di kusen pintu,Pintu terbuka dan dia mengejutkan Rose yang hendak keluar dari kamar namun terhalang oleh tubuh kokoh Gabriel.
"Tuan ... sejak kapan kamu di sini??"
Seakan tersihir dengan kecantikan alaminya, Gabriel tanpa sadar terus memperhatikan Rose dan tidak mendengar ucapannya.
Melihat Gabriel yang mematung dan memperhatikannya Rose tersipu, Tangannya yang kecil nan lembut menyentuh wajah tampan Gabriel dan membuat lelaki itu tersadar dari keterpanahannya.
Gabriel dengan sigap menangkap tangan Rose dengan lembut dan berhenti dipipinya.
"Apa yang kamu lakukan gadis kecil??" Ucap Gabriel menggodanya
"A a aku .... " belum sempat menyelesaikan kalimatnya Gabriel langsung menyelanya.
"Apa kamu sedang menggodaku?" mendengar kata-kata Gabriel membuat Rose kehabisan kata.
"Jangan memasang wajah seperti itu, itu seperti kamu sedang menggodaku"
lagi-lagi ucapan Gabriel membuat Rose kebingungan, Rose merasa dia sedang tidak memainkan trik apapun dan dia hanya memasang wajah polos karena memang itu tidak di buat-buat olehnya.
"Apa kamu tidak butuh pelukanku?" goda Gabriel lagi.
Spontan Rose menggelengkan kepalanya dan segera ingin pergi meninggalkan Gabriel yang terus menggodanya.
"hmm gadis ini benar-benar membuatku kehabisan akal, diluar sana banyak yang menginginkanku, dan di sini dia mengabaikanku? Gadis ini setelah tidak membutuhkan pelukanku dia malah membuatku jadi gila!!!" Gabriel mengomel di dalam hati dan memperhatikan punggung Rose yang berjalan meninggalkannya.
2 minggu berlalu ,hari ini Gabriel membawa Rose ke kantornya, semua orang menatap keduanya yang berjalan berdampingan dengan tatapan tak percaya.
Medi yang baru saja keluar dari ruangannya terperangah melihat keakraban Gabriel dengan seorang wanita.
Gabriel dan Rose berjalan melewati Medi yang terbengong-bengong seperti sedang tidak melihat seorangpun disana.
"Hey ... hey hey !!! kamu benar-benar keterlaluan bung, setelah menggandeng wanita cantik disampingmu kamu bahkan tidak melihatku, apa aku hanya seperti lalat di dekatmu sekarang??" oceh Medi tak terhentikan.
"Sepertinya kamu sadar jika kamu seperti lalat" jawab Gabriel tanpa ampun.
"Hey jaga mulutmu itu bung, jika aku adalah lalat maka kamu itu kotorannya" ceplos Medi membalas Gabriel.
Tak mau berdebat dengan Medi Gabriel membawa Rose ketempat meeting.
Diruang Meeting semua orang memandang wajah cantik Rose yang seperti boneka hidup.
mereka berbisik satu sama lain karena penasaran dengan Gadis itu.
"Ehemm !! " Gabriel berdahem untuk memberi peringatan agar tidak ada yang berisik lagi.
"Hari ini seperti yang saya janjikan , aku membawakan kalian seorang model untuk iklan kali ini, apa pendapat kalian tentang dia, apa menurut kalian cocok ??" Gabriel membuka rapat dengan santai.
Semua orang tampak setuju dan Gabriel meminta Rose untuk memperkenalkan dirinya.
"Selamat siang semuanya ... saya Rose, ini adalah pengalaman pertamaku menjadi seorang model, aku akan berusaha sebaik mungkin dan mohon bantuannya". ucap Rose diakhiri dengan senyuman manisnya.
Semua orang terpesona dengan senyuman indah itu.
"Rose ... aku seperti pernah melihatmu, tapi dimana??" ucap medi sembari mengingat-ingat.
Gabriel sedikit khawatir jika Medi bisa mengingat siapa Rose sebenarnya.
"Omong kosong!! Rose dari kota kecil mana mungkin kamu pernah melihatnya, kamu bahkan tidak akan bisa hidup jika tinggal disana" Gabriel mencoba mematahkan ingatan Medi.
"oke-oke aku tidak akan berdebat lagi" Medi memutuskan mengalah dan memberikan naskah untuk Rose.
Dimalam hari Rose membaca naskah yang telah dia dapatkan siang tadi.
Dia menjadi model wanita sebuah parfum produksi terbaru ZinC Group.
Dia akan dipasangkan dengan penyanyi terkenal Zact Brian.