
Setelah menandatangi kontrak setiap hari kamis dan minggu Sarah mengantar pesanan, untuk kantor Gabriel Sarah memberikan kopi dan teh sebagai pelengkap kue.
Sedangkan untuk panti asuhan Sarah memberikan kue dan susu terkadang dia mengganti susu dengan jus.
Sudah satu bulan Sarah bekerja sama dengan Zinx Group, biasanya Sarah juga mendapat pesanan tambahan jika ada acara-acara yang di selenggarakan oleh perusahaan itu.
Sarah dan Gabriel semakin sering bertemu, suatu hari Luca mendatangi kamar ayahnya,Gabriel sedang melihat jadwalnya untuk esok hari.
"Ayah ..." panggil Luca yang kemudian langsung duduk di hadapan ayahnya.
"Ada apa? Kenapa belum tidur?"
"Menurut ayah, Bibi Sarah baik tidak?"
"Hmm ... Baik, kenapa tiba-tiba bertanya tentang dia?" tanya Gabriel heran.
"Aku ingin dia jadi ibuku"
Gabriel langsung terbatuk-batuk mendengar kata-kata Luca yang begitu tiba-tiba.
"Luca ... Bikin ayah kaget saja?"
"Kenapa? Apa ada yang salah dengan ucapanku ayah?"
"Tidak ... Bukan begitu, menjadikannya seorang ibu juga tidak segampang itu, ayah dan dia juga baru mengenal, siapa tahu bibi Sarah sudah memiliki pasangan"
"Bibi Sarah tidak memilikinya, dia di tinggal oleh suaminya,dia sendiri seperti ayah"
"Luca , ayah belum siap untuk itu, untuk saat ini ayah hanya bisa berusaha memperhatikan kamu dan Sora, untuk mendapat seorang istri sekaligus ibu untuk kalian.
jika ayah sudah mendapatkan seseorang yang pas aku akan membawanya pulang"
"Tapi ayah ... Aku sudah meminta bibi Sarah untuk menjadi ibuku"
Gabriel kembali terkejut dengan apa yang di lakukan oleh putranya.
Dia menghela nafas panjang dan tidak bisa berkata-kata lagi.
"Luca sebaiknya tidur" kata Gabriel dengan wajah tegas.
Luca yang tahu ayahnya sedang marah, dia langsung berlari menuju kamarnya.
Esok harinya dia memberutahu adiknya dan mengajaknya ke kedai Sarah, di sana mereka memesan aneka kue dan 2 gelas jus.
"Luca apa dia teman sekolahmu?" tanya Sarah setelah melihat Sora duduk di sebalah Luca.
"Wah ... Dia sangat cantik seperti seorang putri"
"Ya dia memang seorang putri" jawab Luca spontan.
"Oh ya ... Apa kamu sedang bercanda?"
"Tidak , aku berkata yang sebenarnya, Sora adalah cucu dari Raja Diamor kakek Frederick" jelas Luca yang membuat Sarah terkejut.
"Oh ya ... Jadi kamu seorang pangeran?"
"Tidak ..."
"Kenapa bisa begitu bukankah adikmu seorang putri? Bukankah seharusnya kamu adalah seorang pangeran?"
"Aku dan Sora beda ibu"
"Begitu ya, baiklah kalau begitu Bibi akan menyiapkan pesanan kalian"
Setelah Sarah meninggalkan kedua bocah itu, Sora dan Luca saling berbisik.
"Kakak apa dia yang akan menjadi ibu kita?"
"Ya itu benar,bagaimana pendapatmu?"
"Hmm dia terlihat baik namun tidak secantik ibu kita berdua"
"Ya itu karena dia tidak merias diri dan juga terlalu sibuk bekerja"
"Hmm lalau bagaiman rencana kakak?" tanya Spra penasaran.
Luca kemudian berbisik di telinganya dan terbentuk senyum puas di wajah Sora, dia langsung setuju dengan pendapat kakaknya itu, mereka kemudian saling tos dan tersenyum misterius.
Keesokan harinya Gabriel yang merasa tidak enak dengan Sarah mampir ke kedainya sebelum berangkat kerja.
Dia melihat Sarah dari dalam mobil , dia terlihat bahagia dengan pekerjaannya, meski lelah dia nampak menikmatinya.
Gabriel turun dari mobil dan melangkah memasuki kedai, Sarah yang melihatnya masuk nampak terkejut dan gugup.
Dia kemudian menghampiri Gabriel dengan tergesah-gesah.
Dia mengira ada masalah dengan pekerjaannya.