
Di pagi hari Letta bangun dan tersenyum mendapati dirinya di dalam pelukan Zact.
Dia memeluk Letta dengan erat dan enggan melepasnya.
"Zact aku harus bangun"
"Tidak ... Aku mau begini seharian" kata Zact manja.
"Apa kamu tidak bekerja?"
"Tidak, aku akan libur hari ini dan tidak membiarkanmu turun dari tempat tidur"
Letta merasa sedikit aneh dengan perubahan yang ada pada Zact, dia tidak menyangka jika hubungannya akan berjalan sebaik dan secepat ini.
Dia hanya bisa pasrah di dalam pelukan Zact karena dia benar-benar ingin bermanja-manja dengannya.
"Zact ... Aku mulai merasa pegal" Ucap Letta setelah berada di dalam posisi yang sama.
Akhirnya Zact melepaskannya dan beringsut masuk ke dalam selimut dan meletakkan kepalanya di perut Letta.
Wajah Letta memerah karena merasa sedikit malu karena mereka dalam keadaan tidak berpakaian.
Zact mencium perutnya dan mengusapnya dengan lembut.
Zact kini benar-benar sudah menerima Letta dan menyayangi bayi di dalam perut istrinya itu.
Setelah itu mereka kembali bergulat dalam memadu kasih ,penuh gairah dan cinta.
Di siang hari Zact menggendong Letta ke kamar mandi dan mandi bersama.
Pengalaman pertama itu membuat Letta sedikit malu-malu ketika Zact memandikannya dan juga saat giliranya memandikan Zact.
Mereka berada di dalam buthub bersama, Zact berada di belakang Letta dan memeluknya dari belakang.
Setelah mandi bersama mereka bersiap-siap dan akan makan di luar bersama anak-anak.
Suster menyiapkan semua keperluan yang akan di bawah dan kemudian mereka berangkat ke sebuah pusat perbelanjaan.
Mereka berencana akan berbelanja setelah makan siang.
"Sayang" panggil Zact yang seketika membuat Letta terkejut dan tersedak.
Zact dengan sigap menepuk-nepuk punggungnya.
"Apa kamu baik-baik saja?"
"Ah ... Iya ,aku baik-baik saja, aku hanya sedikit terkejut" kata Letta jujur.
"Ya karena kamu memanggilku seperti itu jadi membuatku terkejut"
"Apa kamu tidak suka aku memanggilmu seperti itu?"
"Bu bukan ... Aku hanya terkejut saja dan belum terbiasa mendengarnya"
"Pefftthh ... Apa aku panggil saja dengan panggilan istriku?"
Wajah Letta seketika semakin memerah mendengar setiap kata yang terucap dari mulut Zact.
Setelah makan mereka berbelanja pakaian dan macam-macam keperluan anak-anak, tak lupa mereka juga membelikan sesuatu untuk di bawah ke rumah Gabriel.
"Apa kamu sudah menghubungi Gabriel kalau kita akan kesana?" tanya Zact yang sedang mengambil Moran di kereta bayi.
"Belum ... Aku akan meneleponnya" jawab Letta yang kemudian mengambil ponselnya di dalam tas dan mencari kontak Gabriel lalu meneleponnya.
"Hallo" jawab Gabriel dari sebrang telepon.
"Kakak sedang sibuk?"
"Tidak ... Aku sedang di rumah bersama Sora, kenapa?"
"Aku akan ke sana bersama Zact dan juga anak-anak"
"Baiklah ..."
Letta kemudian mengakhiri panggilan dan memberi tahu Zact jika Gabriel berada di rumah.
"Kakak ada di rumah, apa kita akan langsung ke sana?"
"Iya ... Kita akan menginap di sana"
"Menginap?" kata Letta kembali terkejut
"Hem ... Itu salah satu cara agar Luca mulai terbiasa di sana, mungkin kita akan sering melakukannya".
"Ah baiklah ... Terima kasih kamu benar-benar sangat baik dan pengertian"
"Tidak ... Jangan bilang begitu ,aku jadi merasa besar kepala"
"Hahaha ... Menggemaskan sekali " Ucap Letta sambil mencubit pelan pipi Zact.
Mereka kemudian keluar dari pusat perbelanjaan dan segera menuju ke rumah Gabriel yang sudah menunggunya.