
Hari pembukaan toko kue milik Rose hari ini resmi di buka.
Nuna dan Camila membantu Rose melayani pengunjung.
Hari pertama pembukaan toko kue lumayan ramai, Rose memberi discount 20 % untuk setiap pembelian 3 jenis kue yang berbeda.
Seorang pengunjung pria datang dan duduk didekat jendela yang terdapat sebuah gantungan.
Pria itu mengenakan masker dan topi,Rose lalu datang menghampiri pria itu.
"Permisi anda ingin memesan apa?" tanya Rose sembari memberikan buku menu.
Setelah melihat-lihat buku menu, pria itu memesan kue yang tidak ada di dalam menu.
"Aku pesan Graddlecake" Ucap pria itu dengan suara berat.
"Maaf ... toko kami tidak menyediakan kue yang anda inginkan" jawab Rose sopan.
"Hah sayang sekali" kata pria itu sembari membuka topi dan maskernya, betapa terkejutnya Rose saat melihat wajah pria itu.
"Zact!!!" pekik Rose dengan mata terbelalak.
Zact tertawa melihat ekspresi terkejut di wajah Rose.
"kejutan ... " Kata Zact riang.
Rose spontan memeluk Zact, dia benar-benar mengkhawatirkan keadaannya.
"Zact kenapa kamu datang? Kamu harus kembali beristirahat" kata Rose selesai memeluk Zact.
Zact berdiri mematung, jantungnya tiba-tiba berdetak tak karuan mendapat pelukan dari Rose.
"Zact!!" panggil Rose menyadarkannya dari keterpanahannya.
"Ya ... aku mendengarmu, aku baik-baik saja, sungguh" kata Zact meyakinkan.
"Apa kamu tidak berkaca??"
"Kenapa?? apa ketampananku meningkat sehingga kamu menyuruhku berkaca?"
"Dasar!! Apa yang kamu lakukan sampai babak belur seperti itu?"
"Aku tidak melakukan apapun" jawaban Zact membuat Rose cemberut.
"Aku berkata jujur, aku tidak melakukan apapun, aku hanya dipukuli dan aku tidak membalas"
"Zact kenapa kamu tidak membalas dan malah membiarkanmu dipukuli?"
"Bagaimana aku bisa membalasnya jika dia adalah lelaki yang kamu cintai"
Rose kembali terkejut mendengar pengakuan Zact, dia tidak menyangka Gabriel sampai melukai Zact.
"Kenapa dia sampai melakukan itu?" Tanya Rose dengan sedih.
"Dia mencarimu dan aku tidak memberitahunya jadi dia kesal"
Rose semakin merasa bersalah pada Zact, demi menyembunyikan keberadaannya dia harus mengorbankan dirinya.
"Zact maaf lagi-lagi aku menyusahkanmu"
"Hei apa yang kamu bicarakan, dengar aku Rose, aku sengaja tidak membalasnya karena aku memang tidak ingin membalasnya, lagian ini juga ada hal baik yang bisa di ambil, karena kejadian ini, aku jadi mendapat libur dan aku bisa datang ke sini tanpa harus berurusan dengan perusahaan Gabriel" jelas Zact.
Rose kemudian menyuruh Zact beristirahat di lantai atas terlebih dahulu.
Zact tidak membantah dan segera pergi ke kamarnya, selain lelah tubuh Zact juga masih teras sakit.
Rose membantu Nuna melayani para pengunjung yang datang, sedangkan Camila menemani Zact di atas.
"Kak Rose aku senang hari pertama pembukaan toko ini berjalan lancar dan ramai" kata Nuna riang.
"Iya syukurlah " jawab Rose dengan senyum tersungging.
"Kakak apa kamu akan mempekerjakan aku di sini?"
"oh itu ... jika kamu tidak keberatan aku sangat ingin kamu bekerja denganku"
Nuna langsung mengangguk dengan semangat.
"Aku sangat ingin bekerja dengan kakak, selain mendapat uang aku juga bisa belajar membuat kue" kata Nuna antusias.
"Apa kamu ingin membuka toko kue juga suatu hari nanti?"
"Iya aku selalu bermimpi tentang itu, setiap kali aku membersihkan rukoh ini aku selalu merasa senang dan mimpiku memiliki sebuah toko kue bertambah kuat"
"Baiklah ... selama kamu di sini pelajari apapun itu, aku akan membantumu sampai kamu ahli membuat kue" kata Rose sembari mengelus rambut Nuna.
"Kakak benar-benar sangat baik"
Nuna kemudian memeluk Rose dengan hati gembira.
Rose kemudian memasuki dapur dan mengeluarkan bahan-bahan untuk membuat kue.
Dia mencari resep Graddlecake dan menemukan video dengan view terbanyak, Rose memperhatikan secara seksama cara pembuatannya.
Setelah memutarnya beberapa kali Rose sudah memahaminya lalu segera membuatnya.
Dengan keahlian yang di milikinya, Rose berhasil membuatnya.
Rose juga membuat secangkir teh untuk melengkapi Graddlecake itu.
Rose kemudian menyajikannya di dalam piring dan membawanya ke atas untuk di berikan kepada Zact.
"Zact " Panggil Rose setelah sampai di depan pintu kamar Zact.
Tak berapa lama kemudian Zact membuka pintu.
"Apa aku boleh masuk" tanya Rose.
Zact tidak menjawab karena tertegun melihat Graddlecake di hadapannya.
"Kamu pasti terkejut karena aku bisa membuatnya"
Zact menggaruk kepalanya yang tidak gatal, kemudian mempersilahkan Rose masuk.
Rose meletakkan kue dan teh itu di meja.
"Makanlah... namun aku tidak yakin dengan rasanya" kata Rose tak percaya diri.
Zact dengan senang segera memakan Graddlecake itu.
"Hmm luar biasa , aku sungguh iri dengan tanganmu, apapun yang kamu masak pasti enak" puji Zact serius.
"Dasar, mulutmu itu memang sangat manis!"
"Apa kamu pernah merasakan mulutku sehingga kamu bisa berkata seperti itu"
Mendengar jawaban Zact membuat Rose salah tingkah.
"Hah sudahlah aku tidak akan menang jika berdebat denganmu" kata Rose menyerah.
Zact lantas tersenyum puas , dia sangat senang mendapat kue dari Rose.
"Rose terima kasih ini benar-benar enak" kata Zact jujur
Rose mengangguk senang.
"Apa kamu tidak lelah?"
"Ya aku lelah tapi aku harus memastikan kamu menghabiskan kue ini"
Zact kemudian dengan cepat menghabiskan kue di hadapannya itu agar Rose bisa segera beristirahat.
"Zact pelan-pelan nanti kamu tersedak" baru selesai menyelesaikan kalimatnya,Benar saja Zact tersedak dan terbatuk-batuk.
Rose segera mengambilkan air untuknya.
Zact segera meminumnya dan merasa lebih baik.
Rose kemudian duduk di sebelah Zact dan bertanya.
"Apa Gabriel juga mengancammu?"
Zact menoleh ke arah Rose dengan ekspresi terkejut.
"kenapa kamu berpikir seperti itu?"
"Aku hanya menebaknya"
"Walupun dia mengancamku itu tidak akan membuat aku takut, dia mengira jika dia menghancurkan karirku, maka aku tidak akan bisa hidup? itu sangat salah besar, aku memiliki fans yang luar biasa mendukungku, aku juga sudah terbiasa dengan hidup yang tak memiliki banyak uang" kata Zact percaya diri.
Rose tersenyum mendengar jawaban Zact.
"Jadi Rose jangan mengkhawatirkan aku, aku sangat senang bisa membantumu, oh ya kemarin ibu meneleponku dia sangat ingin bertemu denganmu"
"Benarkah? aku jadi sangat gugup mendengarnya "
Zact lantas tertawa melihat kepolosan Rose.
"Ibuku senang kamu menempati Rukoh ini, apa lagi kamu menggunakannya untuk menjual kue sepertinya" kata Zact meyakinkan.
" Baiklah Zact jika ibumu telah sampai di negara ini, kamu harus memberi tahuku, jadi aku bisa menyiapkan sesuatu untuknya".
"Oke ... jadi kamu beristirahatlah karena besok juga kamu harus berjualan kembali"
Rose kemudian mengangguk dan membereskan piring di meja lalu keluar dari kamar Zact.
Hari ini sangat melelahkan baginya namun juga sangat menyenangkan melakukan apa yang sangat dia senangi adalah hal baik yang bisa di lakukannya saat ini.