
Anak buah Gabriel segera menuju ke TKP, mereka dengan hati-hati memeriksa tempat itu, saat masuk terlihat Demon yang terkapar bersimbah darah.
Mereka menutup pintu dan memeriksa keasaan Demon, ternyata dia hanya tak sadarkan diri.
Salah satu orang kepercayaan Gabriel bernama Reymond segera menghubunginya.
"Tuan, Demon hanya pingsan, kami akan segera membawanya ke vila"
"Baiklah, panggil seorang dokter untuk merawatnya setelah itu aku akan memasukkan dia ke penjara sampai dia membusuk di sana" Ucap Gabriel dengan perasaan lega bercampur emosi.
Setelah itu Gabriel kembali ke kamar dan mendapati Sarah yang masih terlihat panik dan ketakutan, dia memeluknya dan menjelaskan jika semua baik-baik saja.
"Dia hanya tal sadarkan diri" jelas Gabriel yang langsung membuat Sarah bernafas lega.
"Lalu apa anak buahmu akan membawanya ke rumah sakit?"
"Tidak , seorang dokter akan merawatnya, setelah itu aku akan memberinya pelajaran karena berani main-main dengan ucapanku"
Sarah kemudian memeluk erat Gabriel yang di liputi dengan emosi.
Setelah membaik Gabriel benar-benar memberikan pelajaran kepada Demon, dia di masukkan ke penjara yang terkenal sangat buruk.
Sarah bisa bernafas lega dan kembali menjalankan hari-harinya dengan tenang, sampai di hari pernikahannya dengan Gabriel yang berjalan lancar, mereka mengadakan pesta dengan sederhana dan hanya di hadiri oleh kerabat dan teman dekat.
Letta dan Zact datang dengan kedua anaknya, moran dan Chaxen.
Letta nampak terharu melihat kakaknya menemukan kebahagiaan yang baru.
Moran bertemu dengan Luca dan Sora, dia nampak malu-malu dan bersembunyi di belakang ibunya.
"Moran apa kamu melupakanku" tanya Luca kepada Moran yang melihatnya dengan cara mengintip.
Luca kemudian mendekatinya dan mengulurkan tangan kepadanya, Moran dengan ragu menggenggam uluran tangannya, setelah berpegangan Luca mengajaknya pergi dengan Sora, mereka bertiga bergandengan tangan dengan bahagia.
Letta dan Zact ikut bahagia melihat ketiganya yang nampak mulai akrab, mereka kemudian menghampri pengantin.
Zact menjabat tangan Gabriel dan keduanys berpelukan dengan penuh kedamaian.
"ternyata kamu pindah ke sini untuk menjemput jodohmu" kata Zact yang di sambut tawa kecil oleh Gabriel.
"Ya kamu benar"
"Kalian akan berbulan madu maka kita siap untuk menjaga Luca dan Sora" tawar Zact yang langsung membuat kedua pengantin memerah.
Letta dan Zact seketika tertawa melihat mereka yang nampak malu-malu.
Setelah hari pernikahan itu, Letta dan Zact memberikan tiket bulan madu kepada mereka.
"Kakak bisa pergi bersama kakak ipar, anggap saja ini liburan untuk kakak yang tidak pernah libur bekerja" kata Letta.
Mereka semua berkumpul di ruang keluarga dengan anak-anak yang bermain-main kejar-kejaran.
"Kalian benar-benar serius tentang ini" kata Gabriel tak habis pikir.
" Ya ... Tentang anak-anak kalian tidak perlu khawatir, kita akan menjaganya"
"Lalu bagaiman dengan pekerjaan Zact ?"
"Tenanglah aku dan perusahaanku sedang dalam keadaan sangat baik dan aku memiliki seseorang yang sangat bisa di percaya, jadi berangkatlah dengan tenang, ini juga kami anggap sebagai liburan, lagian aku dan Letta benar-benar merindukan Luca" jelas Zact yang langsung membuat Gabriel merasa tenang.
"Baiklah terima kasih untuk hadiahnya" Ucap Gabriel sambil memegang tangan Sarah.
Keesokan harinya mereka berbulan madu ke luar negeri, di sana mereka menghabiskan waktu dengan jalan-jalan dan bersenang-senang.
Di malam hari mereka mulai memadu kasih, perlahan namun pasti, Sarah yang nampak malu-malu semakin terbuai dengan sentuhan Gabriel yang memikat, Gabriel memberikan kepuasan kepada Sarah hingga sama-sama mencapai puncak.
Akhirnya semua mendapat kebahagiaan masing-masing, Rose telah mendapat keadilan dan beristirahat dengan damai, Gabriel yang menemukan Cinta sejatinya begitu pula dengan Zact yang memiliki Letta yang akan selalu mendukungnya.
Para penjahat mendapatkan karmanya dan para pemilik kebaikan mendapatkan hikmahnya.