
Rose melahirkan anak laki-laki yang sangat tampan dengan berat badan 4.2 kg, bayi yang besar.
Zact memasuki ruangan dengan tangis haru melihat Rose bersama bayi yang sangat menggemaskan.
Sedangkan Gabriel tidak tahu harus merasa senang atau bersedih,Dokter berhasil mengeluarkan bayi dengan keadaan hidup meski harus di simpan di inkubator dan di penuhi dengan alat-alat medis.
Gabriel memegang tangan Joanna yang dingin, wajahnya yang cantik kini terlihat pucat.
Matanya yang besar dan indah tidak akan pernah terbuka untuk selamanya.
Meski dokter berhasil menyelamatkan Sang bayi namun kondisi Joanna yang kritis membuatnya tak bisa bertahan dan berakhir meninggal.
"Maaf untuk hari-hari terakhirmu yang tak cukup membahagiakan,aku akan merawat putri cantik kita dengan baik, kamu tidak perlu mengkhawatirkannya,kamu berbahagialah di sana" kata Gabriel dengan air mata yang menetes.
Kabar meninggalnya Joanna langsung tersebar , Media dan masyarakat cukup terkejut dengan meninggalnya sang putri yang terlihat baik-baik saja selama ini.
Gabriel dan Raja Frederick akan membawa Joanna ke istana Deamor , mereka berencana memakamkan Joanna di sana.
Rose dan Zact yang melihat berita dari televisi ruangannya sangat terkejut.
"Apa berita ini benar" Kata Rose prihatin
"Sepertinya benar, dia juga melahirkan anaknya,"
"Sungguh malang bayi itu"
"Benar ... itu sudah menjadi takdirnya, meski dia sangat beruntung dilahirkan oleh seorang putri dan memliki ayah yang sangat brilian juga seperti Gabriel Rowen dan kakeknya yang seorang Raja,tapi bukankah di dunia ini memang tidak semua kehidupan bisa berjalan dengan sempurna"
Rose setuju dengan pendapat Zact,sambil menyaksikan berita kematian Joanna, Rose nampak merasa sedih melihat Gabriel yang terdiam memendam duka.
Tiga hari kemudian Rose pulang ke rumah dan di sambut meriah oleh orang tua Zact, Camila,Bob dan Nuna.
Mereka bergantian saling berpelukan dan mengucapkan selamat, Rose sangat terharu dengan sambutan mereka yang penuh kasih sayang.
Anna kemudian menggendong bayi Rose.
"Astaga ... dia begitu besar" kata Anna takjub
"Iya dia bahkan sudah tampan dari bayi" timpal Camila.
Semua orang merasa senang dan saling bergantian menggendong sang bayi.
Di rumah sakit Gabriel datang mengunjungi anaknya yang masih di rawat intensif di ruangan khusus, hatinya terasa sakit melihat putri kecilnya harus melalui hal yang menyakitkan.
Di balik kaca dia terus memperhatikan bayi mungil itu, tangannya meraba kaca di depannya seakan sedang membelainya dengan lembut.
Tiba-tiba ponselnya berdering di saku celananya, Gabriel mengambilnya dan sedikit terkejut mendapat telepon dari Rose.
"Halo Gabriel"
"Hmm ... Ada apa?"
"Tidak,aku hanya ingin menanyakan kabarmu"
"Apa kamu senang?"
"Kenapa kamu berpikir seperti itu? Aku bermaksud baik" kata Rose sabar.
"Hah!!! Cukup Rose jangan pura-pura dan seperti memberi harapan untukku, urus saja kehidupanmu yang bahagia itu"
Gabriel kemudian mengakhiri panggilan dan pergi dari rumah sakit.
Setelah 2 hari sibuk dengan pemakaman Joanna, Gabriel belum beristirahat sama sekali, sesampainya di Sanor dia langsung ke rumah sakit untuk melihat perkembangan anaknya.
Kepalanya sekarang terasa sakit karena tidak beristirahat sepanjang waktu.
Saat hendak keluar dari pintu rumah sakit, Gabriel jatuh tak sadarkan diri, semua orang di rumah sakit terkejut dan segera menolongnya.
"Bukankah dia Gabriel Rowen?" kata seorang pengunjung di rumah sakit.
"Benar, sepertinya dia sangat tidak berdaya karena istrinya baru meninggal"
Seseorang kemudian mengambil foto dimana Gabriel tak sadarkan diri dan menjual mahal foto tersebut ke sebuah Media besar.
Tak butuh waktu lama berita Gabriel yang tak sadarkan diri menjadi topik utama.
Masyarakat yang melihat berita itu pun berspekulasi bahwa Gabriel mengalami penderitaan hebat setelah istrinya meninggal dunia.
Zact yang melihat berita itu tidak memberitahu Rose, Dia kemudian mencari informasi dimana Gabriel di rawat untuk menjenguknya.