
Satu minggu sejak Rose pergi Gabriel terus berupaya menemukannya.
Dibalik kesibukannya dan persiapan pertunangannya Gabriel masih berharap Rose akan kembali ke rumah.
Sedangkan Rose mulai sibuk dengan pekerjaan barunya.
Awalnya terasa sulit dan banyak melakukan kesalahan namun Zact terus memakluminya dan terus memberikan dukungan.
Kini Rose semakin memahami pekerjaannya dan mulai menikmatinya.
Ketika sedang bekerja membuat Rose sedikit melupakan patah hatinya, meski saat sedang sendirian perasaan sakit itu akan menyapanya kembali.
Saat sedang menunggu Zact melakukan syuting, Rose tak sengaja melihat seseorang tengah melihat berita di ponselnya.
Berita tentang pertunangan Gabriel dan putri Joanna yang akan di langsungkan dua hari lagi.
"Wah mereka sungguh pasangan yang serasi dan lihat putri joanna bagai dewi, dia sungguh luar biasa" puji orang itu.
Rose terdiam tangannya meremas kain sweaternya menahan gejolak didalam hatinya.
Kakinya terasa lemas dan sulit bernafas.
"ya meraka sangat serasi" kata Rose didalam hati.
Dia kemudian pergi ke toilet ,tak sanggup lagi menahan air matanya yang akan meledak dan membanjiri pipinya.
"Hah apa yang kamu harapkan dari hubungan ini Rose, kamu benar-benar tak tahu diri, kamu bukan apa-apa baginya" Ucapnya pada dirinya sendiri.
DUA HARI KEMUDIAN.
Pesta pertunangan antara Gabriel dan Joanna menggemparkan Negeri, Pesta itu di gelar di sebuah villa mewah dan para tamu undangan merupakan orang penting dan memiliki pengaruh yang besar.
Pertunangan itu disiarkan langsung oleh stasiun televisi milik Gabriel.
Rose menonton siaran itu di rumah bersama Zact.
"Mereka luar biasa ya ?" kata Zact pada Rose
Seakan tak mendengar perkataan Zact Rose terus menatap layar tv dengan tangan mencengkram bantal di pangkuannya.
"Hei ... apa yang kamu pikirkan". kata Zact sambil menepuk pundak Rose.
" Ah tidak " Jawab Rose kaget.
"Kamu terlihat murung semenjak aku melihatmu di halte waktu itu"
"Apa terlihat seperti itu??"
"Iya ... jika kamu butuh seseorang untuk mendengarkan ceritamu, kamu bisa mengandalkan ku" Tawar Zact tulus.
Rose tersenyum melihat ketulusan Zact.
"Mau temani aku minum?" Tanya Rose dengan senyum kecil.
Zact dan Rose menuju mini bar milik Zact dan pelayan segera menuangkan minuman untuk mereka berdua.
Setelah menghabiskan beberapa gelas Rose mulai mabuk dan mulai meracau.
"Zact apa kamu tahu cinta itu apa?" tanya Rose dengan kepala bersandar pada meja.
"Hmm ... Cinta ? Pffuuhh ... mungkin Cinta itu tentang perasaan yang rumit untuk diperjelaskan, namun menurutku cinta adalah berarti merelakan"
"Merelakan??"
"Ya ... ketika kamu mencintai seseorang berarti kamu mulai merelakan sesuatu untuknya, seperti hatimu, rela berbagi apapun itu, berkorban, rela tersakiti, rela menerima kekurangan bahkan kelebihannya dan merelakan adalah hal tersulit, jadi kenapa banyak cinta yang gagal karena memang tidaklah mudah"
"Hmm kamu benar-benar pandai mendeskripsikan cinta, apa kamu pernah jatuh cinta?
"Ya ... namun itu sudah lama sekali,lalu kamu?"
"Aku ??? apa aku berhak jatuh cinta?"
"Kenapa harus bicara seperti itu, semua orang berhak jatuh cinta bahkan di cintai" kata Zact sambil menatap Rose tak percaya.
"Aku selalu tidak beruntung tentang itu, aku baru mulai dan tak lama aku bahkan langsung terluka"
"Kenapa?"
"Dia sangat jauh untuk aku raih, dia memliki segalanya dan dia sekarang telah bersama orang yang pantas untuknya" jelas Rose dengan mata berkaca-kaca.
Zact nampak mulai memahami alasan Rose terlihat murung.
"Istirahatlah, mari aku antar ke kamarmu"
Zact mengantar Rose ke kamarnya dan membantunya berbaring, dia memandang wajah polos Rose yang mulai terlelap.
Zact menyelimutinya lalu mematikan lampu dan pergi dari kamar itu.
Keesokan harinya Rose menyiapkan segala keperluan syuting Zact juga membantunya untuk bersiap.
"Apa semuanya sudah lengkap Rose?" Tanya Zact sembari mengenakan pakaiannya.
"Iya aku sudah memeriksanya beberapa kali, apa ada yang kamu perlukan lagi biar aku siapkan?"
"Tidak "
"Baiklah mari kita berangkat , David sudah menunggu kita di mobil"
Mereka kemudian berangkat menuju lokasi syuting.
Sesampainya di sana Zact segera melakukan pekerjaannya sedangkan Rose tiba-tiba ingin buang air kecil.
Saat berjalan melewati koridor tak disangka Rose bertemu dengan Gabriel.