CEO & DOLL

CEO & DOLL
BAB 63


Keesokan harinya Anna dan Clarkson datang berkunjung.


Rose dan Zact menyapa mereka dengan senang.


"Kenapa ibu tidak bilang jika mau berkunjung?" kata Zact membawa barang bawaan orang tuanya.


"Apa aku harus meminta izin untuk mengunjungi cucuku?".


"Ah ... Bukan begitu ibu,aku hanya sedikit terkejut ibu datang tiba-tiba"


"Hmm dasar anak nakal, di mana cucuku Rose, apa dia tidur?"


"Iya bibi dia suka sekali tidur" kata Rose sambil tersenyum


" Ya begitulah bayi, bawa aku menemuinya, aku sangat rindu dengan cucuku" kata Anna tak sabar, Rose kemudian mengajak anna ke kamar Luca sedangkan Zact dan Clarkson membicarakan bisnis mereka.


Saat memasuki kamar Luca Anna langsung terkejut melihat pertumbuhan cucunya yang begitu cepat.


"Astaga Rose, dia tumbuh dengan cepat" Kata Anna yang terus memandangi Luca yang terlihat menggemaskan.


"Bibi benar dia tumbuh dengan baik, dia kuat sekali minum susu"


"Ya itu akan berlalu jika nanti dia sudah memasuki tahap MPASI"


Karena mendengar pembicaraan keduanya membuat Luca terbangun.


Dia memandang sekitar dengan matanya yang biru dan besar.


Anna segera menggendongnya dengan gemas.


"Ah Lucaku bangun ... Kamu sungguh anak baik, bangun dan tidak menangis" Kata Anna sambil menciumi Luca yang menggemaskan.


"Aku akan membawanya turun" kata Anna yang di jawab anggukan oleh Rose.


Di lantai bawah Anna membawa Rose menuju taman dimana Zact dan Clarkson sedang asyik mengobrol.


"Sayang coba lihat Luca" Ucap Anna sangat antusias.


Clarkson langsung berdiri dan menghampiri Anna yang menggendong Luca.


Clarkson langsung mengelus-elus pipi gembul Luca yang benar-benar imut.


"Dia sangat imut" puji Clarkson


"Ya tentu ... Karena dia cucuku" kata anna yang membuat Rose dan Zact tertawa.


"Ibu apa kalian akan menginap di sini?"


"Ya aku akan berada di sini selama tiga hari,paman Clarkson akan mengunjungi nenek"


"Oh apa nenek baik-baik saja?"


"Dia baik-baik saja, aku hanya ingin datang berkunjung karena merindukannya" Jelas Clarkson.


"Apa paman akan pergi hari ini?"


"Tidak, aku akan menginap di sini semalam, pagi-pagi aku akan ke stasiun kereta"


"Baiklah aku akan mengantar paman ke stasiun besok"


"Terima kasih"


Mereka semua kemudian masuk ke rumah untuk sarapan.


Di rumah sakit Gabriel mengunjungi Sora, akhir-akhir ini berat badannya mengalami kenaikan setelah mendapat donor susu.


Gabriel sangat senang dengan perkembangan putrinya itu, tadi pagi Raja Frederick telah menelepon jika dia sudah sampai Sanor dan akan mengunjungi Sora.


Akhirnya Gabriel pagi-pagi sekali telah berada di rumah sakit untuk menyambutnya.


Pukul 10:05 Raja Frederick datang dan langsung memeluk Gabriel.


"Bagaiman dengan Sora?"


"Dia cukup berkembang dengan baik, berat badannya pun naik secara perlahan" jelas Gabriel sambil mempersilahkan Raja Frederick melihat Sora dari kaca besar di hadapannya.


Raja Frederick meneteskan air mata ketika melihat Cucu yang memiliki banyak selang dan kabel di tubuhnya.


"Kasihan sekali, dia bahkan sekecil ini dan dia harus mengalami ini semua, ini karena kesalahanku karena memaksakan egoku tentang penerusku" kata Raja terisak.


Gabriel mencoba menenangkannya dengan memeluk mertuanya itu.


"Ini semua sudah takdir, jika anda tidak bersikeras maka aku tidak memiliki putri yang cantik seperti Sora" Kata Gabriel menguatkan.


Raja Frederick benar-benar menyesali setiap keputusan yang dia buat untuk putrinya yang ahrus meninggal dengan lebih menderita, dia harus menahan sakit dari penyakit dan juga kehamilannya.


Sekarang dia hidup dengan di bayangi dengan rasa bersalah yang terus mengahntuinya.