
Setelah selesai berbelanja Rose dan ibu Zact mampir ke resort yang akan di gunakan untuk pernikahan mereka.
Resort itu sangat indah dengan nuansa alami yang memanjakan mata.
Manager resort menemani mereka berkeliling dan mencoba beberapa menu yang akan di sajikan.
"Bagaimana apa Nona menyukai menu-menu ini atau jika ada kekurangan atau ingin menambah menu lain anda bisa mengatakannya"
"Ini enak tapi aku ingin merubah beberapa menu , nanti akan ku kirim lewat chat" kata Rose di sela-sela mencicipi makanan
"Baiklah ... Silahkan menikmati, saya permisi dulu"
Rose mengangguk dan mempersilahkan manager itu meninggalkan mereka berdua.
"Apa bibi ingin menambahkan menu lain?"
"Tidak ... Apapun yang kamu mau aku setuju"
"Begitu ya ... Terima kasih bibi" Ucap Rose sambil memeluk Anna.
"Apa kamu ingin mengunjungi tempat yang lain?"
"Tidak bibi, aku rasa kakiku sudah tidak sanggup , aku sangat lelah"
"Itu juga yang aku rasakan hahaha"
Mereka kemudian pulang ke rumah dan menunggu kedatangan mereka.
Saat melihat mereka memasuki rumah, Zact langsung berdiri dan melangkah mendekat menghampiri putranya.
" Hay Boy ... Ayah sangat merindukanmu" kata Zact sambil menggendong Luca yang langsung memeluknya erat.
"Lihatlah dia begitu merindukan ayahnya" Ucap Anna senang melihat anak dan cucunya.
"Ibu benar, tapi itu tidak berlaku dengan kita ibunya, dia sama sekali tidak merindukanku"
Mendapat sindiran seperti itu membuat Rose tersipu malu.
"Hahaha apa kamu sedang berharap sesuatu dariku?"
"Ya ... Setidaknya beri aku sebuah ciuman di sini" kata Zact sambil menunjukan pipinya.
"Dasar ... Kamu harus tahu malu sedikit, ada bibi di sini"
" Ah ibu .... Gara-gara ibu aku tidak mendapatkan ciuman dari Rose"
"Anak nakal!!!" Teriak Anna sambil menjewer pelan telinga putranya itu sampai membuat Rose tertawa terbahak-bahak.
"Ibu ... Apa begini caramu menyayangiku?"
"Ya seperti itu"
"Oh itu tidak benar Luca, nenek tidak akan seperti itu"
Luca seakan mengerti dan tertawa melihat perdebatan keduanya.
"Apa kalian sudah mendapat tempatnya?"
"Ya ..." jawab Rose pasti.
"kalian istirahatlah, aku akan menjaga Luca" kata Zact yang langsung membuat keduanya tersenyum lega karena benar-benar membutuhkan istirahat.
"Luca sekarang kamu bersama ayah, biarkan nenek dan ibumu beristirahat" kata Zact yang di sambut Luca dengan tawanya.
Zact mengajak Luca berputar-putar mengelilingi taman hingga tertidur pulas, dia kemudian membawa Luca menuju kamar dan menidurkannya di samping Rose.
Zact yang memperhatikan Rose yang tertidur lelap.
Zact merasa seperti mimpi karena sebentar lagi dia akan menikahi Rose.
Zact mendekat dan mendaratkan sebuah ciuman di kening Rose, dia kemudian mengusap rambut Rose dengan lembut lalu keluar dari kamar meninggalkan keduanya.
Saat keluar dari kamar ponselnya berdering , Zact menatap layar ponselnya dan mengerutkan dahinya setelah melihat siapa nama yang terpampang di layarnya.
"Hallo" jawab Zact dengan nada dingin
"Selamat" kata Gabriel tiba-tiba
"Ada perlu apa" kata Zact mengabaikan ucapan selamat dari Gabriel
"Mari bicara"
"Bukankah sekarang kita sedang berbicara?
"Ya kamu benar, tapi aku ingin bicara secar langsung denganmu "
"aku sibuk"
"Jangan pikir hanya kamu yang paling sibuk di sini" Sindir Gabriel kesal
"Katakan saja sekarang"
"Tidak , mari bertemu"
"Dimana?"
"Aku akan Share lokasinya"
"Hmm" jawab Zact mengakhiri panggilan dan segera keluar rumah menuju tempat pertemuan dengan Gabriel.