CEO & DOLL

CEO & DOLL
BAB 95


Keesokan harinya kepala Letta terasa pusing karena tidak bisa tidur setelah memimpikan Zact.


Dia bangun dari tempat tidur dan langsung mandi, di bawah pancuran Letta berdiam diri cukup lama dan sesekali menyeka wajahnya.


Dia baru menyadari jika dirinya mulai tertarik dengan Zact,sedangkan dia tahu jika Zact tak menyukainya karena salah paham dengannya.


Setelah mandi dia merasa jauh lebih baik, dia turun ke bawah dan menyapa Sora yang sedang makan dengan susternya.


Di ruang makan Gabriel sudah berpakaian rapi dan sedang sarapan, Letta menuju ruang makan dan menyapanya.


"Pagi kak"


"Hmm ..." jawab Gabriel dengan bersenandung karena sedang mengunyah makanan.


Letta duduk dan pelayan menyajikan makanan ke piringnya.


"Apa yang akan kamu lakukan untuk kedepannya? Apa kamu masih ingin membantu temanmu?" tanya Gabriel di sela-sela makan.


"Tidak aku sudah berhenti membantunya karena aku baru mengetahui jika pekerjaannya itu sangat merugikan untuk masyarakat, aku tidak mau terlibat jika itu menyangkut keburukan"


"Baguslah ... lebih baik kamu masuk ke kantor dan membantuku, itu akan jauh lebih baik"


"Entahlah ... Aku belum bisa memutuskan apapun" kata Letta jujur.


"Hmm ... aku tidak akan memaksamu, tapi pintu Zinc Group selalu terbuka untukmu"


"Terima kasih kakak"


"Oh ya apa kamu bisa membawa Sora jalan-jalan sore ini?"


"ok ..." jawab Letta setuju.


Setelah sarapan, Letta menelepon sahabatnya yang bernama Amora di Nervalon.


"Wooo Letta akhirnya kamu menghubungiku" kata Amora dari sebrang telepon.


"Hmm ... Aku benar-benar sibuk, setelah aku bisa sedikit bernapas aku langsung menghubungimu"


"Baiklah ... bagaimana dengan Sanor?"


"Sanor ... Sangat menyenangkan"


"oh ya ... Apa kamu mulai nyaman di sana dan tak akan kembali?"


"Hmm apakah ada yang sudah membuatmu tertarik?" tebak Amora.


Seakan tahu pikirannya, Letta tak bisa berkata-kata.


"Sepertinya tebakanku benar"


"Hah ... Ya kamu memang benar-benar memahamiku dengn sangat baik" akui Letta pada akhirnya.


"Hmm ... Lalu siapa dia"


"Amora ... Aku belum bisa menceritakan soal ini, karena ini belumlah apa-apa"


"Apa ini karena cinta bertepuk sebelah tangan?" Tebak Amora blak-blakkan.


Mendengar tebakan Amora telinga Letta terasa panas.


"Hei mulutmu itu benar-benar selalu membuat telinga panas, tidak ada yang seperti itu" jelas Letta sedikit kesal.


"Hahaha slow down baby... Aku hanya bercanda"


"Hmm ... Aku dan dia bahkan belum melangkah selangkahpun tapi .." Letta menggantung ucapan dan seketika wajahnya memerah mengingat kejadian malam itu.


"Tapi apa?" tanya Amora bingung.


"Tidak ... Baiklah Amora lain kali aku akan menghubungimu lagi,keponkanku menangis"


Letta berlasan.


"Ok ok ..." jawab Amora dan panggilanpun berakhir,Letta akhirnya bisa bernafas lega.


Jika obrolan itu berlanjut maka jiwa kekepoan Amora akan menjadi-jadi dan akan membuatnya kewalahan menjelaskannya.


Meski Amora termasuk salah satu manusia terkepi namun dia satu-satunya di dalam hidup Letta yang sangat bisa di percaya untuk menjaga rahasia, Amora juga sangat baik dan cerdas.


Sayangnya dia berasal dari keluarga yang serba kekurangan sehingga Letta sering kali membantunya meski tak jarang dia juga kerap menolak.


Letta kemdian berganti baju dan mengajak Letta berjalan-jalan mengunjungi kebun binatang.


Dia ingin memperkenalkan dan memperlihatkan secara langsung jenis-jenis hewan kepada Sora.


Sebelum masuk mereka membeli berbagai macam buah dan sayuran yang akan mereka berikan kepada hewan-hewan di sana.