
Pemakaman Rose akan di gelar secara tertutup, Camila, Bob dan Nuna datang setelah mendapat kabar kepergian Rose.
Mereka semua merasa syok dengan kabar tersebut, Camila sampai pingsan begitu mendengar kabar buruk itu.
Sesampainya di kediaman Zact , mereka semua langsung berpelukan dan saling menguatkan.
"Anna di mana Zact" tanya Camila
Dengan terisak Anna membawa Camila memasuki kamar di mana Rose dan Zact berada.
Awalnya Camila sangat terkejut melihat Zact menangisi sebuah boneka, namun Anna langsung membawanya ke balkon dan menceritakan segalanya.
"Sungguh ... Ini di luar nalar" kata Camila yang masih berusaha memproses cerita kebenaran tentang Rose.
"Ya jika aku tak melihatnya secara langsung akupun akan sulit percaya" kata Anna sambil mengelap air matanya yang menetes.
"Apa bayinya baik-baik saja?"
"Ya dia sangat sehat dan cantik"
"Baiklah mari kita masuk untuk memberikan semangat untuk Zact"
Mereka kemudian masuk kembali dan mendekat ke Zact yang tertidur di lengan Rose.
"Anakku ... Kasihan sekali ... Mereka seharusnya dalam masa-masa yang bahagia" Ucap Camila sambil mengusap rambut Zact yang langsung membuatnya terbangun.
"Bibi..." panggil Zact yang langsung memeluk Camila.
Seketika Camila kembali menangis melihat Zact yang begitu hancur.
"Zact dengarkan bibi, ini semua takdir, kita harus menerima meski berat, kamu memiliki Rose kecil sekarang, dia sangat membutuhkanmu"
"Ya menangislah jika itu membuatmu merasa tenang ... Tapi bukankah itu akan membuat Rose sangat sedih melihatmu yang seperti ini?"
Mendengar kata-kata Camila membuat Zact berhenti menangis dan berusaha mendengarkan hatinya.
Zact berdiri dan menatap tubuh Rose yang telah menjadi boneka, dia berjanji padanya jika dia akan menjaga dan mengurus anaknya dengan baik.
"Rose aku memang berat melepasmu , ini benar-benar menyakitkan, namun ini bukan berarti cinta kita akan mati dengan kepergianmu, aku yakin cinta kita murni karena kamu pun membawanya dengan sepenuh jiwa dan ragamu" Ucap Zact dalam hati, dia mengusap air mata yang tersisa dan berusaha untuk tidak menangis lagi.
Setelah memberitahu kebenaran Rose kepada Nuna dan Bob , akhirnya pemakaman Rose di lakukan di sore harinya, hanya beberapa orang kerabat yang datang dan tidak tahu tentang kebenaran Rose.
Di malam hari, Zact memandang langit yang gelap, hatinya terasa kosong, kematian Rose benar-benar merubah segalanya,Baru beberapa jam, Zact sangat merindukannya, sentuhannya yang lembut, rambutnya yang terurai indah, tubuhnya yang hangat dan perhatiannya yang tulus membuat Zact terasa tercekik saat ini.
"Rose apa kamu merindukanku juga?? dan sedang apa kamu sekarang? Apa kamu melihatku?"
Tiba-tiba suara tangis bayi memecahkan lamunannya, Zact segera berbalik badan dan melihat putrinya yang terbangun karena kehausan.
Zact segera membuatkannya susu dan menggendongnya untuk menidurkannya kembali.
"Putriku yang cantik ... Apa kamu merindukan ibu? Ayah juga sangat merindukannya" Kata Zact dengan air mata tertahan.
Zact menatap mata anaknya yang jernih, dia mendapat ketenangan setiap melihatnya.
Akhirnya setelah menggendongnya dan memberikannya susu, si bayi kembali tertidur dengan nyenyak.
Pelan-pelan Zact menidurkan bayinya ke tempat tidur bayi yang di hias dengan sangat menggemaskan.
Zact kemudian berbaring dan mulai tertidur karena sangat kelelahan, tak lama kemudian dia bermimpi bertemu dengan Rose.
Mimpi itu begitu sangat nyata dan membuat Zact berharap tidak terbangun dari mimpinya .