CDAP SEASON 2

CDAP SEASON 2
CDAP, S2 : 58


Grayland, segera menghubungi kakak'nya untuk meminta bantuan kepada dia karena hanya dia satu-satunya orang yang bisa menyelamatkan dirinya.


"Hallo kak."


"Hm, kenapa?"


"Gawat!"


"Apa, maksud kamu? bicara yang jelas, gawat kenapa?"


"Aku..


Karena, panik ia tidak bisa mengatakan apa-apa kepada kakak'nya, ia sendiri saja sangat syok dengan apa yang dia lihat saat ini. Bahkan ia tidak tau harus berbuat apa,


Greenland faresta Marquez, yang tidak ingin adiknya kenapa-kenapa, meminta kepada grayland untuk mengirimkan lokasi di mana dia sekarang.


Grayland, pun langsung mengirimkan lokasi, agar kakaknya segera menjemput dirinya di tempat ini. Walaupun, dia sering minum dan mabuk-mabukan, ia tidak pernah melakukan perbuatan seperti itu, apa lagi mengambil mahkota milik para wanita, walaupun ia pernah melakukan hal itu kepada wanita yang sudah tidak bersegel. Tapi, kali ini ia berbeda ia melakukan kepada wanita yang masih berstatus segel.


Berapa, lama menunggu kakak'nya datang ke kamar di mana grayland berada. Saat ia masuk ia pun sangat terkejut melihat apa yang saat ini di hadapannya. Dengan, kasur yang berantakan, dan benda-benda berserakan, di mana-mana,


Dan, sekarang ia melihat adiknya yang masih tidak menggunakan pakaian, hal itu menyakinkan green kalau adik laki-lakinya habis melakukan sesuatu, bahkan ia juga melihat seprai berwarna putih terdapat bercak darah.


"Apa, maksud dari semua ini land?" tanya green.


"Aku, juga tidak tau kak, aku tidak mengingat apa-apa, bahkan aku sendiri lupa tentang apa yang terjadi semalam." ucap land.


"Kamu, tau kan apa konsekuensi yang harus kamu tanggu dengan melakukan seperti ini? Karena mama paling benci dengan orang yang melukai perasaan seorang wanita apa lagi sampai harus mengambil kepe**wan milik seorang wanita." kata green panjang lebar,


"Aku, tau kak. Makanya aku minta bantuan sama kakak untuk membantu aku agar mama tidak marah besar." ujar land.


"Sebaiknya, kamu pakai pakaian kamu, habis ini kita pulang ke rumah mama dan kamu harus mengatakan dengan jujur apa yang sudah kamu lakukan, dan sebelum pergi kamu akan meminum pil untuk mengingat kejadian semalam." ujar green.


Segeralah grayland beranjak dari tidurnya dengan tidak menggunakan apa-apa, bahkan ia tak memiliki rasa malu sedikitpun kepada kakak'nya. Ia pergi me kamar mandi dan mulai membersihkan badannya.


"Kenapa, punya adik satu bikin susah orang saja. Dia laki-laki tapi terus saja mengandalkan aku. CK, menyusahkan saja." gerutu green.


Green, segera menelpon asisten pribadi. Untuk membawa pil agar ingatan kejadian semalam adiknya pulih kembali, ia tau kalau adiknya selalu meminum, minuman keras sampai ia tak sadar.


Setelah berapa lama, grayland keluar dari dalam kamar mandi dan segera menghampiri kakak dan asisten keluarga mereka. Grayland pun ikut duduk di samping kakak'nya.


"Minumlah"


Ia pun langsung meminum pil yang fi kasih kakak'nya, setelah selesai meminum green mengajak adiknya untuk segera pulang ke mansion.


*


*


*


Saat, sudah sampai di depan mansion milik orangtuanya, land, ragu untuk masuk apa lagi dengan keadaan dirinya yang habis mengambil segel milik seorang wanita. Tanpa menggunakan pengaman..


"Sudahlah, kamu tak perlu takut seperti itu. Harusnya kamu sebagai seorang pria harus menjadi seorang pria yang mau mengakui kesalahannya, dan kamu juga harus bertanggung jawab dengan apa yang kamu lakukan." ujar green.


Ketiga, orang pria itu masuk ke dalam mansion yang terasa sangat sepi. Walaupun banyak penjagaan dan banyak pelayan tetap saja mansion itu terasa sangat sepi karena pemilik mansion itu sedang tidak ada di kediaman.


"Nyonya dan tuan saat ini sedang pergi ke mansion utama, karena nyonya dan tuan akan segera kembali ke Jerman."


"Kembali ke jerman?" ucap green mengulangi perkataan pelayan mansion.


"Benar, tuan muda tadi nyonya di telpon oleh kepala pelayan yang ada di jerman kalau kondisi tuan besar memburuk." ujar pelayan.


Keduanya, terdiam sejenak apa mereka akan menceritakan masalah grayland kepada mama dan papa? Tapi jika mereka menceritakan maka itu akan menambah pikiran orangtua mereka.


Green, pun menyuruh pelayan itu untuk pergi, setelah kepergian sang pelayan grayland menatap sang kakak.


"Kak, bagaiman ini? kondisi kakek semakin memburuk apa tidak sebaiknya kita mengurungkan niat kita untuk menceritakan kepada mama dan papa?" tanya land.


"Sebaiknya, memang begitu kita jangan menceritakan itu dulu yang terpenting sekarang kita segera ikut mama untuk menjenguk kakek. Dan setelah kakek sembuh baru kita ceritakan masalah kamu."


"MASALAH, APA YANG KALIAN BICARAKAN?!" ucap seorang wanita dengan sangat lantang dan tegas. membuat kedua kakak beradik itu terkejut dan menatap ke arah orang itu,


"Mama?"


"Kenapa, kalian terkejut? Dan masalah apa yang kalian sembunyikan dari mama?" ucap hazel dengan tatapan tajam dan mendominasi.


"Sayang, kamu ini terlalu serius lihat wajah anak kita, dia sedang ketakutan." ujar Grey's.


"Ii..ini masalah kantor ma, bukan masalah serius jadi tak perlu di bicarakan di rumah, kamu denger mama sama papa akan pergi ke jerman?" tanya land.


"Ahh, iya mama sempat lupa akan hal itu, dan kalian segera bersiap karena saat ini kondisi kakek kalian dengan sangat kritis dia terus saja memanggil nama kalian" ujar hazel yang langsung panik.


"Sayang, tenanglah semua'nya akan baik-baik saja. Lagian ayah sudah di tangani oleh dokter keluarga kita jadi aman." ucap Grey's.


"Dan, untuk kalian segere berkemas karena kita sebentar lagi akan berangkat ke sana." sambung Grey's kepada kedua putranya.


*


*


*


Di sebuah rumah sakit seorang pria baru saja melakukan operasi plastik, karena agar membuat terlihat sempurna saat rencana di jalankan. dengan wajah yang masih di perban dia sedang duduk ranjang rumah sakit.


"Kamu, sudah tau apa yang harus kamu lakukan?" tanya seorang.


"Sudah tuan, saya sudah di beri tau oleh asisten tuan. Dan saya akan berusaha melakukan sebaik mungkin agar rencana tuan bisa berjalan sempurna." jawab seorang pria yang di perban.


"Bagus.. Dan kamu tau apa konsekuensinya jika berkhianat?" tanya seorang pria dengan berdiri tegak.


"Tau tuan.. Maka tuan akan membunuh keluargaku dan aku juga akan mendapatkan siksaan yang melebihi siksa neraka." ujar pria yang di perban.


Hahahaha. tawa pria itu menggema di ruangan itu, karena kerja asistennya sangat sempurna sampai memberi tahu kepada pekerjanya jika berani melakukan pengkhianatan.


"Bagus, saya bangga dengan kamu. Maka mulai besok kamu harus mempelajari apa saja tentang orang yang akan kamu perankan, nanti saya akan menyuruh asisten saya untuk kesini dan memberikan berkas itu." ujar seorang pria yang segera pergi dari tempat itu.


"Alvagas aldebarat lacerta Marquez."