
Setelah membeli sebuah test pack, Vanandya langsung pergi ke kamar mandi untuk mengecek apakah dirinya hamil atau tidak dan setelah mencelupkan test pack ke dalam air urin, berapa lama menunggu sebuah dua garis biru langsung terlihat. Hal itu membuat vanandya syok.
Dengan tatapan terkejut ia menutup mulutnya dengan menggunakan tangannya Karena ia benar-benar terkejut dengan apa yang dia lihat.
"Bagaimana reaksi Vegas nanti? Aku tidak bisa membayangkan kalau dia pergi karena marah aku hamil lagi." gumam vanandya.
Ia pun langsung keluar kamar mandi lalu ia pergi mencari keberadaan suami, saat sedang mencari ia melihat suaminya sedang berada di taman sambil ngopi.
Lalu ia berjalan mendekati suami'nya sambil mengatakan kepada suaminya.
"Saya hamil. Sayang,"
Dua orang pria yang sedang bercanda, sontak langsung terdiam dan langsung menatap ke arah Vanandya yang sedang berjalan ke arah meraka.
"Apa maksud kamu sayang?"
"Mom?"
Deg.
Vanandya yang tidak mengetahui akan. keberadaan anak sulungnya langsung terkejut karena mendengar suara sang putra sulung. Ia langsung terdiam di tempat, bahkan test pack yang di pegang oleh vanandya terjatuh ke lantai.
Valdes dan Vegas berjalan mendekati vanandya yang sedang mematung. Lalu Vegas mengambil tes kehamilan yang terjatuh. Dan, betapa terkejutnya ia melihat dua garis di tes kehamilan.
"Mom, ini gak bercanda kan? mommy gak mungkin hamil?" tanya vegas dengan datar.
Valdes langsung merebut tes kehamilan dari tangan Vegas lalu melihat apa yang di katakan putranya benar atau tidak. Dan benar saja ada dua garis biru di tes kehamilan.
"Sayang kamu hamil lagi?" tanya Valdes.
Ia langsung menggendong istrinya lalu ia pun mencium perut Vanandya karena sangat bahagia. Istrinya bisa hamil lagi karena mereka sangat menantikan kalau vanandya bisa hamil lagi dan melahirkan seorang anak perempuan.
Dan jangan katakan ekspresi wajah Vegas yang tidak bisa di baca. Karena muka datar, dingin dan tak punya ekspresi sedikit pun.
"Maaf son." ujar Valdes yang langsung menurunkan tubuh istrinya. Karena melihat anak mereka dengan tatapan dingin.
"Maaf sayang, mommy juga tidak ingin hamil lagi, tapi karena benih Daddy kamu terlalu kuat, jadi mommy hamil lagi. Padahal mommy ingin punya cucu," ucap vanandya dengan sedih.
"Sudahlah terserah kalian. Percuma juga saya melarang toh sudah ada kecebong tengil di dalam," ucap Vegas sambil berlalu pergi dari hadapan mommy dan Daddy'nya. Ia sangat kesal kepada orangtuanya itu kenapa dia harus memiliki bayi lagi.
Valdes membulatkan matanya karena mendengar perkataan anaknya, bisa-bisanya dia mengatakan kalau anak yang di dalam perut istrinya di bilang kecebong tengil. Kan itu namanya penghinaan yang sangat menyakitkan.
"Eh anak Kingkong berani delaki kamu mengatai benihku kecebong tengil." ujar Valdes kesal, karena tidak terima janinnya di Katai kecebong tengil.
"Lalu apa kalau bukan kecebong tengil, atau kecebong kingkong." ucap Vegas.
Valdes benar-benar di buat kesal oleh putra sulungnya itu apa lagi mengatai benihnya kecebong tengil dan kecebong Kingkong.
Vanandya langsung melerai perdebatan mereka, karena saat ini ia menginginkan makanan yang di buatkan oleh Putranya, ia ingin ayam bakar, kambing guling, semur jengkol, mendoan angat, opor ayam dan angsa goreng.
"Sayang, boleh mommy meminta sesuatu?" tanya vanandya kepada Valdes yang memang belum pergi dari mansion.
Vegas menghela nafas panjang lalu menghembuskan nafasnya ia merasakan perasaan yang tidak enak apa lagi melihat mommy'nya meminta dengan wajah memelas.
"Mommy mau apa?"
"Mommy ingin. kamu membuat mommy makanan." ucap Vanandya dengan antusias.
"Makanan apa sih mom?"
Vanandya pun menyebutkan makanan yang sudah ia sebutkan, karena ia sangat menginginkan makanan itu. Apa lagi ia sangat merindukan akan mendoan hangat. Karena sudah lama tidak memakan mendoan tersebut.
Tentu saja.halniti membuat Vegas terkejut dengan permintaan dari mommynya bagaimana bisa ia harus masak makanan sebanyak itu. Apa lagi ia tidak mengetahui seperti apa itu mendoan dan seperti apa itu semur jengkol?
Valdes menahan tawanya karena istrinya mengerjai putranya dengan menyuruh Valdes memasak dengan sangat banyak.
"Belum lahir saja kecebong tengil sudah membuat ia menderita, apa lagi sudah lahir bisa jadi ia akan di buat kacung. Awas saja jika nanti kecebong tengil membuat dirinya dalam masalah akan ku buat.." belum sempat Vegas bergumam sudah di potong oleh vanandya dia langsung menatap tajam ke arah sang putra.
"Akan di buat apa?"
Glek.
Vegas menelan ludahnya sendiri karena mendengar ucapan sang mommy yang begitu mengerikan, karena tidak ingin mendapatkan masalah ia segera berjalan ke arah dapur untuk memasak apa yang mommy'nya minta.
Vegas melihat ke internet cara memasak makanan yang bernama mendoan dan semur jengkol, karena ia memang tidak mengetahui seperti apa bentuk dan rupanya. Walaupun ia pandai memasak, saat berada di luar negri, tapi ia tidak mengetahui dua jenis masakan tersebut.
Setelah mengetahuinya ia pun menggulung lengan kemeja miliknya ia pun segera mulai berkutat dengan alat-alat dapur, saat ia membuka kulkas ia tidak menemukan bahan makanan yang tersedia.Dengan kesal ia mengabari asistennya untuk membantu mencari bahan makanan yang ada.
Denis Arista.
Yang sedang berada di kantor sambil mengerjakan berkas-berkas yang menumpuk di meja kerjanya langsung bergegas menuju ke mansion Miharjo, karena saat ini tuan besar berserta keluarga kecilnya tinggal di sana.
Ia segera mempercepat kendaraannya agar bisa sampai di mansion. Karana jika tuanya mengatakan dengan singkat pasti ada masalah penting yang terjadi.
Citt.
Setelah sampai di depan mansion ia segera keluar tanpa memakirkan mobilnya karena ia takut jika terlambat satu detik ia bisa kena marah oleh tuan'nya.
"Ada apa tuan memanggil saya?" tanya Denis.
"Mencari angsa." ucap Vegas sambil berjalan pergi mendahului Denis. Saat di luar Vegas langsung masuk kedalam mobil dan di susul oleh Denis.
Denis, sangat penasaran dengan apa yang tuannya katakan. Dan dia hanya mengatakan kalau dirinya harus mencari soang/angsa. Ia tidak tau apa yang akan tuannya lakukan dengan soang/angsa.
"Tuan sebenarnya buat apa angsa?" tanya Denis.
"Dimasak."
"Tuan, semua orang juga tau kalau angsa buat di masak atau buat di pelihara. Tapi kenapa tuan mencari angsa?"
"Buat mommy yang sedang menyidam makan angsa goreng."
Cittt.
Denis yang sedang menyetir sontak langsung mengerem dengan mendadak. Karena mendengar tuannya mengatakan kalau nyonya besar sedang menyidam.
"Brengsek," maki Vegas.
Karena dahinya terbentur kursi kemudi. Dan itu di lakukan oleh Denis sampai membuat Vegas terbentur.
"Maaf tuan saya reflek. Karena terkejut mendengar nyonya nyidam. Apa mungkin nyonya besar sedang hamil?"
"Tidak usah bertanya jika kamu mengetahui jawabannya!" ucap Vegas dengan kesal.
"Memang nyonya sedang menyidam apa tuan?"
Vegas menyebutkan satu persatu makanan yang di inginkan oleh Vanandya. Hal itu membuat Denis tertawa mendengar permintaan dari nyonya vanandya kepada Vegas.
"Tuan ingin tau semur jengkol seperti apa?"