CDAP SEASON 2

CDAP SEASON 2
CDAP, S2 : 41


Asmita Mukherjee Kamandanu.


Dia bersama dengan keluarganya datang menghadiri acara penobatan dari Vegas. Asmita ke keluarga sangat bahagia datang ke acara tersebut, Namum tidak dengan seorang pria yang dengan menggunakan pakaian berjas. Ia masih sangat marah kepada Vegas karena dia sudah merebut tender besar dari dirinya.


Pitaloka, lalu mengajak keluarga besar kamandanu masuk ke dalam aura tempat acara yang mereka adakan,



( Kraton Adiwilaga Adiningrat.)


Keraton, yang di pimpin oleh vernando, selama puluhan taun dan sekarang ia harus turun dari jabatan, karena masa jabatannya terlah habis. Dan, sekarang akan di gantikan oleh Vegas.


Selama ia menjadi raja. Ia sudah banyak membuat perubahan di dalam istana, bahkan ia menambah bangunan lagi yang di belakang keraton. ada sebuah perusahaan besar.



( Perusahaan Adiwilaga Adiningrat.)


Perusahaan yang saat ini sudah menjadi perusahaan sepuluh besar di dunia, karena hasil kerja keras dari vernando. Dan, semua itu akan di serahkan oleh Vegas.


Kedudukan, reputasi, gelar dan jabatan. Semua itu akan. di berikan oleh Vegas, karena dia yang memikul tanggung jawab, sebagai seorang kesultanan Adiningrat.


Saat, semua tamu undangan sudah pada hadir dan mereka sudah masuk kedalam kraton, sekarang giliran mobil dari keluarga Marquez yang memasuki pekarangan depan keraton.


Dengan, tampilan yang sangat wibawa dan anggun mereka semua keluar dari mobil mereka masing-masing, yang memiliki harga yang sangat fantastis, bahkan seharga mobil itu seperti beli pesawat. yang harganya mencapai, triliunan.


"Mama, papa, papi, Kim, ayah silahkan masuk, semua tamu sudah hadir, ingin menghadiri penobatan putra mahkota. " ujar Pitaloka dengan sangat lembut.


Keluarga Marquez pun, mulai berjalan memasuki keraton yang sangat mewah dan sangat besar. Tidak sia-sia vernando menjadi seorang raja. Dia bahkan sudah bisa merombak semua bangunan yang ada.


"Kak, teryata kamu pandai melakukan semua ini?" ujar hazel.


Semenjak hazel pergi ke luar negri bersama dengan ayah kandungnya dan suami berserta anak-anaknya, dia tidak pernah melihat bangunan semewah seperti ini, dalam waktu 20 tahun kakanya bisa merubah gaya keraton.


"Siapa, dulu rajanya? Vernando gitu loh.." ucap vernando dengan bangga.


Hal itu bukannya mendapatkan pujian dari adik-adiknya, vernando malah mendapatkan cibiran dari adik-adiknya, yang mengatai kalau dirinya terlalu percaya diri.


"Vegas, apa kamu sudah siap?" tanya vernando kepada calon raja.


Tapi, Vegas hanya mengangkat bahunya karena tidak tau ingin menjawab apa, sekarang mereka sedang berada di ruang keluarga, karena mereka sedang melakukan persiapan dengan sangat matang.


"Paman,.tidak ingin mendengar kamu belum siap. Karena siap tidak siap kamu harus memikul tanggung jawab semua ini. Apa lagi ini semua sudah garis keturunan, jadi kamu harus siap dan paman yakin kamu akan menjadi seorang pemimpin yang sangat bijak." ujar vernando.


"Kalau, begitu kami akan menemui para undangan terlebih dahulu, jadi kalian tunggulah di sini dan nikmati hidangan yang sudah para pelayan siapkan untuk kalian." sambung vernando.


Vernando dan Pitaloka, pergi dari tempat itu mereka akan menemui para undangan yang sudah mereka undang.



( Aula keraton Adiwilaga Adiningrat.)


"Selamat, malam semuanya..!! Puji syukur karena kita kembali di pertemukan di acara yang sangat membahagiakan, yaitu penyambutan raja baru," kata vernando dengan suara yang sangat lantang.


Gemuruh tepuk tangan pun terdengar di mana-mana setelah mendengar raja vernando menyelesaikan ucapannya, mereka sangat menyukai akan kepribadian dari raja mereka.


"Untuk, para sultan, para raja, para CEO dan para bangsawan, Terima kasih yang sudah hadir di acara penyambutan raja baru di keraton Adiwilaga. " ucap sang ratu.


Semua, tamu undangan kembali bertepuk tangan, karena pitaloka adalah ratu yang sangat bijaksana dan sangat terhormat,


Setelah duduk, keduanya menikmati acara tersebut, bahkan mereka sangat terpukau akan penampilan para abdi dalam, yang begitu sangat sempurna. Lalu vernando memberikan kode kepada mc, untuk acara menyambut.


"Oke-oke, kita sudah sangat menikmati penampilan yang di berikan oleh abdi dalam, jadi kita mulai acara berikutnya." ucap wartawati.


Tepuk, tangan terdengar dengan datangnya suara langkah kaki, mereka mengetahui yang datang adalah Vegas berserta keluarga besarnya, membuat mereka sangat senang.


"Keluarga nomer satu di dunia, bahkan keluarga mereka sangat tersohor di dunia. Katanya, mereka ingin membeli sebuah negara untuk di berikan kepada istrinya kelak."


"Uhhh.. Pasti yang jadi istrinya akan sangat bahagia." ujar mc.


Semua orang yang mendengar perkataan sang MC, hanya tersenyum saja. Tanpa menjawab perkataan dari si mc.


Setelah puas, bercanda mc langsung memanggil raja lama dan raja baru. Untuk naik ke atas podium. Vernando berserta istrinya berdiri dari duduk'nya lalu mereka berjalan ke arah podium, begitu juga dengan Vegas, dia berjalan mengikuti langkah vernando.


"Oke, sekarang kita akan mulai acara utama kita yaitu, menobatkan Vegas menjadi seorang raja." ucap mc.


Lalu para mantri dan para petinggi di dalam keraton mulai keluar dengan membawa sebuah nampan berisi mahkota dan Kris yang menyimbolkan orang itu adalah seorang raja di kesultanan Adiwilaga.



( Keris Adiwilaga Adiningrat.)


Keris milik adiwilaga sejak berabad-abad yang lalu, dan itu adalah simbol dari kepemilikan seorang raja atau sultan dari keraton Adiwilaga Adiningrat.


Salah satu petinggi memberikan keris pusaka kepada Vegas dengan begitu sangat wibawa. Bahkan Vegas menerimanya dengan muka yang begitu sangat dingin.


*


*


*


Di tempat tempat duduk para tamu, seorang pria yang melihat itu merasakan hatinya bahagia karena Vegas di angkat menjadi seorang raja. Namun di sisi lain dia sangat membenci Vegas karena dia, ia sudah kehilangan uang miliaran rupiah, karena kalah tender.


"Sepertinya, aku harus menghancurkan kebahagiaan kamu Vegas. Karena saya tidak akan membiarkan itu terjadi." batin seorang pria yang tidak lain adalah..


Vincentius Greifenhagen.


Dengan, tangan yang mengepal erat di bawah meja dan pandangan mata yang begitu bengis. Karena ia sangat iri akan apa yang di miliki olehnya adalah kebahagiaan dari Vegas.


Adik dari Vincentius, yang paling di sayang merasakan perubahan kepada sang kakak, lah ia bertanya apa yang terjadi, kenapa dia menjadi sangat dingin seperti itu,


"Kak, kamu gak apa-apa?" tanya Hira.


"Memangnya ada apa dengan kakak hm? Kaka ini baik-baik saja. Jadi kamu tidak perlu khawatir oke?" tanya Vincentius.


"Tida, apa-apa kak." ujar hira dengan.


Saat Hira memalingkan wajahnya, tanpa sengaja ia saling bertatap Maya dengan seorang pria yang memiliki bola mata yang sangat indah, bahkan bola mata itu berwarna coklat.


"Siapa dia?" batin hira.


Namun, Hira tidak berani berkata apa-apa kepada kakak'nya. karena ia takut kakak'nya takut.


Kembali ke podium saat ia Vegas sedang memegang keris pusaka Adiwilaga Adiningrat. Vegas memegang keris pusaka Adiwilaga dengan sangat gagah dan sangat datar. Sampai membuat siapa saja terpesona melihat pria itu.


"Dengan ini sultan Adiwilaga Adiningrat. Yang, ketujuh akan saya serahkan kepada..