
Mendengar perkataan dari kimli membuat ketiga pria itu semakin berusaha untu menang sampan, bahkan para pria yang gugur merasa dag Dig dug. Karena ini adalah penentuan siapa yang akan menang,
Begitu juga dengan para wanita mereka merasa was-was karena mereka takut kalau salah satu dari mereka ada yang menang, maka si pemenang wajib memberikan perintah kepada mereka semua.
"1"
"2"
"3"
"4"
"5"
"6"
"7"
"8"
"9"
"10"
Permainan sudah berakhir dan permainan di menangkan oleh vegas sang raja dari Adiwilaga. Hal itu membuat green dan chalian, kesal padahal sedikit lagi mereka akan menang, tapi sudah keburu Vegas yang memenangkan permainan ini.
Bruk.
Green meletakan kunci mobil kesayangannya yang ia beli hasil ia kerja sendiri, dan sekarang mobil itu ia berikan kepada vegas, karena sesuai perjanjian, yang kalah akan memberikan tiga permintaan dan mereka juga harus memberikan benda kesayangannya.
Dan green memberikan kunci mobil karena itu adalah benda kesayangannya.
"Kunci, mobil?"
"yes it is, kunci mobil, saya memberikan sesuai perjanjian yaitu kunci mobil benda kesayangan saya." ujar green.
Karena, janji dalam keluarga Marquez harus di tepati, apa lagi seorang pria yang di pegang adalah janji, jadi mereka harus menepati perjanjian yang mereka buat sendiri.
Bruk.
Chalian, memberikan kunci motor kepada vegas. Konco motor itu juga ia beli dengan hasil kerja kerasnya, apa lagi motor itu adalah motor kesayangannya, dan sekarang ia berikan kepada Vegas.
Bruk.
Sekarang giliran vander, yang memberikan sebuah berkas yang berisikan pengalihan Hotel yang vander buat dengan menggunakan uangnya sendiri, karena perjanjian yang dirinya buat ia terpaksa harus mengikhlaskan gedung seharga miliaran atau bahkan triliunan.
Bruk.
Sebuah CD, koleksi dari grayland, yang dia beli dengan menggunakan uangnya sendiri, bahkan CD, itu harganya sampai ratusan sampai miliaran. Dan isi dari CD itu adalah... Film biru, hal itu membuat semua orang yang berada di tempat itu merasa terkejut melihat CD yang sebanyak itu.
"Grayland, dari mana kamu mendapatkan semua ini?" tanya green, yang tidak habis pikir sama jalan pikir adiknya yang terlalu kebanyakan duit untuk membeli CD seperti itu.
"Tenang, semua CD itu di kasih sama sahabat saya yang berkerja di perusahaan Greifen entertainment. Yang saat ini sedang memproduksi film baru, jadi dia memberikan semua ini kepada saya." ujar grayland dengan santai.
Para pria saling pandang, karana mereka tau kalau film buatan dari Greifen entertainment tidak pernah gagal, apa lagi aktris-aktris yang main sangat cantik-cantik, hal itu membuat meraka ingin menontonnya. Walaupun mereka benci kepada wanita, tapi mereka tidak akan benci untuk menontonnya.
Para wanita terdiam melihat kepergian pada pria, mereka tidak percaya kalau mereka akan menonton film, katanya meraka bilang kalau mereka tidak menyukai para wanita yang seperti itu, tapi giliran di suguhi CD langsung gerak cepat.
"Tante, lihatlah keponakan Tante. mereka seperti orang gila saja, bahkan mereka lebih gila saat melihat harta karun." ucap vernia.
"Mereka, itu sepupu kalian. Yang sangat-sangat somplak otaknya mirip. Ada ya saya mempunyai sepupu seperti mereka." gumam kimli.
"Padahal, setau aku mereka adalah orang yang sangat dingin, datar tidak mudah di sentuh tapi saat melihat harta karun meraka seperti seorang bayi yang di kasih permen." ucap grenatta.
"Memangnya, apa yang di bawa oleh mereka? Bukanya itu hanya CD saja?" tanya valeeqa, yang sangat polos dan sangat lugu, sampai tidak mengetahui apa yang di bawa oleh para lelaki.
"Kau, ini terlalu bego, harusnya otak kamu di pake bukan. di jadikan pajangan, maka dark itu kamu selalu di bully, karena kau tidak pernah menggunakan otak dan otot." bentak grenata dengan sangat kesal kepada kakak'nya.
"Sudahlah grena. Kan alea. Memang sangat polos dan sangat lugu. Karena sekuat apapun kita menjelaskan dia tidak akan paham." ujar kimli.
"Lalu, sekarang kita akan kemana? Karena para pria sedang nonton dan kita bagaimana? Gak mungkin kan kita ikut nonton bersama dengan mereka, bisa-bisa kita di jadikan pelampiasan oleh mereka." ujar vernia.
Kimli, pun mengangguk, benar apa kata vernia, tidak mungkin mereka menghampiri para pria, untuk ikut nonton. Bisa-bisa mereka akan melakukan hal itu kepada dirinya dan keponakannya. Namun ia langsung teringat akan ajakan dari Vera, kalau dia akan bercerita tentang kepulangannya ke indo.
"Sebaiknya Kalian ikut bersama denganku." ujar kimli yang langsung pergi dari ruang keluarga, yang sudah seperti kapal pecah, bantal sofa yang berserakan kartu yang tidak tertata rapi di meja. bahkan di meja ada kunci dan ada berkas.
Bukan hanya itu saya di situ juga banyak toples berisi cemilan, berapa gelas dan botol minuman keras yang ada di tempat itu, mungkin jika para orangtua yang melihat itu mereka akan mengamuk.
*
*
*
Sementara para pria menonton film biru. Lain dengan para wanita, mereka sedang menonton drama Korea sambil bercerita tentang kepulangannya Vera ke indo.
Bahkan, saat para wanita baru sampai Vera memang sedang nonton drama Korea, sampai ia menghabiskan dua pack tissue, yang di mana. Vera membuang secara sembarang.
Hiks.. Hikss. Hikss.. Hikss.
"Kenapa, wanitanya bego, kenapa dia tidak lawan saja pel*kor, bahkan jika perlu bunuh saja dia. kamu terlalu baik. karena gara-gara cinta kamu mau saja di sakit.. Hiks. Hikss.. Hiks" gerutu Vera memaki peran utama, karana peran utamanya terlalu baik.
"Tante, kamu lihat itu? Wanita memang selalu di sakiti oleh pria. Apa lagi saat ini para pria mencari istri yang berbakti dan mampu mengurus rumah, padahal itu hanya akal bulus pria untuk bisa berselingkuh, perkataan para pria menang tidak bisa di percaya." gerutu Vera.
Dia, sangat kesal kepada drama Korean karena peran utamanya sangat-sangat terlalu baik sampai membuat para pelakor akan seperti kuntilanak yang selalu tertawa melihat penderitaan orang lain.
"Benar apa kata kamu kak, jika aku jadi peran utama sudah aku hancurkan tuh para pela*or." ucap vernia yang ikut kesal karena melihat adegan di mana pela*or menggoda suami orang tepat di depan istrinya.
Kimli, menjadi diam seribu bahasa, karena meraka sangat terhanyut dalam drama Korea, sampai tidak menyadari kalau kamar Vera sudah penuh dengan tissue.
Apa lagi ke empat wanita itu memegang tissue masing-masing, sampai tidak menyadari kalau tissue itu sudah habis oleh ingus dan air mata mereka.
"Apa, kalian sudah puas menonton hm?" tanya kimli kepada ke empat keponakannya itu,
Keempatnya hanya tersenyum manis kepada kimli, karena sudah membuat wajah kimli seperti seorang tante-tante. Karena meraka sudah sangat mengantuk mereka pun tidur di ranjang yang sama. Baru saja mereka memejamkan matanya langsung terkejut mendengar suara..
"KALIAN, SEMUA KELUAR DARI TEMPAT KALIAN, JIKA DALAM WAKTU LIMA DETIK MAKA KAMI AKAN MEM-BLACKLIST KALIAN DARI KELUARGA MARQUEZ."