CDAP SEASON 2

CDAP SEASON 2
CDAP, S2 : 29


Sementara itu di perusahaan. YANG GROUP, sedang di adakan meeting tersebut dengan ketiga perusahaan besar. Saat ini Vegas merasa menang lagi, karena dirinya yang memenangkan tender besar itu, bahkan ia mampu membuat Vincentius dan derian sangat kesal karena mereka kalah dari dirinya.


"Selamat tuan Vegas. Karena kepintaran anda dalam bidang prestasi membuat kami menunjuk anda sebagi pemenang atas tender besar ini."


"Tentu saja tuan Bai, karena saya tidak akan membiarkan orang lain memenangkan apa yang harus menjadi milik saja." ujar Vegas dengan sangan dingin. Namun tatapan matanya mengarah kepada kedua pria yang sedang kesal.


Kedua, CEO. Dari perusahaan besar memberikan selamat kepada Vegas atas kemenangan yang dia dapat. Namun bukan berarti meraka bisa tinggal diam, membiarkan Vegas menang begitu saja. Setelah memberikan selamat, dengan keterpaksaan mereka keluar dari ruang meeting.


Walaupun hati mereka sudah sangat terbakar karena terlalu banyak bahan bakar, dengan sengaja Vegas menambahkan bahan bakar kepada hati mereka.


Di saat Vegas sedang bahagia. Namun wajahnya sangat datar tanpa ekspresi, karana tidak ingin. ada yang mengetahui kebahagiaan Vegas. Tapi kebahagiaan Vegas yang menang tender langsung sirna begitu saja tak kala mommynya menelpon.


"Hallo mom,"


"Vegas, kamu ada dimana?" tanya vanandya.


"Di kantor." ujar Vegas.


"Vegas, mommy ingin mangga muda yang di petik langsung dari pohonnya, bisakah kamu mencari mangga." pinta vanandya.


Deg.


Vegas sangat terkejut mendengar itu, dari mana ia mendapatkan mangga muda, apa lagi saat ini sedang tidak ada musim mangga, tapi kalau tidak di turuti maka mommynya akan ngambek dan marah kepada dirinya.


"Hm, akan Vegas lakukan.!" ujar Vegas dengan lirih. Saat ia akan mematikan sambungan teleponnya vanandya segera berkata kepada vegas. Karena dia tau tabiat Putranya sering mematikan telpon.


"Satu lagi, mommy ingin kamu menjemput calon istri kamu sebelum kalian mengadakan ritual pingitan, kalian harus bertemu. Jadi ajak dia kemari karena mommy ingin memberikan sesuatu kepada calon mantu mommy."


vegas pun mematikan sambungan telpon sepihak dari mommy'nya, ia segera menghampiri Vincentius dan derian yang sedang berjalan keluar dari perusahaan.


"Sudah terbukti kalau perusahaan saya tidak akan pernah gagal, bahkan tender besar ini di miliki oleh saya." ujar Vegas.


"Anda, jangan senang dulu, tuan Vegas, karena saya akan melakukan sesuatu agar tender besar itu gagal di tangan anda. Dan setelah itu, tender milik. Yang Group akan menjadi milik saya. Karena sata rusak akan membiarkan tender besar jatuh ke tangan anda tuan vegas!." ujar derian dengan lirih, bahkan penuh dengan kemarahan kepada Vegas.


Bukan, vegas namanya kalau dia seorang penakut, ia akan menanggapi perkataan derian, bahwa ia sedang menanti apa yang akan di lakukan oleh derian, karena itu ia akan membalasnya.


"Akan, saya tunggu waktu bermain anda saat anda ingin menghancurkan tender tersebut." ujar Vegas menanggapi Tantangan dari derian.


Derian, benar-benar marah kepada, Vegas karena sudah berani menghina dirinya. Maka ia akan mencari cara agar ia bisa mendapatkan tender besar itu. Karena kemarahannya ia pun pergi dari tempat itu bersama dengan asisten pribadinya.


Melihat kepergian derian bersama dengan asisten pribadinya, Vegas hanya menatap sinis ke arah derian lalu ia pun kembali menatap ke arah Vincentius,


"Bagaimana? Apa anda juga ingin menghalangi saya menjalankan tender tersebut? Atau kamu ingin melakukan sesuatu kepada saya agar bisa menghancurkan saya?" tanya vegas.


"Saya menang membutuhkannya tapi saya tidak seperti itu," ujar Vincent dengan santai.


Namun Vegas tak percaya begitu saja pasti di balik pertanyaannya ada rencana yang sedang dia rencanakan. Jadi ia akan tetap waspada kepada Vincent sang king Movies.


Vincent mengajak asisten pribadinya langsung pergi dari perusahaan, karena ia juga sangat kesal tidak mendapatkan tender tersebut. Apa lagi sudah sejak lama ia menginginkan itu. Tapi Vegas dengan mudah mengambilnya.


"Tuan kenapa anda tidak marah saat tuan Vegas bilang seperti itu? Seharusnya anda marah karena anda juga menginginkan itu menjadi milik anda tuan." ujar sekertaris daven yang saat ini sedang mengendarai mobilnya dengan di ikuti oleh berapa bodyguard mereka.


"Aku bukan derian yang terang-terangan mengatakan itu, kita akan main secara belakang, jika derian sudah berhasil menggagalkan tender yang di berikan kepada Vegas. Maka di situ ia akan merebut tender tersebut maka saya tidak perlu capek-capek melakukan," ujar Vincent.


*


*


*


Sementara itu Vegas sudah pergi dari perusahaan dan saat ini ia dan asisten Denis, sedang mencari mohon mangga untuk mengambil mangga tersebut, atas permintaan dari ibu ratu yang sangat garang. Bahkan perkataannya harus segera di penuhi.


Di saat pertengah jalan mobilnya hampir menabrak dengan mobil seorang, hal itu membuat Vegas merasa kesal atas apa yang di lakukan oleh mobil di depan.


*


*


Namun di pertengahan jalan ia langsung mengerem mendadak... Karena ia berpapasan dengan mobil milik.. Vegas aldebarat, mobil yang saat ini menghalangi jalan Alara, yang habis dari makam tersebut. Melihat Vegas keluar Alara pun juga ikut keluar dan meminta maaf kepada Vegas karana sudah menghalangi jalannya.


"Teryata kamu yang sudah menghalangi jalan saya?" ujar Vegas dengan sinis.


"Maafkan saya tuan, saya tidak sengaja menghalangi jalanan tuan." ujar Alara dengan sangat sopan.


Karena, kebetulan bertemu dengan Alara di jalan ia langsung masuk ke dalam mobil Alara dan ia meminta kepada Alara untuk menyerahkan kunci mobilnya, karana ia tidak suka berbasa-basi.


"Daven, bawa mobil dan saya akan membawa wanita ini menemui wanita yang sudah membuat dirinya harus menerima perjodohan." ujar Vegas.


"Baik tuan." kata daven yang segera pergi.


Lantas Vegas menyuruh Alara untuk masuk, kalau jika tidak masuk maka ia akan membakar mobil itu agar dia tidak bisa mengendarai mobil lagi.


Alara yang mendengar ancaman dari Vegas mau tidak mau pun menuruti perintah dari Vegas dan ia masuk ke dalam mobil, belum sempat ia memasangkan seatbelt Vegas sudah menginjak pedal gas'nya sampai membuat Alara berpegang dengan sangat erat.


Dengan kecepatan penuh ia pun mengendarai mobil milik Alara, sampai membuat Alara ketakutan, Namun pandangan mata'nya ia melihat sebuah pohon yang sedang ia cari, dengan segera ia mengerem dengan mendadak.


Sampai membuat Alara terbentuk,


"Kamu ini bisa menyetir tidak sih?" gerutu Alara.


"Itu tidak penting." ucap Vegas dengan singkat, ia pun segera turun dari mobil sambil melihat pohon Mangga yang sangat besar berada di pinggir jalan.


Melihat itu Alara pun ikut keluar dari mobil, ia berjalan menghampiri Vegas. Yang sedang berdiri seperti patung pengemis.


"Ada apa? Kenapa kita berhenti di sini? Apa kamu ingi. memaling mangga?" tanya Alara be rentetan


"Apa mulutmu itu titisan burung beo?" ujar Vegas dengan sinis karana mendengar suara dari alara.


Tanpa banyak bertanya lagi ia naik ke pohon mangga tanpa meminta persetujuan dari sang pemilik. Karena Vegas mengira kalau pohon mangga itu milik umum apa lagi berada di pinggir jalan.


Hal itu membuat Alara membulatkan matanya karena aksi tindakan Vegas yang memanjat mohon mangga, saat ia akan mengatakan kepada Vegas sebuah teriakan membuat mereka terkejut.


"Malinggg...