CDAP SEASON 2

CDAP SEASON 2
CDAP, S2 : 42


"Dengan ini sultan Adiwilaga Adiningrat. Yang, ketujuh akan saya serahkan kepada.. Raden mas alvegas aldebarat Marquez lacerta wasangmiharjo Adiningsih, putra mahkota dari Valdes Hutabarat marquez dan raden ajeng vanandya lacerta Adiningrat.!!" ucap vernando dengan sangat lantang.


Tepuk tangan kembali menggema di aula tersebut dengan sangat keras. Karena Vegas sudah secara resmi menjadi seorang raja dari keraton Adiwilaga.


Lalu Valdes dan Vanandya berjalan ke arah Vegas yang sedang berada di podium, keduanya memberikan selamat, karena sang putra sudah di Lantik menjadi seorang raja. Maka, sekarang tanggung jawab vegas akan bertambah.


"Sayang mommy bangga, kamu sudah menjadi seorang sultan, pesan mommy hanya satu jadilah seorang raja yang bijak dan baik. Jangan sampai membuat keraton ini musnah karena gara-gara kebodohan kamu." ucap vanandya, memberikan pengertian kepada sang putra. Ia tidak ingin. Peninggalan satu-satunya keluarga adiwilaga harus punah karena gara-gara kebodohan dan tidak bisa menjalankan dengan baik.


"Son, kamu harus contoh paman kamu, selama dia memimpin di keraton adiwilaga, dia sudah membuat perubahan yang sangat drastis. Maka, sekarang giliran kamu yang harus mengelola dan menjadikan keraton adiwilaga menjadi semakin mewah. Tapi ingat pesan Daddy, apapun itu jabatan dan kekuasaan jangan pernah kamu menjadi orang jahat. Kamu pasti sudah belajar dari kesalahan di masa lalu kan? Jadilah raja yang bijak, dan kamu harus menikah cukup satu kali karena itu akan membuat perpecahan dalam keluarga." ujar Valdes.


Vegas, pun menganggukkan kepalan ia berjanji akan menjadi apa yang orang tuanya minta, karena kekuasaan dan semua ini hanya berlaku sementara, apa lagi tidak ada yang abadi di dunia.


Acara demi acara pun sudah di lakukan. Dan semua tamu undangan sudah mulai meninggalkan keraton Adiwilaga. Karena acaranya sudah selesai, di tempat itu hanya tersisa keluarga besar Marquez dan lacerta. Kedua keluarga itu akan membicarakan tentang perjodohan bersama dengan keluarga kamandanu yang masih berada di tempat itu.


Nyonya, Eleanor lalu mendekati keluarga kamandanu yang berada dj meja tamu,


"Nyonya, Kamandanu bisa kita membicarakan apa yang sudah kita lakukan?" ujar Oma Eleanor. Selaku perwakilan dari mantu'nya yang sudah tiada.


"Tentu saja, nyonya lacerta." ucap nyonya Asmita.


"Mari ikut bersama dengan kami." ucap Eleanor, yang mengajak keluarga kamandanu dan keluarganya yang lain.


Saat ini mereka sudah berada di ruang keluarga yang sudah di siapkan oleh pitaloka dan para pelayan yang lain, dengan ruangan yang sangat besar membuat mereka leluasa duduk di tempat itu, lalu asmita memulai bicara.


"Jadi, sesuai kesepakatan yang sudah saya dan almarhum varisa. Kami berniat menjodohkan anak-anak kami di antaranya adalah.." belum sempat menyelesaikan ucapannya, sudah di potong oleh kedua mantu'nya dia ingin memilih mantu yang tepat untuk anak mereka.


"Ibu, untuk itu biarkan kami yang memilih calon istri buat anak-anak kita." ujar Arumi dan tinata.


Mendengar itu Asmita menatap ke arah keluarga Marquez, Asmita meminta persetujuan dari keluarga Marquez, karena keduanya ingin memilih sendiri calon mantu buat mereka.


Eleanor, Rudra, agni dan vinton saling pandang. mereka lalu mempersilakan kedua wanita dari keluarga kamandanu memilih sendiri calon istri buat anak-anak mereka. Karena, mereka hanya menjalankan saja wasiat dari varisa dan Kamandanu.


Kedua mantu keluarga kamandanu berdiri dan menghampiri gadis-gadis dari keluarga Marquez yang sangan cantik-cantik. Namun mereka tidak tau sifat mereka.


Arumi yang melihat seorang gadis yang sangat lugu dan sangat manis merasa jatuh cinta karena wanita itu berbeda dari gadis yang lain. Dengan penampilan yang sedikit tertutup membuat ia menjatuhkan pilihannya kepada..


Valeeqa Nayesha Marquez.


Putri angkat dari vanandya dan Valdes yang sekarang di urus oleh kakak'nya, karena hazel tidak menginginkan grenatta. Dia lebih memilih mengangkat valeeqa menjadi putrinya ketimbang menjadikan grenata sebagai seorang anak.


Tentu, hal itu membuat derian terkejut pasalnya mama'nya memilihkan wanita yang sangat jelek, bahkan dia menggunakan kacamata, itu bukan tips idaman dirinya, dia lebih menginginkan grenatta menjadi seorang istri dari pada valeeqa.


Sekarang giliran tinata, dia sedang memilih gadis yang sangat cocok buat putra tunggalnya, karena keluarga kamandanu adalah keluarga yang sangat pemilih, mereka tidak menginginkan kalau mereka harus salah pilih.


Dan pandangan mata tinata mengarah kepada seorang wanita yang sangat di bawah standar. Namun, ia melihat matanya seperti memiliki masa kelam, walaupun dia seorang gadis yang sangat angkuh, penampilan terbuka, tapi tidak dengan hati dan mata'nya. Dan dia menjatuhkan pilihannya kepada..


Grenatta Stella Marquez.


Wanita yang di pilih oleh tinata, dan pilihan tinata membuat semua orang terkejut karena tinata memilih seorang anak yang sangat di bawah kriteria dari keluarga kamandanu.


Tinata kenapa kamu memilih wanita itu?" tanya Asmita yang tidak menyukai penampilan dari grenatta.


"Mungkin, ini sudah jodoh putraku Bu, karena pertama kali melihatnya saya merasa sangat menyukai grenatta." ujar tinata.


"Baiklah jika itu pilihan kamu, ibu tidak akan memaksa. Kalau begitu kamu pasangkan gelang leluhur kepada wanita pilihan kamu," ujar Asmita.


Tinata, memasangkan gelang kepada pergelangan tangan grenatta, saat sudah memakaikan gelang itu, grenatta terlihat sangat cantik dan sangat cocok memakai perhiasan leluhur.


Setelah, memilih pasangan buat putra-putra mereka. Asmita dan keluarga berpamitan pulang ke kediaman mereka, karena memang hari sudah sangat gelap,


Setelah kepergian keluarga kamandanu, vanandya sangat bahagia karena kedua putrinya akan menikah dengan kedua keluarga kamandanu, Namun seorang pria sangat tidak senang mereka menikah dengan keluarga kamandanu.


Vegas. Merasa kalau adik-adiknya akan menjadi bahan pelampiasan buat keluarga kamandanu, apa lagi ia tau kalau derian sangat membenci dirinya dan membenci keluarga Marquez karena dia selalu gagal dalam menjalin kerja sama.


"Mom, sepertinya Vegas, sangat tidak menyetujui pernikahan derian dan valeeqa, karena Vegas tau derian tidak menyukai keluarga Marquez, karena lantaran masalah bisnis." ujar Vegas.


"Sayang, kamu jangan menuduh tanpa bukti, walaupun kalian bersaing dalam bisnis, kalian harus komitmen yang mana urusan bisnis dan mana urusan rumah tangga, kami menjodohkan mereka karena permintaan terakhir dari Oma kamu. Agar, keluarga kita semakin terjalin dengan erat." ujar Vanandya.


"Sebaiknya kalian, istirahat, karena besok adalah acara pernikahan Vegas berlangsung jadi saya tidak ingin ada yang telat bangun gara-gara tidak tidur." ucap agni.


"Benar, sebaiknya kita istirahat biar besok tidak kelelahan, jadi saya mau besok kalian vit, gak ada halangan sedikit pun." ujar Eleanor.


Pitaloka pun memanggil para pelayan, untuk mengantarkan keluarga besar masuk ke dalam kamar mereka yang sudah Pitaloka siapkan untuk keluarga besar mereka. Dan malam ini vernando dan Pitaloka sudah tidak bisa tidur di kamar utama, karena kamar itu sudah menjadi milik Vegas.


Saat semua orang tua, sudah pada masuk kedalam kamar, saat ini tinggal para anak muda yang sedang bersantai sambil bermain, karena malam ini Vegas akan melepas masa lajangnya. Jadi meraka harus puas-puas bermain.


"Vegas, bagiamana perasaan kamu?