CDAP SEASON 2

CDAP SEASON 2
CDAP, S2 : 47


Raisa Maher bersama dengan suami dan putrinya langsung menghalangi kepergian vanandya dan keluarga yang lain, karena mereka tidak terima jika mereka di tinggal begitu saja.


Vanandya dan yang lain pun keluar dari mobil, mereka menghampiri Raisa yang saat ini berada di depan mobil mereka, sampai membuat mereka tidak bisa menjalankan mobilnya.


"Kamu Raisa kan?" tanya vanandya kepada wanita di hadapannya.


"Iya saya Raisa. Dan ini suamiku hayden, apa kalian sudah melupakan saya? Sampai kalian tidak mengajak kami untuk pergi ke pernikahan anak kalian? Kalian benar-benar sangat tega, kalau saja kemarin Vegas tidak datang ke tempat kami, mungkin kami tidak akan tau." ujar Raisa.


Vanandya, meminta maaf kepada Hayden dan keluarga kecilnya. Karena waktu mereka tidak banyak lantas vanandya menyuruh mereka untuk mengikuti mereka.


Setelah perdebatan kecil, mereka pun segera menjalankan mobilnya untuk pergi ke acara pernikahan Vegas.


*


*


*


*


"Kak, are you okay?" tanya hira,


Saat itu Hira terbangun dan berniat ingin mengambil air untuknya karena air minum di dalam kamar sudah habis jadi ia harus mengambil air di dalam dapur.


Tapi saat ia berjalan melewati kamar kakak nya ia sangat terkejut dengan suara yang sangat keras sampai membuat ia penasaran. Ia dengan perlahan membuka pintu kamar.


Ceklek,


Pintu kamar terbuka dan Hira sangat syok karena melihat kalau sedang mengigau, mungkin saat ini kakak'nya sedang bermimpi buruk sampai membuat tubuh kakak'nya mengeluarkan keringat yang sangat banyak, padahal saat ini AC'nya menyala.


Ia pun segera membangunkan kakak'nya, karana ia merasa sangat khawatir kepada kakak'nya itu.


Vincentius, langsung terbangun saat adiknya membangunkan diri dari tidurnya, dengan nafas yang tersengal-sengal bahkan keringatnya terus saja membasahi tubuhnya.


Hira, pun memberikan air minum kepada Vincent yang ia ambil di atas nakas milik sang kakak,


"Minum, dulu kak."


Vincentius menerima air dari adiknya, ia pun langsung meminum air tersebut sampai tandas. Lalu ia menatap sang adik kerana sang adik berada di kamarnya.


"Ada apa dek? Kenapa kamu ada di kamar kakak?" tanya Vincentius kepada Hira.


"Tadinya, aku ingin mengambil air, tapi saat melewati kamar kakak. Hira mendengar suara kakak, jadi aku penasaran dan masuk ke dalam kamar Kaka. karena Hira takut kakak kenapa-kenapa." ujar hira dengan sangat sedih.


Vincentius, tersenyum ke arah sang adik ia pun mengelus rambut panjang sang adik, Vincent membawa Hira kedalam pelukannya, ia tidak ingin melihat adiknya bersedih karena dirinya.


"Kakak, tidak apa-apa dek. Mungkin kakak sedang mimpi buruk jadi laka seperti itu, jadi kamu tidak perlu khawatir ya? sekarang kamu tidur dan siang nanti kita akan pergi ke acara pernikahan si Kobo gila." ujar Vincentius.


"Kebo gila?" tanya Hira, yang langsung melepaskan pelukannya dari sang kakak dan ia menatap ke arah kakak'nya dengan begitu tajam.


"Maksud kakak, kita akan ke tempat acara pernikahan dari Vegas dan Kaka tidak tau siapa calon istrinya."


"Oh-gitu." ucap Hira.


"Kalau, gitu kakak istirahat aja. Di luar juga masih gelap." sambung Hira.


"Kakak, akan bersiap karena Kaka ada kerjaan yang harus kakak selesaikan. Lebih baik kamu pergi aja ke kamar dan segera pergi tidur. Nanti kakak akan suruh jendra raksa untuk mengantarkan kalian pergi ke acara." ujar Vincentius.


Terpaksa Hira pergi ke kamarnya meninggalkan kamar kakak'nya,


Vincentius langsung pergi ke kamar mandi, ia mulai melepaskan kemeja putih, lalu ia melepaskan celana berserta boksernya. Saat ia melihat ke arah cermin ia sangat terkagum-kagum dengan apa yang di lihat.


"Hufffh, andaikan ada seseorang yang bisa membangunkan Jono. Mala saat itu juga ia akan nikahi orang itu sekarang juga jika. andaikan tuh wanita stres tidak mengutukku mungkin Jono tidak akan sekarat. " ujar Vincentius.


Setelah memandangi diri sendiri ysng terlalu ganteng ia segera berjalan ke bathtub, ia mulai memasukkan kakinya ke dalam bathtub lalu ia pun berendam di bathtub.


Lima menit Vincent berendam di dalam air hangat yang sudah berisi sabun kesukaan dirinya. Puas berendam ia pun membilas tubuh'nya di bawah shower.


Setelah beres mandi ia pergi ke ruang ganti,



( ilustrasi pakaian yang di gunakan oleh Vincentius.)


Setelah selesai berpakaian ia segera turun dari kamar dan saat akan menuruni anak tangga ia berpapasan dengan adik paling bandel. Yang hanya meminta uang saja kepada dirinya.


"DARI, MANA SAJA KAMU JAM SEGINI BARU PILANG HAH?!" bentak Vincentius.


Cho kayla. Wanita yang berjalan sempoyongan pun menatap sang kakak dengan lekat, ia sangat muak dengan wajah sok perduli kakak'nya, karena kakak'nya hanya perduli sama adiknya saja si hira.


"Kau, tidak perlu tau saya dari mana yang jelas, kau tidak berhak mencampuri urusan pribadiku anda paham?"


Vincentius, yang mendengar itu tentu sangat marah karena adiknya selalu berbuat tidak sopan kepada dirinya, Vincent lalu menarik tangan Kayla dan ia membawanya kedalam kamar.


Kayla meringis kesakitan karena tangannya di cengkram dengan sangat kuat, ia memohon kepada Vincent untuk ia melepaskan cengkraman yang ada di tangannya,


Namun, Vincent tidak memperdulikan, sampai mereka berada di kamar milik Kayla, ia langsung menghempaskan dengan sangat kasar. Sampai membuat Kayla terjatuh.


Vincentius, lalu berlutut dan ia kembali mencengkram dagu Kayla. Karena dia sudah berani melawan dirinya.


"Ingat, saat ini kalian sedang menumpang hidup bersama dengan saya. Jadi jangan coba-coba membantah Perkataan saya." ucap Vincent.


"Kalau saya tidak mau kenapa? Apa kamu ingin membunuh ku hah? Kau itu hanya sayang sama Hira saja, sedang kamu memperlakukan saya seperti seorang hewan." Bentak Kayla, sampai membuat semua penghuni terbangun dan segera menyamperi arah suara tersebut.


Cho Kyuhyun, yang melihat putrinya di perlakukan kasar oleh keponakannya langsung mendekati sang putri.


"Sayang, kamu gak apa-apa? Apa yang sudah Vincent lakukan sama kamu hm bicara sama mama." ucap nyonya Cho Kyuhyun.


"Dasar drama." ucap Vincent dengan sinis. Ia langsung berdiri dan berjalan menjauh dari kedua orang wanita tersebut.


Cho Kyuhyun, juga ikut berdiri dan langsung menampar pipi sang keponakan, karana sudah menyakiti hati putrinya.


Plak.


"Kau, beraninya kau menampar pipi saya." ucap marah Vincent sambil menunjuk ke arah muka Cho Kyuhyun.


*


*


*


Saat ini keluarga besar Marquez sudah sampai di depan kraton adipati, yang sudah ada tamu undangan dan berapa prajurit kraton yang siap untuk menjaga pesta pernikahan mereka.


"Selamat datang calon besan. Bagaimana perjalanan kalian ke tempat ini?" tanya tuan adipati.


"Perjalanan, kami lancar tuan adipati." ujar Valdes.


Lalu, anvaya pun mempersilahkan seluruh anggota keluarga Marquez masuk kedalam kraton, karena acara akad mereka akan segera di langsungkan..


"Apa kamu sudah siap...?